Rabu, 04 November 2009

Halaman 12


Saul Situmorang,SE.MSi :
Pemuda Tulangpunggung Pembangunan Memerangi Kemiskinan
Tarutung,Bonpas
Saul Situmorang,SE,MSi mengatakan, pemuda merupakan tulang punggung pembangunan memerangi kemiskinan. Oleh sebab itu, pemuda harus kreatif dan dinamis untuk mempersiapkan dirinya sebagai kader-kader pembangunan. Hal itu disampaikan dalam bagian ceramahnya pada Seminar Koperasi yang dilaksanakan Panitia Musyawarah Kabupaten Pemuda/KNPI Kabupaten Tapanuli Utara, Sabtu (31/10) di gedung Balai Data Bawah Jl. Sisingamangaraja Tarutung yang dihadiri utusan dari 23 OKP dan undangan lainnya.
Makalah berjudul Pemuda dan Peluang Peningkatan Ekonomi itu dikaitkan dengan Sumpah Pemuda tahun 1928, sebagai sebuah gerakan pemuda dengan semangat kebangsaan yang tinggi dan sangat berperan melahirkan kemerdekaan bangsa Indonesia tahun 1945. “Saya percaya akan kebulatan hati pemuda Indonesia yang percaya akan kesanggupannya berjuang dan menederita”ujar Saul Situmorang mengutip paparan Bung Hatta, pelopor Koperasi di Indonesia.
Sekaitan dengan itu, alumnus SekolahPasca Sarjana UGM Jogya ini mengatakan, Pemuda harus menyadari potensinya yang mampu merubah keterpurukan ekonomi Indonesia dengan penuh idealisme, berani berkorban, berani menderita dan menjadi pelopor perubahan social, ekonomi atau politik untuk kepentingan bangsa Indonesia yang maju.
Saul Situmorang menggarisbawahi, bahwa keberhasilan pembangunan suatu Negara atau daerah sangat tergantung pada empat factor utama, yakni kemampuan dan keterampilan SDM, jangkauan networking, penguasaan teknologi dan kekayaan sumber daya alam yang dimiliki. Oleh sebab itu, pemuda harus terus menerus mengasah ilmu pengetahuan yang dimiliki agar dapat memiliki SDM yang tinggi. Karena factor alam hanya memberikan andil 10% untuk keberhasilan pembangunan.
Dala kaitan pembangunan, Saul Situmorang menggambarkan perkembangan pembangunan  ekonomi daerah, sebagai sebuah peperangan melawan 2 jenis kemiskinan. Kemiskinan Natural, kemiskinan kelompok masyarakat karena tidak memiliki sumberdaya yang memadai, baik sumber daya alam, maupun sumber daya manusia maupun sumberdaya buatan. Sehingga mereka tidak ikut berperan aktif dalam pembangunan. “Kalaupun mereka ikut dalam pembangunan, mereka hanya mendapatkan imbalan pendapatan yang redah”ujar Situmorang.
Sementara kemiskinan Kultural menurut Staf Ahli Bupati Taput ini, mengacu pada sikap hidup seseorang atau masyarakat yang disebabkan oleh gaya hidup, kebiasaan dan kebudayaan mereka merasa kecukupan dan tidak merasa kekurangan. Kelompok ini tiak mudah diajak untuk berpartisipasi dalam pembangunan, tidak mudah untuk melakukanperubahan, menolak untuk mengikuti perkembangan dan tidak mau berusaha untuk memperbaiki tingkat kehidupannya.
“Oleh sebab itu, melalui forum ini saya mengajak pemuda di Tapanuli Utara untuk ikut memerangi kemiskinan, apakah itu kemiskinan natural ataupun cultural karena anda-andalah tulang pembangunan. Banyak hal yang dapat dilakukan oleh pemuda di Tapanuli Utara  untuk ikut serta meningkatkan perekonomian di daerah ini. Baik disektor pertanian, industri (agrobisnis), sector pariwisata, terutama melalui koperasi dan UKM”ujarnya.
Secara khusus Saul Situmorang menggambarkan, Credit Union (CU) merupakan sebuah cerminan koperasi atau usaha bersama yang konsisten melaksanakan peranannya berdasarkan kesadaran dan kepentingan anggota. “Seseorang yang ingin menjadi anggota CU harus terlebih dahulu diberikan pemahaman tentang system pelayanan CU, menyatakan kesediaan mengikuti peraturan CU. Setelah itu, barulah yang bersangkutan diterima menjadi anggota CU. Saya berharap agar Koperasi Pemuda Tapanuli Utara dapat menjadi koperasi yang bagus dan benar-benar bermanfaat untuk peningkatan ekonomi pemuda di daerah ini dan bermuara pada peningkatan kesejahteraan rakyat”ujar Saul.
Selain Saul Situmorang, seyogyanya Kadis Koperasi Taput Bertho Manalu akan ikut memberikan ceramah sekitar peranan koperas dalam peningkatan ekonomi. Namun tidak diketahui, kenapa Kadis Koperasi tidak hadir pada kesempatan yang sangat berharga bagi generasi muda Taput ini.(R.04/06).
Teks foto :
Saul Situmorang,SE,MSi  didampingi Ketua Koperasi Pemuda Taput  Jansen Simanjuntak dan Sekretaris Rudolf Sirait,SE,SH menyampaikan makalah di hadapan Pemuda/KNPI peserta Seminar Koperasi Pemuda hari Sabtu (31/10).(Foto:Marudut).


Sekelompok Warga Pahae Jae Bertindak  Ala Preman:
Walfred Nainggolan Dibogem Saat Melaksanakan Tugas Pemerintahan
Pahae, Bonpas
Bertindak ala preman, sekelompok warga Kecamatan Pahae Jae-Tapanuli Utara melakukan pemukulan terhadap seorang  aparat pemerintahan saat melaksakan tugas. Akibat  pemukulan itu, bagian wajah korban membengkak dan membiru. Korban tidak mengadu ke polisi  menunggu petunjuk atasan.
Peristiwa naas ini di alami Walfred Nainggolan staf pada kantor  Bappeda Tarutung-Tapanuli Utara. Hari itu, Kamis (29/10) dengan menggunakan  kenderaan roda dua, korban meluncur dati Tarutung menuju ke  Kecamatan  Purbatua untuk urusan dinas resmi.
Memasuki  kecamatan Purbatua  namun  masih wilayah kecamatan Pahae Jae atau persis mendekati jembatan belly, sekelompok warga terlihat oleh korban melaksanakan kegiatan gotongroyong. Menurut penuturan Walfred kepada Bonpas dikantor Bappeda Tarutung, Senin (2/11), seketika salah seorang  melakukan penyetopan, dan menodorkan  sejenis kotak sumbangan, Oleh Walfred  mencoba membuka dompet berencana  akan memberi semampunya.  Sesat akan menyerahkan Walfred berucap” inikan tidak paksaan bang” seketika orang  yang memegang kotak”amal”  melontarkan kata-kata kotor seraya  menyuruh Walfred melanjutkan perjalanan.
Sekira pukul 11.00 wib, Walfred Nainggolan  ketika hendak  kembali ke Tarutung usai bertugas dikantor camat Purbatua ditempat yang sama kembali distop oleh  salah seorang dari peserta gotongroyong. “ Beberapa diantara dari kelompok warga itu , tanpa ba,bi bu, langsung melakukan pemukulan dibagian kepala yang ditutupi helm.
Tidak puas hanya disitu salah seorang  diantara kawanan itu meninju  wajah tepat dibagian mata korban, seketika ,saya menunduk minta  ampun, namunpukulan dibagian tubuh kembali mendarat” urai Walfred Nainggolan seraya  memperlihat bagian wajah dekat mata masih membiru.
Kelompok warga yang berlakon ala preman itu, justru ada yang mengeluarkan kata-kata penghinaan kepada institusi pegawai negeri sipil (PNS).” Dang hasea hamu sude pegawai negeri,holan babi do hamu” ujar Walfred menirukan kata-kata kotor dari kelompok dalam bahasa daerah.
Setelah melalukan pemukulan,  saya dilepas begitu saja,seraya melontarkan kata-kata kotor. Saya  kembali dengan selamat tiba di Tarutung, sebut Walfred. Mendengar kejadianyang dialami Walfred beberapa temann sekantornya menyarankan agar Walfred memvisum memamr dibagian wajah. “Ya nani saya setelah melaporkan kejadian kepada bapak Sekda” ujar Walfred.
Walfred bertugas  ke Purbatua  resmi  membawa surat tugas,” saya  melakukan monitoring ke kecamatan Purbatua,ujarnya dan dibenarkan beberapa teman sekantor, saat wartawan menggali info, seraya korban membenarkan belum  melaporkan peristiiwa yang dialami ke pihak kepolisian. “saya tunggu petunjuk atasan lah dulu bang” imbuhnya.
Sebagai info kepada pimpinan pemerintahan di kecamatan Pahae Jae,agar menelusuri tindakan ala preman dari  sekelompok warga tersebut . Serta apakah juga  setiap melakukan gotongroyong ,upaya meminta sumbangan dari pengguna jalan menjadi kewajiban, ini perlu di tertibkan. (Marudut)

 Protes Pemilik Lahan Normalisasi Sungai Bombongan Purbatua Disesalkan
Tarutung,Bonpas
Ternyata masih ditemui  adanya   warga yang  belum menyadari arti dari pembangunan. Bahkan akibat dari sikap tidak terima,  ia mengadu ke polisi atas pengrusakan tanaman miliknya, keterlaluan. Pihak Polsek Pahae Jae telah memanggil pihak-pihak terkait.
Atas usulan masyarakat melalui  pemerintahan desa,  pemerintah kabupaten merespon dengan mengalokasikan dana  dan diplot dalam   Proyek Normalisasi Sungai. Masyarakat Desa Sibulanbulan  Kecamatan Purbatua, Tapanuli Utara ,awalnya merasa bangga dan terimakasih kepada pemerintah kabupaten  tetapi kemudian berbalik menjadi kesal namun kesal tidak kepada pemerintah tetapi kepada sesama warga.
Pasalnya oleh pemerintah kabupaten  melalui mitra kerja (rekanan) melaksanakan pekerjaan normalisasi sungai Bombongan Sibulanbulan hingga selesai. Oleh salah seorang warga bermarga Napitupulu disebut pemilik lahan  untuk normalisasi sungai keberatan  dan meminta agar  lahannya jangan dikorbankan bagi proyek tersebut.
Informasi yang diperoleh Bonpan, Alur sungai Bombongan pada titik tertentu sudah harus dinormalisasi, sebagai antisipasi terhadap bahaya banjir bagi salah satu dusun  hunian warga disekitar alur sungai. Dan atas kondisi demikianlah  pemerintahan desa membuat usulan kepada pemkab Taput dan ternyata disahuti secara positif  dengan menyedikan anggaran sesuai kebutuhan.
Oleh salah seorang rekanan dipercayakan melaksanakan proyek dimaksud,  sebelumnya telah dilakukan pematokan yang dihadiri petugas dan kepala desa setempat. Dalam pematokan itu untuk menentukan lahanmana yang akan dijadikan alur sungai yang baru. Untuk meluruskan alur sungai Bombongan sepanjang kurang lebih 20 meter panjang lahan harus dibentuk menjadi alur sungai . Dan itu sudah  selesai dikerjakan oleh rekanan.
Tidak berselang lama, salah seorang perantau bermarga Napitupul pulang kampung, dan melihat tanahnya yang selama ini terlantar (tarulang) dan hanya ditumbuhi semak belukar. Melihat lahanya sepanjang 20 meter ini telah dibentuk menjadi sungai mengajukan keberatan dan meminta agar dikembalikan seperti semula. Oleh pihak pemerintah melalui rekanan  mengembalikan kondisi sungai Bombongan karena tidak ditemui kesesuaian.
Berselang  kemudian, oleh pihak-pihak terkait  diantaranya instansi pengelola proyek dan p[ihak rekanan serta kepada desa setempat  menerima surat panggilan dari pihak kepolisian sector Pahae Jae.  Kepada  yang terpanggil dimintai datang ke Polsek untuk didengat keterangan sebagai saksi tentang terjadinya tindak pidana pengrusakan.
Warga setempat merasa heran, lahan yang sempat digunakan bagio normalisasi sungai Bombongan sudah dikemba;liken seperti semula, tetapi juga pemilik masih mengadukannya ke polsek ,itu keterlaluan namanya ujar salah seorang warga bermarga Sinaga kepada Bonpas yang berada di Pahae Jae. Sudah lahannya dikembalikan secara utuh malah  tega-teganya mengadu laghi ke pihak berwajib, tansa Sinaga. (R/06).  




Selamat dan Sukses
Atas terpilihnya
Kochler Pasaribu
Sebagai Kepala Desa Gonting Garoga Kec Garoga
Pada pemilihan Kepala Desa Selasa, 27 Oktober 2009
“ Semoga  menjadi pemimpin yang dapat mengayomi masyarakatnya”

Tarutung, 4 November 2009

Dari:
Martua Situmorang
Pemred MM Liputan Bona Pasogit
                        Alfonso Situmorang                                          Jalo Tua Lubis





Selamat dan Sukses
Kepada
Mindo Nurafni H. Nainggolan, SKep
Anak dari Alm Parlindungan Nainggolan/Asimauli Br Tobing
Atas keberhasilnannya memperoleh gelar Sarjana Keperawatan dari Universitas Sumatra Utara (USU) diwisuda Rektor USU Bapak Prof Chauruddin P. Lubis DTM& H SPA (K)
Pada hari Senin 26 Oktober 2009 di Audiotorium USU Medan

Tarutung, 4 November 2009

Dari:
-Keluarga Timbul Lumbantobing/ R Siahaan
-Yugo Herlanda Saputra Lumbantobing
-Odi Pebruanto Lumbantobing
-Surya Rezeki Lumbantobing
-Yohana Esterlita Lumbantobing
-Yemima Aprilia Lumbantyobing





Selamat dan Sukses
Kepada
Eduward Lumbantobing, SE
  Putra  Bapak Torang Lumbantobing/Ibu Elly br Manalu ( Bupati Tapanuli Utara)
Atas keberhasilannya meraih gelar Sarjana Ekonomi (SE) dari Universitas Sumatera Utara (USU)
Yang diwisuda oleh rektor USU Bapak. Prof Chairuddin P Lubis DTM&H, Sp.A(K)
Pada hari Senin, 26 Oktober 2009
“Semoga ilmu yang diperoleh  dapat diabdikan kepada Nusa dan Bangsa”
   Dari:
                 1.    Rudi Sitorus,S.Sos                    2.    Ny.R Sitorus/Br Nainggolan
                       Camat Pangaribuan                             Ketua TP PKK  Pangaribuan
                
     3.    Surti Simanjuntak                      4.   dr.Hendri Sitompul
           Ka.UPT.Kes Pangaribuan                 KUPT.Kes.Lumban Sinaga
    
     5.    Palmok Tambunan                     6.    Marsel Gultom
            Ka.UPT.KB/PKS                               Ka.UPT.Pasar
   
     7.    Timbul Pardede                          8.    Supandi Parapat
          Ka.UPT.Pendidikan                           Ka.UPT Pertanian
                     Dan Kepala Desa  se-Kecamatan Pangaribuan






Tidak ada komentar:

Posting Komentar