TAROPONG :
Kita harus ingat
pesan Pak Bupati Taput, yang lalu biarlah berlalu. Artinya, jangan memelihara
dendam.
PDIP Bermasalah, Penetapan Pimpinan Defenitif DPRD Taput Ditunda
-
Ir. Ottoniyer Simanjuntak Mendapat Dukungan dari DPP,
DPC Protes
Tarutung , Bonpas
Munculnya dua
Sesuai hasil Pileg 2009 dan
ketentuan yang berlaku, ada tiga parpol di Taput yang yang berhak mengunsulkan
kadernya untuk menduduki pimpinan DPRD yakni Partai Golkar sebagai pemenang
pertama, Partai Demokrat diurutan kedua dan ketiga peraih suara terbanyak
adalah PDIP. Dua diantara 3 prapol diatas seyogyanya mengusulkan satu nama
untuk duduk menjadi unsur pimpinan sementara. Namun dari PDIP ada dua surat , satu surat untuk
mengusulkan nama pimpinan dan surat kedua
membatalkan surat
usulan pertama. Kondisi ini memunculkan pro dan kontra terhadap dua
Surat keputusan
(SK) yang berbeda.
Akibatnya, Sidang Paripurna DPRD
tersebut diskors dengan alasan partai PDIP belum bisa memutuskan satu orang
calon untuk ditetapkan menjadi pimpinan Defenitif yang nantinya akan dikirim
langsung kepada Gubernur Sumatera Utara.
Ir Ottonyer Simanjuntak yang
sudah mempunyai SK dari DPP PDIP untuk ditetapkan menjadi pimpinan defenitif
DPRD Taput dan bahkan SK nya sudah diterima oleh pimpinan sementara DPRD Taput
FL. Fernando Simanjuntak, SH MH belum disetujui oleh Ketua DPC PDIP Taput
Bangkit P Silaban, SE yang mencalonkan Tiur Kalima Purba menjadi pimpinan
Defenitif dari partai PDIP.
32 Anggota DPRD Taput
diluar 3 orang dari PDIP berharap pada paripurna hari Jumat (30/10) tersebut sudah akan terbentuk pimpinan
defenitip, tetapi ternyata hasilnya jauh dari harapan. Bahkan terkesan kecewa
karena begitu banyak waktu yang
diulur-ulur hanya untuk menetapkan Pimpinan Defenitif. “Bukan kecewa, tetapi
kita harus toleran karena ini untuk kepentingan lembaga” ujar Tombang Marbun SE
anggota DPRD dari Partai Merdeka, tkepada wartawan.
Poltak Pakpahan yang sudah ditetapkan sebagai Ketua Fraksi PDIP, disebut sebut menjadi mediator untuk menyelesaikan konflik internal atas munculnya dua
FL Fernando Simanjuntak SH,MH
mengakui, Poltak Pakpahan sedang melakukan perannya sebagai mediator. ”Ia,
saudara Poltak Pakpahan menjadi mediator untuk menyelesaikan masalah tersebut”,
tandas nya usai Sidang.
Masih dalam menanggapi masalah dalam paripurna, FL Fernando Simanjuntak, SH MH dalam persidangan meminta persetujuan dari flor untuk menunda sidang, “
Saya tau, kita ini sama-sama punya Partai, sebenarnya ini masalah internal Partai PDIP. Untuk itu kita harus menerima dispensasi waktu dari mereka” harapnya lagi sebelum menunda sidang.
Waktu yang diberikan kepada Partai PDIP ,ujar Fernando didampingi Bernat Situmeang agar dimanfaatkan dengan baik. Sebab apabila tidak komitmen dengan waktu tersebut, kami dari pimpinan sementara akan menetapkan pimpinan Defenitif sesuai mekanisme yang berlaku. Waktu yang diberikan kepada PDIP sampai tanggal 5 Nopember 2009.(marudut)
BERITA KAKI
David Hutabarat,ST Calon Pemimpin Masa Depan
Tarutung,Bonpas
David Hutabarat ST Ketua terpilih
DPD KNPI Tapanuli Utara periode 2009-2012, generasi muda Tapanuli Utara yang
berpotensi menggerakkan kreatifitas pemuda. Hal itu disampaikan sejumlah OKP
peserta Muskab Pemuda/KNPI X Kabupaten Tapanuli Utara hari Sabtu, (31/10) di
Gedung Balai Data Bawah Jl. Sisingamangaraja Tarutung.
David selama ini dikenal juga
sebagai mantan Bupati LSM LIRA Kabupaten Tapanuli Utara yang kritis dan
merupakan putra Bona Pasogit alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) tahun 2005
terpanggil kembali ke Bona Pasogit dengan harapan dapat mengabdikan ilmunya
untuk daerah ini.
“David seorang generasi muda yang
idealis, sejak lama mengharapkan dapat mengabdikan ilmunya untuk Tapanuli
Utara. Ia bahkan melepaskan peluang kerja ke Canada Amerika Serikat dengan gaji
besar. Cita-cita itu sudah mulai diwujudkannya melalui kepercayaan masyarakat
untuk mengantarnya menjadi anggota di DPRD Taput dari partai PKPB dan posisi
Ketua DPD KNPI Tapanuli Utara periode 2009-2013. Kita yakin, David akan menjadi seorang yang dapat
menciptakan kreatifitas generasi muda,bersama Pemkab Tapanuli Utara yang kini
dipimpin Torang Lumbantobing yang dikenal sangat dekat dengan generasi
muda”ujar tokoh OKP yang memberikan pilihannya kepada David pada Muskab itu dan
berharap David tetap memelihara kemitraan dengan Pemkab Tapanuli Utara.
Sebagaimana diharapkan masyarakat
Tapanuli Utara, banyak generasi muda daerah ini yang kuliah di berbagai
universitas berkualitas seperti UI,ITB, Universitas Gajahmada, IPB, USU,UNDIP
dll. agar dapat kembali ke bonapasogit untuk mengabdikan ilmunya. “David salah
seorang dari mereka yang berhasil memperoleh ilmu dan ingin membangun bonapasogitnya”ujar Panggabean yang ikut
melihat proses pemilihan ketua KNPI itu.
Ia menganggap Bung David
Hutabarat sebagai pelopor sarjana dan calon pemimpin masa depan yang mau pulang
kampung, untuk ikut berpartisipasi membangun daerah.Dari dulu, keinginan
masyarakat Tapanuli Utara, agar putra/putri daerah ini setelah selesai kuliah
mau kembali ke daerah untuk memberikan kontribusi di bidang pembangunan,
mengingat daerah ini sangat membutuhkan sarjana-sarjana yang
berkualitas.Sehingga, Tapanuli Utara bisa maju sesuai dengan yang diharapkan.
Muskab Pemuda/KNPI Kabupaten
Tapanuli Utara hari Sabtu (31/10) diikuti 23 peserta dengan dua kandidat
masing-masing Tagor Tampubolon SH (Ketua DPD IPK Taput) dan David Hutabarat ST.
Pada pemilihan Ketua, David
terpilih dengan perolehan suara 13 sementara Tagor Tampubolon,SH 10 suara. Pada
kesempatan itu ditetapkan tujuh Formateur untuk menyusun komposisi kepengurusan
KNPI Tapanuli Utara akan secepatnya bekerja dengan mengakomodir para pengurus
OKP (R.01).
HL 2
(Besar Hurupnya)
Toluto: Yang lalu biarlah berlalu, kita
songsong hari esok
Taput,Bonpas
"Yang lalu biarlah berlalu, kita songsong hari esok dengan kebersamaan,sehingga apa yang menjadi harapan dan keinginan menjadikan Tapanuli Utara lebih maju,akan tercapai”, ajakan Bupati Taput,T.Lbn Tobing dicetuskan dihadapan masyarakat Simangumban, Minggu (1/11).
Masyarakat Kecamatan Simangumban menggelar pentas seni .Kegiatan bernuansa budaya daerah ini sesuai pantauan Bonpas dihadiri Bupati, Ketua Tim PKK Ibu Elly Toluto, 3 orang anggota dewan Taput bermarga Lumbantobing, pimpinan instansi serta para mitra kerja (rekanan).
Gelar pentas seni yang dipandu Kabag Kesra Timbul Simangunsong, Kadis PMD/Naker Drs BP Siahaan diawali laporan Camat Simangumbang Oloan Hutabalian Spd, selanjutnya anak didik mulai dari SD ,SMP dan SMA serta Karang Taruna, Ibu-ibu yang menjadi peserta gelar pentas seni secara berurut menampilkan kegiatan, baik olah vocal, tumba serta tor-tor.
Sebagai luapan kegembiraan serta cerminan kebersamaan, para rombongan dari Tarutung termasuk tokoh-tokoh muda dari Simangumban seperti Murni Sianaga berbagai rasa dengan bentuk” saweran” sebagai motivasi kepada siswa. Murni Sinaga, tokoh muda Simangumban ini sebut salah seorang warga bermarga Simatupang memiliki andil besar dalam kegiatan yang dihadiri Bupati dan rombongan dari Tarutung.Selain itu nampak Tigor Siahaan tokoh muda Pahae Jae kecamatan tetangga, Ketua Karang Taruna Taput Lambok Sipahutar (Pak Liang), O.Aritonang (Oar) dikrektur Orion Group.
Sebagai bentuk ucapan terimakasih dari masyarakat Simangumban, melalui tokoh-tokoh masyarakat menyerahkan ulos kepada Bupati dan Ibu Elly Toluto. Ulos sebagai bentuk dukungan dari masyarakat untuk secara bersama-sama membangun Bonapasogit. “Arop do rohanami amang bupati di kepemimpinan muna di periode napaduahon on, boi tarbangun jalan -jalan tu lokasi pertanian” ujar Topan Ritonga sesaat sebelu menyerahkan ulos.
Bupati Taput Torang Lumbantobing yang disapa Toluto ,mengajak masyarakat Simangumban untuk bersatu.”yang lalu biarlah berlalu ,kita song-song hari esok dengan kebersamaan” pintanya seraya berharap agar masyarakat Simangumban meningkatkan kerjakeras membangun sektor perekonomian.
Tiga orang anggota dewan bermarga Lumbantobing yakni B.Lbn Tobing (Tolkit), B.Lbn Tobing (Pak Naek) dan S.Lbn Tobing juga diserahi ulos dari kelompok masyarakat yang jauh dari pedesaan,dengan harapan ketiga anggota dewan ini berjuang membuka akses jalan ke lingkungan desa yang masih terisolir di kecamatan Simangumban.(Marudut)
Teks foto Utama 4 kolom : Warga Simangumban melalui tokoh masyarakat menyerahkan ulos kepada bupati Taput dan Ibu Elly Toluto sebagai ungkapan rasa syukur atas kunjungan menghadiri kegiatan pentas seni, serta sebagai bentuk dukungan bersama membangun Bonapasogit. Pada kesempatan itu Bupati mengajak masyarakat untuk bersatu, yang lalu biarlah berlalu. (foto:marudut/ Bonpas)
Wabub Dairi Irwansyah Pasi, SH Tutup
Diklat Satpol PP Tahun 2009
Sidikalang (Bonpas)
Bupati Dairi diwakili Wakil
Bupati Dairi Irwansyah Pasi, SH pimpin gelar acara penutupan pelaksanaan
pendidikan dan latihan (Diklat) Satuan Polisi
Pamong Praja (Sat Pol PP) tahun 2009 di Kabupaten Dairi, Senin (2/11) bertempat
di Aula Centrum GKPPD Jln. Air Bersih Sidikalang.
Wakil Bupati Dairi Irwansyah
Pasi, SH yang dalam sambutannya mengatakan, bahwa tugas dan fungsi satuan
Polisi Pamong Praja cukup berat, namun dengan komitmen yang kuat, semangat yang
membaja dan jiwa karsa yang dijunjung tinggi serta konsisten dalam melaksanakan
tugas. Wakil Bupati yakin tugas yang dipikul satuan Polisi Pamong Praja akan
terlaksana dengan baik sesuai harapan pemerintah daerah
dan masyarakat. “Untuk itu saya berharap agar satuan polisi pamong praja
Kabupaten Dairi benar-benar mempedomani tugas-tugas dan jangan
menyia-nyiakan kesempatan ini karena sangat memiliki arti yang strategis dalam
mengembangkan peran, tugas dan fungsi satuan polisi pamong praja sebagai salah satu ujung tombak dalam pelaksaan
pemerintahan daerah hingga pelatihan ini dapat kita sebut sebagai sarana
pembentukan satuan polisi pamong praja yang memiliki dedikasi dan loyalitas
untuk meningkatkan kualitas kinerja agar pelaksanaan pemerintah daerah dapat
diraih sesuai dengan program”ujar Wakil Bupati dan berpesan dan menegaskan
agar jangan ada diantara mereka berpikiran siapa tahu ada hubungan marga,
famili, sekalipun saudara kepada Bupati Dairi dan Wakil Bupati Dairi atau
pejabat lainnya jangan melakukan pelanggaran peraturan yang ada. “Sanksinya
adalah pemecatan !!”, tegas Wakil Bupati
Kepala kantor satuan polisi
pamong praja Kabupaten Dairi DR. Simarmata, SH,M.Si melaporkan, dasar
penyelenggaraan sesuai dengan keputusan bersama DPRD dengan Bupati Dairi nomor.
36/K-DPRD /2009 tanggal 25 september 2009 tentang perubahan APBD Kabupaten
DAiri tahun 2009, keputusan pimpinan DPRD Dairi nomor. 24/K-PIMP/2009,tentang
persetujuan pengangkatan tenaga kontrak ( non PNS ) pada Pemerintah Kabupaten Dairi
khususnya pada Kantor Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Dairi tahun 2009,
Keputusan Bupati Dairi No.566/420/V/2009, tanggal 22 Juni 2009 tentang
pembentukan Panitia Pelatihan Berdisiplin dan Tata Upacara di Kabupaten Dairi
tahun 2009, Surat Bupati Dairi No. 814/5675 tanggal 28 September 2009 tentang
pengangkatan tenaga kontrak pada Kantor Satpol PP Kabupaten Dairi.
Ditambahkan, maksud dan tujuan diklat ini adalah
meningkatkan pengetahuan, keahlian, ketrampilan dan sikap untuk melaksanakan
tugas secara professional yang dilandasi kepribadian yang baik sebagai anggota
Satuan Polisi Pamong Praja. Menciptakan aparatur yang tangguh, handal dan
berwibawa.. Memantapkan sikapdan semangat pengapdian yang berorientasi pada
pengayoman dan pemberdayaan masyarakat.
Menciptakan keamanan visi dan kemajuan pola piker dalam pelaksaan tugas-tugas
pemerintah umum, masyarakat dan pembangunan demi terwujudnya pemerintah yang
baik. Memiliki salah satu persyaratan atau kompetensi sebagai petugas Polisi
Pamong Praja.
Lebih lanjut disampaikan,
pelaksanaan pendidikan dan pelatihan kemampuan polisi pamong praja ini telah
berlangsung selama 21 hari yaitu mulai tanggal 9 Oktober sampai dengan 2
November 2009 berlangsung mulai dari pagi hari hingga sore hari. Pada hari
kedua peserta yang mengalami sakit hingga sempat dirawat di Rumah Sakit Umum Sidikalang tetapi setelah sehat dan
masuk kembali mengikuti latihan hingga bisa mengikuti pelatihan. Para peserta pelatihan mengikuti pelatihan dengan
semangat yang tinggi hingga pada saat ini. Pelaksaan pendidikan dan latihan
kemampuan polisi pamong praja ini telah terlaksana sebagaimana diharapkan dan
seluruh peserta dapat mengikuti pelatihan dengan baik dan sempurna. Peserta
diklat adalah sebanyak 48 orang yang terdiri dari 39 orang anggota baru
dan 9 orang anggota honor yang sudah ada sebelumnya dan kepada peserta diklat
yang selesai dengan baik mengikuti diklat ini akan diberikan surat keterangan telah mengikuti diklat.
Tenaga instruktur adalah dari
Kodim 0206/Dairi, Polres Dairi, Bagian Ortala, Bagian Hukum Setda Kab. Dairi,
Badan Kepegawaian dan Pelatihan Daerah. Materi yang diajarkan latihan peraturan
baris berbaris, latihan pisik/latihan bela diri, latihan anti huru hara, dan
KUHP dan KUHAP, tata upacara sipil, tata acara menghadapi unjuk rasa, penerapan
peraturan perundang-undangan, wawasan nusantara, tugas dan fungsi Satpol PP.
Direncanakan minggu depan dilaksanakan pasang pembaretan atau resmi dimulai
melaksanakan tugas dengan aktif, tegas Kasat Pol PP.
Selain Wakil Bupati Dairi Irwansyah Pasi, SH hadir juga pada acara itu Dandim
0206/Dairi Letkol inf Abdul Rahman S.sos (HS)
Keterangan Photo : Wakil Bupati Dairi Irwansyah Pasi SH pimpin tutupan
Diklat Satpol PP tahun 2009. Wakil Bupati sedang menerima perwakilan
siswa satpol PP Jepri Adi Lubis dan Dedy Simbolon untuk di lepas kartu tanda
peserta diklat Senin.(Foto:Honongan)
Dinas Perhubungan Tapteng Menerima Bantuan Dari Kementrian Pembangunan
Desa Tertinggal
Pandan, Bonpas
Kadis Perhubungan Pemkab Tapteng
Ir. RP Panahatan Hutabarat MSi melalui Kabid Perhubungan Darat dan laut Ichwan
Simatupang, Sos, MPS pada Jumat (30/10) diruang kerjanya bahwa Dinas
Perhubungan Pemkab Tapteng mendapat bantuan transportasi darat dan laut dari
kementrian Pembangunan Desa tertinggal.
Bantuan tersebut berasal dari DAK
dan 10% dari dana Shering APBD Tapteng. Bantuan transportasi darat terdiri dari
3 unit truk roda 6, 3 unit mobil
pick-up dan 1 unit speed boat bermesin stempel merek Yamaha 2 unit . dengan
kapasitas 25 PK per unit. Pengadaan transportasi tersebut ditender dengan pagu
Rp. 1.700.000,- fungsi transportasi tersebut adalah untuk meningkatkan
perekonomian masyarakat Tapteng bagi desa terpencil atau desayang sulit
dihubungi transportasi laut maupun darat.
Contohnya Desa Sitardas labuhan
agin dan desa yang terpencil di tepi pantai tapi belum bisa dijangkau
trasnportasi darat. Pengelolahan trasnportasi tersebut akan ditangani koperasi
organisasi masyarakat bergabung dengan Dinas Perhubungan Tapteng dengan maksud
agar kesinambungan trasnportasi tersebut dapat ditingkatkan kedepan. (FH)
Terkait Tewasnya Wartawan Aspirasdi,
Wartawan dan
LSM Unjukrasa Damai ke Polres Tobasa
Balige,
Bona Pasogit
Diperkirakan sekitar 200 orang wartawan media cetak/
elektronik dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dari 6 (enam) Kabupaten Kota
yang tergabung didalam Solidaritas Wartawan dan LSM melakukan aksi unjukrasa
damaikan Mapolres Kab. Toba Samosir Kamis (29/10) menuntut keprofesionalan
pihak kepolisian mengungkap kematian wartawan Aspirasi di Tobasa yang dinilai
tidak wajar.
Gabungan wartawan dan LSM dari berbagai Daerah antaranya
Ka. Toba Samosir, Kab. Humbang Hasundutan, Kab. Tapanuli Utara, Kab. Samosir,
Kab. Simalungun dan Kotamadya Pematang Siantar bergerak sejak pukul 10.00Wib
dari Bundaran Tugu DI Panjaitan berjalan menuju Mapolsek Balige kemudian
melanjutkan aksi demonstrasi ke Mapolres Tobasa di Desa Siponggol Dolok Kec.
Porsea dengan berkonvoi menggunakan mobil roda empat dan sepeda motor.
Perdebatan sempat terjadi di gerbang Mapolres saat salah
seorang petugas Kepolisian melarang para wartawan untuk memasuki areal kantor
Polres apabila tidak mengenakan ID card pengenal dari media masing-masing.
Sementara para wartawan yang tergabung dalam Solidaritas tersebut menjelaskan
solidaritas yang melakukan unjuk rasa damai tersebut sebelumnya telah ditandai
dengan ikat kepala mera. Apabila terdapat didalamnya salah seorang yang tidak
mengenakan tanda tersebut, maka yang akan mengusir terlebih dahulu ialah para
demonstran, ucap salah seorang orator Lambaik Manalu kemudian meneriakkan
yel-yel, Polri yes, Wartawan yas, LSM ysa, Premanisme habisi.
Berbagai alat peraga berupa poster berisikan foto mendiang
Agus, spanduk berterakan tanda tangan para anggota Solidaritas wartawan LSM,
poster bertuliskan Pers dan LSM bukan sasaran kekerasan. Polri harus tegakkan
kebenaran. Ungkap kematian Agus Hutapea, dll, dibawa sebagai bentuk aspirasi
kritis atas kinerja Mapolres Tobasa.
Dimapolres Tobasa tersebut para pengunjuk rasa damai
tersebut diterima oleh Kabag Bina Mitra Polres Tobasa Kompol
M.Siringoringo, Kapolsek Balige AKP Gibson Siagian beserta barisan personil
Polisi. Dihadapan petugas, salah seorang orator Sabaruddin Tambunan membacakan
beberapa point tuntutan yang dialamatkan kepada Kepala Kepolisian Republik
Indonesia berisikan, Solidaritas Wartawan dan Aktivis LSM Tobasa, Taput,
Humbahas, Samosir, Simalungun dan Siantar mendesak Polri mengusut tuntas
kematian rekan kami wartawan mingguan Aspirasi terbitan Medan M.Agus Hutapea
(25) yang ditemukan tewas pada 20 Oktober 2009 di Desa Hinalang Kec. Balige.
Solidaritas Wartawan dan Aktivis LSM Tobasa., Taput,
Humbahas, Samosir, Simalungun dan Siantar mencurigai kematian Agus Hupea tidak
wajar. Mendesak Polri menuntaskan pengaduan Rixon Tanjung (65) wartawan Mingguan
Bidik atas penganiayaan di rumahnya sendiri yang diduga dilakukan berhubungan
dengan tugasnya sebagai wartawan (pemberitaan) pada tanggal 21 Desember 2008,
sampai saat ini kasus tersebut belum tuntas. Mengharapkan jajaran Polri
khususnya di Tobasa agar bekerja lebih professional mengenai kasus tersebut.
Mengharapkan dan mendukung jajaran Polri sebagai mitra wartawan dan LSM untuk
benar-benar memberantas premanisme selanjutnya para penanggungjawab demonstrasi
menyerahkan tuntutan dokumentasi serta alat peraga lainnya kepada pihak
kepolisian yang dalam hal ini Kapolres Tobasa diwakili Kabag Bina Mitra Polres
Tobasa Tompol M. Siringo-ringo kemudian para pengunjuk rasa tersebut beranjak
dengan tertib menuju kota Balige . (HN)
Sekwan DPRD
Kabupaten Tobasa :
PAW Jonang Sitorus
Tidak Diisi, Honornya Kemana ?
Balige, Bonpas
Pengganti Antar Waktu (PAW)
anggota DPRD Tobasa atas nama Jonang MP Sitorus sampai saat ini belum terisi
sementara yang bersangkutan disebut-sebut sudah menjadi anggota DPRD di salah
satu Kabupaten Provinsi Riau.
Jonang MP. Sitorus Anggota DPRD
Kabupaten Toba Samosir dari Partai Persatuan Daerah sudah mengundurkan diri
dari keanggotaan DPRD Kabupaten Toba Samosir pada periode 2004-2009 sebelum
masa tugas mereka berakhir, terhitung semenjak bulan Agustus 2009 melalui surat
permohonannya pengunduran dirinya Kepada Lembaga DPRD Kabupaten Toba Samosir
dan segala fasilitas yang diberikan Pemerintah kepadanya termasuk gajinya sudah
dihentikan. Demikian dijelaskan oleh Sekretaris DPRD Kabupaten Toba Samosir
Drs. Jaresman Manurung kepada Wartawan di ruang kerjanya, tanggal 22/10/2009 .
Sekwan mengatakan, sebenarnya Surat Pemberitahuan
tentang pengunduran diri dari Partainya sudah pernah dilaporkan pada tahun
sebelumnya yaitu tahun 2008. Namun upaya dari partainya untuk menggantikan JMP
Sitorus belum ada dilakukan sampai saat ini. Seharusnya anggota dari salah satu
partai yang sudah keluar wajib diganti oleh partai yang bersangkutan untuk
menempati posisi yang sudah disediakan sesuai dengan jumlah kursi DPRD yang
ada.
Namun sampai saat ini tidak kelihatan rencana dari partai
untuk mengisi kembali anggota DPRD nta. Oleh karena itu jumlah anggota DPRD
Kab. Tobasa sudah berkurang satu orang jadi sekarang jumlah anggota DPRD Kab.
Tobasa berjumlah 24 orang kata sekwan menjelaskan. Dan ketika pemberhentian
gaji dari JMP Sitorus dieprtanyakan kepada Bendahara DPRD Kab. Tobasa K
Sitanggang, kapan mulai gaji JMP Sitorus dihentikan, Bendahara K. Sitanggang
tidak mau memberikan penjelasan. “Ke sekwansajalah, hal ini bukan wewenang
saya”, katanya.
Namun menurut pantauan wartawan
dalam tanggapan Komisi pada penyampaian LKPJ Bupati Tobasa pada bulan september
lalu nama JMP Sitorus masih dicantumkan pada berkas. Tanggapan Komisi II yang
diketuai oleh Parulian Gurning pada hal menurut informasi yang beredar
bahwa JMP Sitorus sudah menjadi Anggota DPRD di Propinsi Riau. (HN)
Balai Desa Sibuluan 2 Akan Dirubah Menjadi Kantor Lurah Sibuluan Nauli
Pandan, Bonpas
Lurah Sibuluan Nauli MA
Napitupulu pada Jumat, (30/10) diruang kerjanya mengatakan desa Sibuluan 2
telah ditingkatkan oleh Pemkab Tampteng menjadi kelurahan Sibuluan Nauli namun
kantor lurah masih tetap dipakai balai desa yang lama. Sebagai lurah telah
mengajukan permohonan ke Pemkab Tapteng agar kantor lurah Sibuluan Nauli
dibangun.
Telah mendapat respon dari pihak
Pemkab Tapteng tahun 2010 akan dibangun kantor lurah Sibuluan Nauli dilokasi
balai desa lama, lurah Sibuluan MA Napitupulu telah mensosialisasikan kepada
masyarakat bahwa balai desa tersebut akan dirombak menjadi kantor lurah, namun
sebahagian masyarakat menyetujui.
Beberapa tokoh masyarakat yang
tidak mau disebut jati dirinya menyetujui dan mendukung balai desa tersebut
dirombak menjadi kantor lurah.
Lurah Sibuluan menunjuk segel
penyerahan lahan balai desa tersebut dengan panjang 100 m, dan lebar 15.m.
dengan atas nama masyarakat Sibuluan 2 yaitu Z Panggabean, D Panggabean, W
Hutabarat. R Napitupulu, L Siagian ,
NT Panggabean, M Tambunan, G
Hutagalung.
Tahun 2010 nanti kalau Pemkab
Tapteng sudah menggarkan pembangunan kantor lurah Sibuluan Nauli dan
pembangunan akan dilaksankan di lokasi balai desa yang lama, lurah berharap
masyarakat Kelurahan Sibuluan Nauli agar tetap setuju dan mendukung pembangunan
tersebut. (FH)
Balige, Bonpas
Dalam percepatan pembangunan dan meningkatkan taraf hidup
masyarakat Kabupaten Toba Samosir, Pemerintah Kabupaten Toba Samosir yang
dipimpin Drs. Monang Sitorus, SH, MBA di awal kepemimpinannya telah
mencanangkan bidang pariwisata menjadi salah satu pilar utama pembangunan.
Bupati mengajak masyarakat agar tetap berlaku ramah dan sopan terhadap para tamu atau wisatawan yang datang berkunjung ke daerah kita ini dan mari kita selalu memberikan informasi yang akurat.
Dan untuk lebih meningkatkan pembangunan sektor pariwisata, Bupati Toba Samosir menghimbau kepada seluruh kepala desa melalui camat di seluruh wilayah Kabupaten Toba Samosir agar mencari dan menemukan benda-benda tradisional dan bernegosiasi dengan si pemilik/penemu benda tersebut untuk dititipkan ke Museum “TB.Silalahi Center ” sebagai salah satu objek wisata
di Kabupaten Toba Samosir.
Demikian himbauan Bupati Toba Samosir yang disampaikan di Balige melaluisurat edaran nomor :
1458/Kessos/2009 tanggal 21 Oktober 2009 perihal pengumpulan benda pusaka dan
benda-benda tradisional. (HN)
Bupati mengajak masyarakat agar tetap berlaku ramah dan sopan terhadap para tamu atau wisatawan yang datang berkunjung ke daerah kita ini dan mari kita selalu memberikan informasi yang akurat.
Dan untuk lebih meningkatkan pembangunan sektor pariwisata, Bupati Toba Samosir menghimbau kepada seluruh kepala desa melalui camat di seluruh wilayah Kabupaten Toba Samosir agar mencari dan menemukan benda-benda tradisional dan bernegosiasi dengan si pemilik/penemu benda tersebut untuk dititipkan ke Museum “TB.
Demikian himbauan Bupati Toba Samosir yang disampaikan di Balige melalui
Parhitean, Bonpas
Bupati Toba Samosir Drs. Monang sitorus, SH, MBA. Beramah
tamah dengan para kepala desa, tokoh masyarakat dan PNS di Parhitean Desa
Meranti Utara Kecamatan Pintupohan Meranti, selasa (20/10/2009). Dalam
kesempatan tersebut tokoh masyarakat Lebanus Panjaitan mengatakan bahwa Bupati
Toba Samosir Drs. Monang Sitorus, SH, MBA sangat dekat dengan rakyat, untuk itu
kita sangat bangga atas kemampuan beliau selama menjadi Bupati Toba Samosir.
Dengan kedekatan Bupati dengan rakyat, maka Pemerintah Kabupaten Toba Samosir
tetap berwibawa. Hadir dalam kesempatan tersebut Asisten Pemerintahan Drs.
Albert Sidabutar, Camat Pintupohan Meranti Mangara Butarbutar, SH,S.Pd, Camat
Porsea Drs. Adu Sitorus, Kepala Desa Meranti Utara Marole Siagian, Kepala Desa
Meranti Tengah Nasip Panjaitan, Kepala Desa Meranti Timur Hisar Hutagaol dan
Kepala Desa Pintupohan Jimmy Marpaung. Bupati Toba Samosir dalam sambutannya
mengatakan pertemuan ini merupakan pertemuan silaturahmi yang berlangsung
secara spontan dengan masyarakat di Pintupohan Meranti sering dilaksanakan,
diantaranya pelaksanaan TNI Manungal Masuk Desa pada tahun 2007 lalu.
Ditambahkannya Bupati harus sering mengunjungi masyarakatnya ke desa-desa
karena itu memang merupakan janji terlebih merupakan suatu implementasi dari
pelaksanaan undang-undang tentang otonomi daerah yang berlaku di Indonesia.
Kepada aparat pemerintah Kabupaten Toba Samosir, Bupati menghimbau dalam
mendukung pimpinan bukan hanya dengan kata-kata tetapi yang terpenting adalah
perbuatan dengan melaksanakan tugas sesuai dengan aturan yang berlaku. (HN)
Pangururan, Bonpas
Jalan Provinsi ruas Tele –
Pangururan banyak longsor selama musim hujan. Jalan Tele – Pangururan sepanjang
22 KM berstatus Jalan Provinsi, merupakan satu-satunya akses jalan darat dari
Pulau Sumatera ke Pulau Samosir, yang berliku-liku, namun pemandangan yang nan
indah.
Sejak Tahun 2006 badan jalan
tersebut telah diperlebar, kerjasama Pemkab Samosir dengan Pemprov Sumut.
Sampai dengan akhir Tahun 2006, semua badan jalan Tele telah diperlebar menjadi
8 M dan sebagian besar telah diaspal Hotmix yaitu dibagian atas Tele dan Bagian
bawah Pangururan. Namun bagian tengahnya belum sempat dyik bagian sampingnya
dan belum sempat diaspal. Bagian tengah yang belum terbenahi inilah mengalami
longsor dan pohon tumbang, gelindingan batu selama musim hujan belakangan ini.
Senin (1/11), hujan lebat dari
pukul 18.00 WIB sampai Senin (2/11) dini hari , membuat banyak titik longsor
beberapa batu dan pohon pinus yang besar menutupi badan jalan, termasuk Bupati
Samosir sepulang perjalanan Dinas dari Jakarta dinihari tidak bisa melewati,
terpaksa menginap dalam mobil bersama kendaraan lainnya dari Tele dan dari Pangururan.
Untung Alat Berat milik Pemkab Samosir dan petugasnya segera mengangkut
timbunan longsor yang dikerjakan sejak pukul 03.00 WIB dinihari dan baru
berhasil pukul 05.30 WIB. Mobil Bupati dan kendaraan lainnya pun bisa lewat.
Berbagai komentar supir dan
masyarakat yang terjebak, berharap agar bagian jalan tengah, yang sering
longsor disetiap musim hujan kiranya segera dibenahi. Harapan
kami agar lalulintas jalan darat lancar yang merupakan satu-satunya jalan darat
yang menghubungkan Samosir dengan Pulau Sumatera dapat disiagakan oleh
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara berupa Alat Berat yang ditempatkan di ruas
jalan Tele – Pangururan karena sangat rawan longsor. (Rel/Rs)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar