Rabu, 04 November 2009

Halaman 1


TAROPONG :
Kita harus ingat pesan Pak Bupati Taput, yang lalu biarlah berlalu. Artinya, jangan memelihara dendam.




PDIP Bermasalah, Penetapan Pimpinan Defenitif DPRD Taput Ditunda
-         Ir. Ottoniyer Simanjuntak Mendapat Dukungan dari DPP, DPC Protes
 
      
Tarutung , Bonpas

Munculnya dua surat berbeda dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Paripurna khusus DPRD  Taput  terhadap agenda  penetapan  pimpinan defenitip ditunda untuk beberapa hari. Hal itu disampaikan FL Fernando Simanjuntak SH,MH dan Bernat Situmeang,BE   Pimpinan Sementara DPRD Taput kepada wartawan.  “Dalam sidang paripurna khusus,hari Jumat (30/10.Red.) belum menghasilkan pimpinan defenitif”, tandasnya.
Sesuai hasil Pileg  2009 dan ketentuan yang berlaku, ada tiga parpol di Taput yang yang berhak mengunsulkan kadernya untuk menduduki pimpinan DPRD yakni Partai Golkar sebagai pemenang pertama, Partai Demokrat diurutan kedua dan ketiga peraih suara terbanyak adalah PDIP. Dua diantara 3 prapol diatas seyogyanya mengusulkan satu nama untuk duduk menjadi unsur pimpinan sementara. Namun dari PDIP ada dua surat, satu surat untuk mengusulkan nama pimpinan dan surat kedua  membatalkan surat usulan pertama. Kondisi ini memunculkan  pro dan kontra terhadap dua  Surat keputusan (SK) yang berbeda.
Akibatnya, Sidang Paripurna DPRD tersebut diskors dengan alasan partai PDIP belum bisa memutuskan satu orang calon untuk ditetapkan menjadi pimpinan Defenitif yang nantinya akan dikirim langsung kepada Gubernur Sumatera Utara.
Ir Ottonyer Simanjuntak yang sudah mempunyai SK dari DPP PDIP untuk ditetapkan menjadi pimpinan defenitif DPRD Taput dan bahkan SK nya sudah diterima oleh pimpinan sementara DPRD Taput FL. Fernando Simanjuntak, SH MH belum disetujui oleh Ketua DPC PDIP Taput Bangkit P Silaban, SE yang mencalonkan Tiur Kalima Purba  menjadi pimpinan Defenitif dari partai PDIP.
 32  Anggota DPRD Taput diluar 3 orang dari PDIP berharap pada paripurna hari Jumat (30/10)  tersebut sudah akan terbentuk pimpinan defenitip, tetapi ternyata hasilnya jauh dari harapan. Bahkan terkesan kecewa karena  begitu  banyak waktu yang diulur-ulur hanya untuk menetapkan Pimpinan Defenitif. “Bukan kecewa, tetapi  kita harus toleran karena ini untuk kepentingan lembaga” ujar Tombang Marbun SE anggota DPRD dari Partai Merdeka, tkepada wartawan.

Poltak Pakpahan yang sudah ditetapkan sebagai Ketua Fraksi PDIP,  disebut sebut menjadi mediator untuk menyelesaikan konflik internal atas munculnya dua surat yang bermasalah itu. “Kami sepakat untuk tidak sepakat dalam Paripurna ini, saya diminta menjadi mediator antara Ottonyer dan Bangkit P Silaban selaku Ketua Partai di Kabupaten Taput sesuai arahan dari pelaksana harian DPD PDIP Sumut Pak Panda Nababan”  ujar Poltak .
FL Fernando Simanjuntak SH,MH mengakui, Poltak Pakpahan sedang melakukan perannya sebagai mediator. ”Ia, saudara Poltak Pakpahan menjadi mediator untuk menyelesaikan masalah tersebut”, tandas nya usai Sidang.

Masih dalam menanggapi  masalah  dalam paripurna, FL Fernando Simanjuntak, SH MH  dalam persidangan meminta persetujuan dari flor untuk menunda sidang, “Ada yang setuju dan yang tidak. Sebagai pimpinan sementara   kita selalu berupaya membuat yang terbaik atau selalu elegan  tanpa harus mengesampingkan kebersamaan, kita  bekerja untuk kepentingan rakyat, dan memiliki sifat saling menghormati untuk menggapai tujuan  bersama”.

Saya tau, kita ini sama-sama punya Partai, sebenarnya ini masalah internal Partai PDIP. Untuk itu kita harus menerima dispensasi waktu dari mereka” harapnya lagi sebelum menunda sidang.
Waktu yang diberikan kepada Partai PDIP ,ujar  Fernando didampingi Bernat Situmeang  agar dimanfaatkan dengan baik. Sebab apabila tidak komitmen dengan waktu tersebut, kami dari pimpinan sementara akan menetapkan pimpinan Defenitif sesuai  mekanisme yang berlaku.  Waktu yang diberikan kepada PDIP sampai tanggal 5 Nopember 2009.(marudut)

BERITA KAKI

David Hutabarat,ST Calon Pemimpin Masa Depan
Tarutung,Bonpas
David Hutabarat ST Ketua terpilih DPD KNPI Tapanuli Utara periode 2009-2012, generasi muda Tapanuli Utara yang berpotensi menggerakkan kreatifitas pemuda. Hal itu disampaikan sejumlah OKP peserta Muskab Pemuda/KNPI X Kabupaten Tapanuli Utara hari Sabtu, (31/10) di Gedung Balai Data Bawah Jl. Sisingamangaraja Tarutung.
David selama ini dikenal juga sebagai mantan Bupati LSM LIRA Kabupaten Tapanuli Utara yang kritis dan merupakan putra Bona Pasogit alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) tahun 2005 terpanggil kembali ke Bona Pasogit dengan harapan dapat mengabdikan ilmunya untuk daerah ini.
“David seorang generasi muda yang idealis, sejak lama mengharapkan dapat mengabdikan ilmunya untuk Tapanuli Utara. Ia bahkan melepaskan peluang kerja ke Canada Amerika Serikat dengan gaji besar. Cita-cita itu sudah mulai diwujudkannya melalui kepercayaan masyarakat untuk mengantarnya menjadi anggota di DPRD Taput dari partai PKPB dan posisi Ketua DPD KNPI Tapanuli Utara periode 2009-2013. Kita yakin,  David akan menjadi seorang yang dapat menciptakan kreatifitas generasi muda,bersama Pemkab Tapanuli Utara yang kini dipimpin Torang Lumbantobing yang dikenal sangat dekat dengan generasi muda”ujar tokoh OKP yang memberikan pilihannya kepada David pada Muskab itu dan berharap David tetap memelihara kemitraan dengan Pemkab Tapanuli Utara.
Sebagaimana diharapkan masyarakat Tapanuli Utara, banyak generasi muda daerah ini yang kuliah di berbagai universitas berkualitas seperti UI,ITB, Universitas Gajahmada, IPB, USU,UNDIP dll. agar dapat kembali ke bonapasogit untuk mengabdikan ilmunya. “David salah seorang dari mereka yang berhasil memperoleh ilmu dan ingin membangun  bonapasogitnya”ujar Panggabean yang ikut melihat proses pemilihan ketua KNPI itu.
Ia menganggap Bung David Hutabarat sebagai pelopor sarjana dan calon pemimpin masa depan yang mau pulang kampung, untuk ikut berpartisipasi membangun daerah.Dari dulu, keinginan masyarakat Tapanuli Utara, agar putra/putri daerah ini setelah selesai kuliah mau kembali ke daerah untuk memberikan kontribusi di bidang pembangunan, mengingat daerah ini sangat membutuhkan sarjana-sarjana yang berkualitas.Sehingga, Tapanuli Utara bisa maju sesuai dengan yang diharapkan.
Muskab Pemuda/KNPI Kabupaten Tapanuli Utara hari Sabtu (31/10) diikuti 23 peserta dengan dua kandidat masing-masing Tagor Tampubolon SH (Ketua DPD IPK Taput) dan David Hutabarat ST.
Pada pemilihan Ketua, David terpilih dengan perolehan suara 13 sementara Tagor Tampubolon,SH 10 suara. Pada kesempatan itu ditetapkan tujuh Formateur untuk menyusun komposisi kepengurusan KNPI Tapanuli Utara akan secepatnya bekerja dengan mengakomodir para pengurus OKP (R.01).

HL 2 (Besar Hurupnya)

Toluto: Yang lalu biarlah berlalu, kita songsong hari esok

Taput,Bonpas
"Yang lalu biarlah berlalu, kita songsong hari esok dengan kebersamaan,sehingga apa yang menjadi harapan dan keinginan menjadikan Tapanuli Utara lebih maju,akan tercapai”, ajakan Bupati Taput,T.Lbn Tobing dicetuskan dihadapan masyarakat Simangumban, Minggu (1/11).
Masyarakat Kecamatan Simangumban menggelar pentas seni .Kegiatan bernuansa budaya daerah ini sesuai pantauan Bonpas  dihadiri Bupati, Ketua Tim PKK  Ibu Elly Toluto,  3 orang anggota dewan Taput bermarga Lumbantobing, pimpinan instansi serta para mitra kerja (rekanan).
Gelar pentas seni yang dipandu Kabag Kesra Timbul Simangunsong, Kadis PMD/Naker Drs BP Siahaan diawali laporan Camat Simangumbang Oloan Hutabalian Spd, selanjutnya anak didik mulai dari SD ,SMP dan SMA serta Karang Taruna, Ibu-ibu yang menjadi peserta gelar pentas seni secara berurut menampilkan kegiatan, baik olah vocal, tumba serta tor-tor.
Sebagai luapan kegembiraan serta cerminan kebersamaan, para rombongan dari Tarutung termasuk tokoh-tokoh muda dari Simangumban seperti Murni Sianaga berbagai rasa dengan bentuk” saweran”  sebagai motivasi kepada siswa. Murni Sinaga, tokoh muda Simangumban ini sebut salah seorang warga bermarga Simatupang  memiliki andil besar dalam kegiatan   yang dihadiri Bupati dan rombongan dari Tarutung.Selain itu nampak Tigor Siahaan tokoh muda Pahae Jae kecamatan tetangga, Ketua Karang Taruna Taput Lambok Sipahutar (Pak Liang), O.Aritonang (Oar) dikrektur Orion Group.
Sebagai bentuk ucapan terimakasih dari masyarakat Simangumban, melalui tokoh-tokoh masyarakat menyerahkan ulos kepada Bupati dan Ibu Elly Toluto. Ulos sebagai bentuk dukungan dari masyarakat untuk secara bersama-sama membangun Bonapasogit. “Arop do rohanami amang bupati di kepemimpinan muna di periode napaduahon on, boi  tarbangun jalan -jalan tu lokasi pertanian” ujar Topan  Ritonga sesaat sebelu menyerahkan ulos.
Bupati Taput Torang Lumbantobing  yang disapa Toluto ,mengajak masyarakat Simangumban untuk bersatu.”yang lalu biarlah berlalu ,kita song-song hari esok dengan kebersamaan” pintanya seraya berharap agar masyarakat Simangumban meningkatkan kerjakeras membangun sektor perekonomian.
Tiga orang anggota dewan bermarga Lumbantobing yakni B.Lbn Tobing (Tolkit), B.Lbn Tobing (Pak Naek) dan S.Lbn Tobing juga diserahi ulos dari kelompok masyarakat yang jauh dari pedesaan,dengan harapan ketiga anggota dewan ini berjuang membuka akses jalan  ke lingkungan desa yang masih terisolir di kecamatan Simangumban.(Marudut)


Teks foto Utama 4 kolom : Warga Simangumban melalui tokoh masyarakat  menyerahkan ulos kepada bupati Taput dan Ibu Elly Toluto sebagai ungkapan rasa syukur atas  kunjungan menghadiri kegiatan pentas seni, serta sebagai bentuk dukungan bersama membangun Bonapasogit. Pada kesempatan itu Bupati mengajak masyarakat untuk bersatu, yang lalu biarlah berlalu. (foto:marudut/ Bonpas)

Wabub Dairi Irwansyah Pasi, SH Tutup Diklat  Satpol PP Tahun 2009
 
Sidikalang (Bonpas)
 
Bupati Dairi diwakili Wakil Bupati Dairi Irwansyah Pasi, SH pimpin gelar acara penutupan pelaksanaan pendidikan dan latihan (Diklat) Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) tahun 2009 di Kabupaten Dairi, Senin (2/11) bertempat di Aula Centrum GKPPD Jln. Air Bersih Sidikalang.
Wakil Bupati Dairi Irwansyah Pasi, SH yang dalam sambutannya mengatakan, bahwa tugas dan fungsi satuan Polisi Pamong Praja cukup berat, namun dengan komitmen yang kuat, semangat yang membaja dan jiwa karsa yang dijunjung tinggi serta konsisten dalam melaksanakan tugas. Wakil Bupati yakin tugas yang dipikul satuan Polisi Pamong Praja akan terlaksana dengan baik sesuai harapan pemerintah daerah dan masyarakat. “Untuk itu saya berharap agar satuan polisi pamong praja Kabupaten Dairi benar-benar mempedomani  tugas-tugas dan jangan menyia-nyiakan kesempatan ini karena sangat memiliki arti yang strategis dalam mengembangkan peran, tugas dan fungsi satuan polisi pamong praja sebagai salah satu ujung tombak dalam pelaksaan pemerintahan daerah hingga pelatihan ini dapat kita sebut sebagai sarana pembentukan satuan polisi pamong praja yang memiliki dedikasi dan loyalitas untuk meningkatkan kualitas kinerja agar pelaksanaan pemerintah daerah dapat diraih sesuai dengan program”ujar Wakil Bupati dan berpesan dan menegaskan  agar jangan ada diantara mereka berpikiran siapa tahu ada hubungan marga, famili, sekalipun saudara kepada Bupati Dairi dan Wakil Bupati Dairi atau pejabat lainnya jangan melakukan pelanggaran peraturan yang ada. “Sanksinya adalah  pemecatan !!”, tegas Wakil Bupati
Kepala kantor satuan polisi pamong praja Kabupaten Dairi DR. Simarmata, SH,M.Si melaporkan, dasar penyelenggaraan sesuai dengan keputusan bersama DPRD dengan Bupati Dairi nomor. 36/K-DPRD /2009 tanggal 25 september 2009 tentang perubahan APBD Kabupaten DAiri tahun 2009, keputusan pimpinan DPRD Dairi nomor. 24/K-PIMP/2009,tentang persetujuan pengangkatan tenaga kontrak ( non PNS ) pada Pemerintah Kabupaten Dairi khususnya pada Kantor Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Dairi tahun 2009, Keputusan Bupati Dairi No.566/420/V/2009, tanggal 22 Juni 2009 tentang pembentukan Panitia Pelatihan Berdisiplin dan Tata Upacara di Kabupaten Dairi tahun 2009, Surat Bupati Dairi No. 814/5675 tanggal 28 September 2009 tentang pengangkatan tenaga kontrak pada Kantor Satpol PP Kabupaten Dairi.
Ditambahkan,  maksud dan tujuan diklat ini adalah meningkatkan pengetahuan, keahlian, ketrampilan dan sikap untuk melaksanakan tugas secara professional yang dilandasi kepribadian yang baik sebagai anggota Satuan Polisi Pamong Praja. Menciptakan aparatur yang tangguh, handal dan berwibawa.. Memantapkan sikapdan semangat pengapdian yang berorientasi pada pengayoman dan pemberdayaan masyarakat. Menciptakan keamanan visi dan kemajuan pola piker dalam pelaksaan tugas-tugas pemerintah umum, masyarakat dan pembangunan demi terwujudnya pemerintah yang baik. Memiliki salah satu persyaratan atau kompetensi sebagai petugas Polisi Pamong Praja.
Lebih lanjut disampaikan, pelaksanaan pendidikan dan pelatihan kemampuan polisi pamong praja ini telah berlangsung selama 21 hari yaitu mulai tanggal 9 Oktober sampai dengan 2 November 2009 berlangsung mulai dari pagi hari hingga sore hari. Pada hari kedua peserta yang mengalami sakit hingga sempat dirawat di Rumah Sakit Umum Sidikalang tetapi setelah sehat dan masuk kembali mengikuti latihan hingga bisa mengikuti pelatihan. Para peserta pelatihan mengikuti pelatihan dengan semangat yang tinggi hingga pada saat ini. Pelaksaan pendidikan dan latihan kemampuan polisi pamong praja ini telah terlaksana sebagaimana diharapkan dan seluruh peserta dapat mengikuti pelatihan dengan baik dan sempurna. Peserta diklat adalah sebanyak 48 orang yang terdiri dari  39 orang anggota baru dan 9 orang anggota honor yang sudah ada sebelumnya dan kepada peserta diklat yang selesai dengan baik mengikuti diklat ini akan diberikan surat keterangan telah mengikuti diklat.
Tenaga instruktur adalah dari Kodim 0206/Dairi, Polres Dairi, Bagian Ortala, Bagian Hukum Setda Kab. Dairi, Badan Kepegawaian dan Pelatihan Daerah. Materi yang diajarkan latihan peraturan baris berbaris, latihan pisik/latihan bela diri, latihan anti huru hara, dan KUHP dan KUHAP, tata upacara sipil, tata acara menghadapi unjuk rasa, penerapan peraturan perundang-undangan, wawasan nusantara, tugas dan fungsi Satpol PP. Direncanakan minggu depan dilaksanakan pasang pembaretan atau resmi dimulai melaksanakan tugas dengan aktif, tegas Kasat Pol PP.
            Selain Wakil Bupati Dairi Irwansyah Pasi, SH hadir juga pada acara itu Dandim 0206/Dairi Letkol inf Abdul Rahman S.sos (HS)
 
 
Keterangan Photo : Wakil Bupati Dairi Irwansyah Pasi SH pimpin tutupan Diklat Satpol PP tahun 2009. Wakil Bupati sedang  menerima perwakilan siswa satpol PP Jepri Adi Lubis dan Dedy Simbolon untuk di lepas kartu tanda peserta diklat Senin.(Foto:Honongan)


Dinas Perhubungan Tapteng Menerima Bantuan Dari Kementrian Pembangunan Desa Tertinggal
Pandan, Bonpas
Kadis Perhubungan Pemkab Tapteng Ir. RP Panahatan Hutabarat MSi melalui Kabid Perhubungan Darat dan laut Ichwan Simatupang, Sos, MPS pada Jumat (30/10) diruang kerjanya bahwa Dinas Perhubungan Pemkab Tapteng mendapat bantuan transportasi darat dan laut dari kementrian Pembangunan Desa tertinggal.
Bantuan tersebut berasal dari DAK dan 10% dari dana Shering APBD Tapteng. Bantuan transportasi darat terdiri dari 3 unit truk   roda 6, 3 unit mobil pick-up dan 1 unit speed boat bermesin stempel merek Yamaha 2 unit . dengan kapasitas 25 PK per unit. Pengadaan transportasi tersebut ditender dengan pagu Rp. 1.700.000,- fungsi transportasi tersebut adalah untuk meningkatkan perekonomian masyarakat Tapteng bagi desa terpencil atau desayang sulit dihubungi transportasi laut maupun darat.
Contohnya Desa Sitardas labuhan agin dan desa yang terpencil di tepi pantai tapi belum bisa dijangkau trasnportasi darat. Pengelolahan trasnportasi tersebut akan ditangani koperasi organisasi masyarakat bergabung dengan Dinas Perhubungan Tapteng dengan maksud agar kesinambungan trasnportasi tersebut dapat ditingkatkan kedepan. (FH)
Terkait Tewasnya Wartawan Aspirasdi,
Wartawan  dan LSM Unjukrasa Damai ke Polres Tobasa
Balige, Bona Pasogit
Diperkirakan sekitar 200 orang wartawan media cetak/ elektronik dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dari 6 (enam) Kabupaten Kota yang tergabung didalam Solidaritas Wartawan dan LSM melakukan aksi unjukrasa damaikan Mapolres Kab. Toba Samosir Kamis (29/10) menuntut keprofesionalan pihak kepolisian mengungkap kematian wartawan Aspirasi di Tobasa yang dinilai tidak wajar.
Gabungan wartawan dan LSM dari berbagai Daerah antaranya Ka. Toba Samosir, Kab. Humbang Hasundutan, Kab. Tapanuli Utara, Kab. Samosir, Kab. Simalungun dan Kotamadya Pematang Siantar bergerak sejak pukul 10.00Wib dari Bundaran Tugu DI Panjaitan berjalan menuju Mapolsek Balige kemudian melanjutkan aksi demonstrasi ke Mapolres Tobasa di Desa Siponggol Dolok Kec. Porsea dengan berkonvoi menggunakan mobil roda empat dan sepeda motor.
Perdebatan sempat terjadi di gerbang Mapolres saat salah seorang petugas Kepolisian melarang para wartawan untuk memasuki areal kantor Polres apabila tidak mengenakan ID card pengenal dari media masing-masing. Sementara para wartawan yang tergabung dalam Solidaritas tersebut menjelaskan solidaritas yang melakukan unjuk rasa damai tersebut sebelumnya telah ditandai dengan ikat kepala mera. Apabila terdapat didalamnya salah seorang yang tidak mengenakan tanda tersebut, maka yang akan mengusir terlebih dahulu ialah para demonstran, ucap salah seorang orator Lambaik Manalu kemudian meneriakkan yel-yel, Polri yes, Wartawan yas, LSM ysa, Premanisme habisi.
Berbagai alat peraga berupa poster berisikan foto mendiang Agus, spanduk berterakan tanda tangan para anggota Solidaritas wartawan LSM, poster bertuliskan Pers dan LSM bukan sasaran kekerasan. Polri harus tegakkan kebenaran. Ungkap kematian Agus Hutapea, dll, dibawa sebagai bentuk aspirasi kritis atas kinerja Mapolres Tobasa.
Dimapolres Tobasa tersebut para pengunjuk rasa damai tersebut diterima oleh Kabag Bina Mitra Polres Tobasa Kompol  M.Siringoringo, Kapolsek Balige AKP Gibson Siagian beserta barisan personil Polisi. Dihadapan petugas, salah seorang orator Sabaruddin Tambunan membacakan beberapa point tuntutan yang dialamatkan kepada Kepala Kepolisian Republik Indonesia berisikan, Solidaritas Wartawan dan Aktivis LSM Tobasa, Taput, Humbahas, Samosir, Simalungun dan Siantar mendesak Polri mengusut tuntas kematian rekan kami wartawan mingguan Aspirasi terbitan Medan M.Agus Hutapea (25) yang ditemukan tewas pada 20 Oktober 2009 di Desa Hinalang Kec. Balige.
Solidaritas Wartawan dan Aktivis LSM Tobasa., Taput, Humbahas, Samosir, Simalungun dan Siantar mencurigai kematian Agus Hupea tidak wajar. Mendesak Polri menuntaskan pengaduan Rixon Tanjung (65) wartawan Mingguan Bidik atas penganiayaan di rumahnya sendiri yang diduga dilakukan berhubungan dengan tugasnya sebagai wartawan (pemberitaan) pada tanggal 21 Desember 2008, sampai saat ini kasus tersebut belum tuntas. Mengharapkan jajaran Polri khususnya di Tobasa agar bekerja lebih professional mengenai kasus tersebut. Mengharapkan dan mendukung jajaran Polri sebagai mitra wartawan dan LSM untuk benar-benar memberantas premanisme selanjutnya para penanggungjawab demonstrasi menyerahkan tuntutan dokumentasi serta alat peraga lainnya kepada pihak kepolisian yang dalam hal ini Kapolres Tobasa diwakili Kabag Bina Mitra Polres Tobasa Tompol M. Siringo-ringo kemudian para pengunjuk rasa tersebut beranjak dengan tertib menuju kota Balige . (HN)
Sekwan DPRD Kabupaten Tobasa :
PAW Jonang Sitorus Tidak Diisi, Honornya Kemana ?

Balige, Bonpas
Pengganti Antar Waktu (PAW) anggota DPRD Tobasa atas nama Jonang MP Sitorus sampai saat ini belum terisi sementara yang bersangkutan disebut-sebut sudah menjadi anggota DPRD di salah satu Kabupaten Provinsi Riau.
Jonang MP. Sitorus Anggota DPRD Kabupaten Toba Samosir dari Partai Persatuan Daerah sudah mengundurkan diri dari keanggotaan DPRD Kabupaten Toba Samosir pada periode 2004-2009 sebelum masa tugas mereka berakhir, terhitung semenjak bulan Agustus 2009 melalui surat permohonannya pengunduran dirinya Kepada Lembaga DPRD Kabupaten Toba Samosir dan segala fasilitas yang diberikan Pemerintah kepadanya termasuk gajinya sudah dihentikan. Demikian dijelaskan oleh Sekretaris DPRD Kabupaten Toba Samosir Drs. Jaresman Manurung kepada Wartawan di ruang kerjanya, tanggal 22/10/2009 .
Sekwan  mengatakan, sebenarnya Surat Pemberitahuan tentang pengunduran diri dari Partainya sudah pernah dilaporkan pada tahun sebelumnya yaitu tahun 2008. Namun upaya dari partainya untuk menggantikan JMP Sitorus belum ada dilakukan sampai saat ini. Seharusnya anggota dari salah satu partai yang sudah keluar wajib diganti oleh partai yang bersangkutan untuk menempati posisi yang sudah disediakan sesuai dengan jumlah kursi DPRD yang ada.
Namun sampai saat ini tidak kelihatan rencana dari partai untuk mengisi kembali anggota DPRD nta. Oleh karena itu jumlah anggota DPRD Kab. Tobasa sudah berkurang satu orang jadi sekarang jumlah anggota DPRD Kab. Tobasa berjumlah 24 orang kata sekwan menjelaskan. Dan ketika pemberhentian gaji dari JMP Sitorus dieprtanyakan kepada Bendahara DPRD Kab. Tobasa K Sitanggang, kapan mulai gaji JMP Sitorus dihentikan, Bendahara K. Sitanggang tidak mau memberikan penjelasan. “Ke sekwansajalah, hal ini bukan wewenang saya”, katanya.
Namun menurut pantauan wartawan dalam tanggapan Komisi pada penyampaian LKPJ Bupati Tobasa pada bulan september lalu nama JMP Sitorus masih dicantumkan pada berkas. Tanggapan Komisi II yang diketuai oleh Parulian  Gurning pada hal menurut informasi yang beredar bahwa JMP Sitorus sudah menjadi Anggota DPRD di Propinsi Riau. (HN)

Balai Desa Sibuluan 2 Akan Dirubah Menjadi Kantor Lurah Sibuluan Nauli
Pandan, Bonpas
Lurah Sibuluan Nauli MA Napitupulu pada Jumat, (30/10) diruang kerjanya mengatakan desa Sibuluan 2 telah ditingkatkan oleh Pemkab Tampteng menjadi kelurahan Sibuluan Nauli namun kantor lurah masih tetap dipakai balai desa yang lama. Sebagai lurah telah mengajukan permohonan ke Pemkab Tapteng agar kantor lurah Sibuluan Nauli dibangun.
Telah mendapat respon dari pihak Pemkab Tapteng tahun 2010 akan dibangun kantor lurah Sibuluan Nauli dilokasi balai desa lama, lurah Sibuluan MA Napitupulu telah mensosialisasikan kepada masyarakat bahwa balai desa tersebut akan dirombak menjadi kantor lurah, namun sebahagian masyarakat menyetujui.
Beberapa tokoh masyarakat yang tidak mau disebut jati dirinya menyetujui dan mendukung balai desa tersebut dirombak menjadi kantor lurah.
Lurah Sibuluan menunjuk segel penyerahan lahan balai desa tersebut dengan panjang 100 m, dan lebar 15.m. dengan atas nama masyarakat Sibuluan 2 yaitu Z Panggabean, D Panggabean, W Hutabarat. R Napitupulu, L Siagian, NT Panggabean, M Tambunan, G Hutagalung.
Tahun 2010 nanti kalau Pemkab Tapteng sudah menggarkan pembangunan kantor lurah Sibuluan Nauli dan pembangunan akan dilaksankan di lokasi balai desa yang lama, lurah berharap masyarakat Kelurahan Sibuluan Nauli agar tetap setuju dan mendukung pembangunan tersebut. (FH)


Balige, Bonpas
Dalam percepatan pembangunan dan meningkatkan taraf hidup masyarakat Kabupaten Toba Samosir, Pemerintah Kabupaten Toba Samosir yang dipimpin Drs. Monang Sitorus, SH, MBA di awal kepemimpinannya telah mencanangkan bidang pariwisata menjadi salah satu pilar utama pembangunan.
Bupati mengajak masyarakat agar tetap berlaku ramah dan sopan terhadap para tamu atau wisatawan yang datang berkunjung ke daerah kita ini dan mari kita selalu memberikan informasi yang akurat.
Dan untuk lebih meningkatkan pembangunan sektor pariwisata, Bupati Toba Samosir menghimbau kepada seluruh kepala desa melalui camat di seluruh wilayah Kabupaten Toba Samosir agar mencari dan menemukan benda-benda tradisional dan bernegosiasi dengan si pemilik/penemu benda tersebut untuk dititipkan ke Museum “TB. Silalahi Center” sebagai salah satu objek wisata di Kabupaten Toba Samosir.
Demikian himbauan Bupati Toba Samosir yang disampaikan di Balige melalui surat edaran nomor : 1458/Kessos/2009 tanggal 21 Oktober 2009 perihal pengumpulan benda pusaka dan benda-benda tradisional. (HN)

Parhitean, Bonpas
Bupati Toba Samosir Drs. Monang sitorus, SH, MBA. Beramah tamah dengan para kepala desa, tokoh masyarakat dan PNS di Parhitean Desa Meranti Utara Kecamatan Pintupohan Meranti, selasa (20/10/2009). Dalam kesempatan tersebut tokoh masyarakat Lebanus Panjaitan mengatakan bahwa Bupati Toba Samosir Drs. Monang Sitorus, SH, MBA sangat dekat dengan rakyat, untuk itu kita sangat bangga atas kemampuan beliau selama menjadi Bupati Toba Samosir. Dengan kedekatan Bupati dengan rakyat, maka Pemerintah Kabupaten Toba Samosir tetap berwibawa. Hadir dalam kesempatan tersebut Asisten Pemerintahan Drs. Albert Sidabutar, Camat Pintupohan Meranti Mangara Butarbutar, SH,S.Pd, Camat Porsea Drs. Adu Sitorus, Kepala Desa Meranti Utara Marole Siagian, Kepala Desa Meranti Tengah Nasip Panjaitan, Kepala Desa Meranti Timur Hisar Hutagaol dan Kepala Desa Pintupohan Jimmy Marpaung. Bupati Toba Samosir dalam sambutannya mengatakan pertemuan ini merupakan pertemuan silaturahmi yang berlangsung secara spontan dengan masyarakat di Pintupohan Meranti sering dilaksanakan, diantaranya pelaksanaan TNI Manungal Masuk Desa pada tahun 2007 lalu. Ditambahkannya Bupati harus sering mengunjungi masyarakatnya ke desa-desa karena itu memang merupakan janji terlebih merupakan suatu implementasi dari pelaksanaan undang-undang tentang otonomi daerah yang berlaku di Indonesia. Kepada aparat pemerintah Kabupaten Toba Samosir, Bupati menghimbau dalam mendukung pimpinan bukan hanya dengan kata-kata tetapi yang terpenting adalah perbuatan dengan melaksanakan tugas sesuai dengan aturan yang berlaku. (HN)

Pangururan, Bonpas
Jalan Provinsi ruas Tele – Pangururan banyak longsor selama musim hujan. Jalan Tele – Pangururan sepanjang 22 KM berstatus Jalan Provinsi, merupakan satu-satunya akses jalan darat dari Pulau Sumatera ke Pulau Samosir, yang berliku-liku, namun pemandangan yang nan indah.
Sejak Tahun 2006 badan jalan tersebut telah diperlebar, kerjasama Pemkab Samosir dengan Pemprov Sumut. Sampai dengan akhir Tahun 2006, semua badan jalan Tele telah diperlebar menjadi 8 M dan sebagian besar telah diaspal Hotmix yaitu dibagian atas Tele dan Bagian bawah Pangururan. Namun bagian tengahnya belum sempat dyik bagian sampingnya dan belum sempat diaspal. Bagian tengah yang belum terbenahi inilah mengalami longsor dan pohon tumbang, gelindingan batu selama musim hujan belakangan ini.
Senin (1/11), hujan lebat dari pukul 18.00 WIB sampai Senin (2/11) dini hari , membuat banyak titik longsor beberapa batu dan pohon pinus yang besar menutupi badan jalan, termasuk Bupati Samosir sepulang perjalanan Dinas dari Jakarta dinihari tidak bisa melewati, terpaksa menginap dalam mobil bersama kendaraan lainnya dari Tele dan dari Pangururan. Untung Alat Berat milik Pemkab Samosir dan petugasnya segera mengangkut timbunan longsor yang dikerjakan sejak pukul 03.00 WIB dinihari dan baru berhasil pukul 05.30 WIB. Mobil Bupati dan kendaraan lainnya pun bisa lewat.
Berbagai komentar supir dan masyarakat yang terjebak, berharap agar bagian jalan tengah, yang sering longsor disetiap musim hujan kiranya segera dibenahi. Harapan kami agar lalulintas jalan darat lancar yang merupakan satu-satunya jalan darat yang menghubungkan Samosir dengan Pulau Sumatera dapat disiagakan oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Utara berupa Alat Berat yang ditempatkan di ruas jalan Tele – Pangururan karena sangat rawan longsor. (Rel/Rs)




Tidak ada komentar:

Posting Komentar