Saul Situmorang,SE.MSi :
Pemuda Tulangpunggung Pembangunan Memerangi Kemiskinan
Tarutung,Bonpas
Saul Situmorang,SE,MSi
mengatakan, pemuda merupakan tulang punggung pembangunan memerangi kemiskinan.
Oleh sebab itu, pemuda harus kreatif dan dinamis untuk mempersiapkan dirinya
sebagai kader-kader pembangunan. Hal itu disampaikan dalam bagian ceramahnya
pada Seminar Koperasi yang dilaksanakan Panitia Musyawarah Kabupaten
Pemuda/KNPI Kabupaten Tapanuli Utara, Sabtu (31/10) di gedung Balai Data Bawah
Jl. Sisingamangaraja Tarutung yang dihadiri utusan dari 23 OKP dan undangan
lainnya.
Makalah berjudul Pemuda dan
Peluang Peningkatan Ekonomi itu dikaitkan dengan Sumpah Pemuda tahun 1928,
sebagai sebuah gerakan pemuda dengan semangat kebangsaan yang tinggi dan sangat
berperan melahirkan kemerdekaan bangsa Indonesia tahun 1945. “Saya percaya akan
kebulatan hati pemuda Indonesia
yang percaya akan kesanggupannya berjuang dan menederita”ujar Saul Situmorang
mengutip paparan Bung Hatta, pelopor Koperasi di Indonesia.
Sekaitan dengan itu, alumnus
SekolahPasca Sarjana UGM Jogya ini mengatakan, Pemuda harus menyadari
potensinya yang mampu merubah keterpurukan ekonomi Indonesia dengan penuh
idealisme, berani berkorban, berani menderita dan menjadi pelopor perubahan social,
ekonomi atau politik untuk kepentingan bangsa Indonesia yang maju.
Saul Situmorang menggarisbawahi,
bahwa keberhasilan pembangunan suatu Negara atau daerah sangat tergantung pada
empat factor utama, yakni kemampuan dan keterampilan SDM, jangkauan networking,
penguasaan teknologi dan kekayaan sumber daya alam yang dimiliki. Oleh sebab
itu, pemuda harus terus menerus mengasah ilmu pengetahuan yang dimiliki agar
dapat memiliki SDM yang tinggi. Karena factor alam hanya memberikan andil 10%
untuk keberhasilan pembangunan.
Dala kaitan pembangunan, Saul
Situmorang menggambarkan perkembangan pembangunan ekonomi daerah, sebagai sebuah peperangan
melawan 2 jenis kemiskinan. Kemiskinan Natural, kemiskinan kelompok masyarakat
karena tidak memiliki sumberdaya yang memadai, baik sumber daya alam, maupun
sumber daya manusia maupun sumberdaya buatan. Sehingga mereka tidak ikut
berperan aktif dalam pembangunan. “Kalaupun mereka ikut dalam pembangunan,
mereka hanya mendapatkan imbalan pendapatan yang redah”ujar Situmorang.
Sementara kemiskinan Kultural
menurut Staf Ahli Bupati Taput ini, mengacu pada sikap hidup seseorang atau
masyarakat yang disebabkan oleh gaya hidup, kebiasaan dan kebudayaan mereka
merasa kecukupan dan tidak merasa kekurangan. Kelompok ini tiak mudah diajak
untuk berpartisipasi dalam pembangunan, tidak mudah untuk melakukanperubahan,
menolak untuk mengikuti perkembangan dan tidak mau berusaha untuk memperbaiki
tingkat kehidupannya.
“Oleh sebab itu, melalui forum
ini saya mengajak pemuda di Tapanuli Utara untuk ikut memerangi kemiskinan,
apakah itu kemiskinan natural ataupun cultural karena anda-andalah tulang
pembangunan. Banyak hal yang dapat dilakukan oleh pemuda di Tapanuli Utara untuk ikut serta meningkatkan perekonomian di
daerah ini. Baik disektor pertanian, industri (agrobisnis), sector pariwisata,
terutama melalui koperasi dan UKM”ujarnya.
Secara khusus Saul Situmorang
menggambarkan, Credit Union (CU) merupakan sebuah cerminan koperasi atau usaha
bersama yang konsisten melaksanakan peranannya berdasarkan kesadaran dan kepentingan
anggota. “Seseorang yang ingin menjadi anggota CU harus terlebih dahulu
diberikan pemahaman tentang system pelayanan CU, menyatakan kesediaan mengikuti
peraturan CU. Setelah itu, barulah yang bersangkutan diterima menjadi anggota
CU. Saya berharap agar Koperasi Pemuda Tapanuli Utara dapat menjadi koperasi
yang bagus dan benar-benar bermanfaat untuk peningkatan ekonomi pemuda di
daerah ini dan bermuara pada peningkatan kesejahteraan rakyat”ujar Saul.
Selain Saul Situmorang,
seyogyanya Kadis Koperasi Taput Bertho Manalu akan ikut memberikan ceramah
sekitar peranan koperas dalam peningkatan ekonomi. Namun tidak diketahui,
kenapa Kadis Koperasi tidak hadir pada kesempatan yang sangat berharga bagi
generasi muda Taput ini.(R.04/06).
Teks foto :
Saul Situmorang,SE,MSi didampingi Ketua Koperasi Pemuda Taput Jansen Simanjuntak dan Sekretaris Rudolf
Sirait,SE,SH menyampaikan makalah di hadapan Pemuda/KNPI peserta Seminar
Koperasi Pemuda hari Sabtu (31/10).(Foto:Marudut).
Sekelompok Warga
Pahae Jae Bertindak Ala
Preman:
Walfred Nainggolan Dibogem Saat Melaksanakan Tugas Pemerintahan
Walfred Nainggolan Dibogem Saat Melaksanakan Tugas Pemerintahan
Pahae, Bonpas
Bertindak ala preman, sekelompok warga Kecamatan Pahae
Jae-Tapanuli Utara melakukan pemukulan terhadap seorang aparat
pemerintahan saat melaksakan tugas. Akibat pemukulan itu, bagian wajah
korban membengkak dan membiru. Korban tidak mengadu ke polisi menunggu
petunjuk atasan.
Peristiwa naas ini di alami Walfred Nainggolan staf pada kantor Bappeda Tarutung-Tapanuli Utara. Hari itu, Kamis (29/10) dengan menggunakan kenderaan roda dua, korban meluncur dati Tarutung menuju ke Kecamatan Purbatua untuk urusan dinas resmi.
Memasuki kecamatan Purbatua namun masih wilayah kecamatan Pahae Jae atau persis mendekati jembatan belly, sekelompok warga terlihat oleh korban melaksanakan kegiatan gotongroyong. Menurut penuturan Walfred kepada Bonpas dikantor Bappeda Tarutung, Senin (2/11), seketika salah seorang melakukan penyetopan, dan menodorkan sejenis kotak sumbangan, Oleh Walfred mencoba membuka dompet berencana akan memberi semampunya. Sesat akan menyerahkan Walfred berucap” inikan tidak paksaan bang” seketika orang yang memegang kotak”amal” melontarkan kata-kata kotor seraya menyuruh Walfred melanjutkan perjalanan.
Sekira pukul 11.00 wib, Walfred Nainggolan ketika hendak kembali ke Tarutung usai bertugas dikantor camat Purbatua ditempat yang sama kembali distop oleh salah seorang dari peserta gotongroyong. “ Beberapa diantara dari kelompok warga itu , tanpa ba,bi bu, langsung melakukan pemukulan dibagian kepala yang ditutupi helm.
Tidak puas hanya disitu salah seorang diantara kawanan itu meninju wajah tepat dibagian mata korban, seketika ,saya menunduk minta ampun, namunpukulan dibagian tubuh kembali mendarat” urai Walfred Nainggolan seraya memperlihat bagian wajah dekat mata masih membiru.
Kelompok warga yang berlakon ala preman itu, justru ada yang mengeluarkan kata-kata penghinaan kepada institusi pegawai negeri sipil (PNS).” Dang hasea hamu sude pegawai negeri,holan babi do hamu” ujar Walfred menirukan kata-kata kotor dari kelompok dalam bahasa daerah.
Setelah melalukan pemukulan, saya dilepas begitu saja,seraya melontarkan kata-kata kotor. Saya kembali dengan selamat tiba di Tarutung, sebut Walfred. Mendengar kejadianyang dialami Walfred beberapa temann sekantornya menyarankan agar Walfred memvisum memamr dibagian wajah. “Ya nani saya setelah melaporkan kejadian kepada bapak Sekda” ujar Walfred.
Walfred bertugas ke Purbatua resmi membawasurat tugas,” saya melakukan monitoring
ke kecamatan Purbatua,ujarnya dan dibenarkan beberapa teman sekantor, saat
wartawan menggali info, seraya korban membenarkan belum melaporkan
peristiiwa yang dialami ke pihak kepolisian. “saya tunggu petunjuk atasan lah
dulu bang” imbuhnya.
Sebagai info kepada pimpinan pemerintahan di kecamatan Pahae Jae,agar menelusuri tindakan ala preman dari sekelompok warga tersebut . Serta apakah juga setiap melakukan gotongroyong ,upaya meminta sumbangan dari pengguna jalan menjadi kewajiban, ini perlu di tertibkan. (Marudut)
Peristiwa naas ini di alami Walfred Nainggolan staf pada kantor Bappeda Tarutung-Tapanuli Utara. Hari itu, Kamis (29/10) dengan menggunakan kenderaan roda dua, korban meluncur dati Tarutung menuju ke Kecamatan Purbatua untuk urusan dinas resmi.
Memasuki kecamatan Purbatua namun masih wilayah kecamatan Pahae Jae atau persis mendekati jembatan belly, sekelompok warga terlihat oleh korban melaksanakan kegiatan gotongroyong. Menurut penuturan Walfred kepada Bonpas dikantor Bappeda Tarutung, Senin (2/11), seketika salah seorang melakukan penyetopan, dan menodorkan sejenis kotak sumbangan, Oleh Walfred mencoba membuka dompet berencana akan memberi semampunya. Sesat akan menyerahkan Walfred berucap” inikan tidak paksaan bang” seketika orang yang memegang kotak”amal” melontarkan kata-kata kotor seraya menyuruh Walfred melanjutkan perjalanan.
Sekira pukul 11.00 wib, Walfred Nainggolan ketika hendak kembali ke Tarutung usai bertugas dikantor camat Purbatua ditempat yang sama kembali distop oleh salah seorang dari peserta gotongroyong. “ Beberapa diantara dari kelompok warga itu , tanpa ba,bi bu, langsung melakukan pemukulan dibagian kepala yang ditutupi helm.
Tidak puas hanya disitu salah seorang diantara kawanan itu meninju wajah tepat dibagian mata korban, seketika ,saya menunduk minta ampun, namunpukulan dibagian tubuh kembali mendarat” urai Walfred Nainggolan seraya memperlihat bagian wajah dekat mata masih membiru.
Kelompok warga yang berlakon ala preman itu, justru ada yang mengeluarkan kata-kata penghinaan kepada institusi pegawai negeri sipil (PNS).” Dang hasea hamu sude pegawai negeri,holan babi do hamu” ujar Walfred menirukan kata-kata kotor dari kelompok dalam bahasa daerah.
Setelah melalukan pemukulan, saya dilepas begitu saja,seraya melontarkan kata-kata kotor. Saya kembali dengan selamat tiba di Tarutung, sebut Walfred. Mendengar kejadianyang dialami Walfred beberapa temann sekantornya menyarankan agar Walfred memvisum memamr dibagian wajah. “Ya nani saya setelah melaporkan kejadian kepada bapak Sekda” ujar Walfred.
Walfred bertugas ke Purbatua resmi membawa
Sebagai info kepada pimpinan pemerintahan di kecamatan Pahae Jae,agar menelusuri tindakan ala preman dari sekelompok warga tersebut . Serta apakah juga setiap melakukan gotongroyong ,upaya meminta sumbangan dari pengguna jalan menjadi kewajiban, ini perlu di tertibkan. (Marudut)
Protes Pemilik
Lahan Normalisasi Sungai Bombongan Purbatua Disesalkan
Tarutung,Bonpas
Ternyata masih ditemui
adanya warga yang belum menyadari arti dari pembangunan. Bahkan
akibat dari sikap tidak terima, ia
mengadu ke polisi atas pengrusakan tanaman miliknya, keterlaluan. Pihak Polsek
Pahae Jae telah memanggil pihak-pihak terkait.
Atas usulan masyarakat melalui pemerintahan desa, pemerintah kabupaten merespon dengan
mengalokasikan dana dan diplot dalam Proyek Normalisasi Sungai. Masyarakat Desa
Sibulanbulan Kecamatan Purbatua,
Tapanuli Utara ,awalnya merasa bangga dan terimakasih kepada pemerintah
kabupaten tetapi kemudian berbalik
menjadi kesal namun kesal tidak kepada pemerintah tetapi kepada sesama warga.
Pasalnya oleh pemerintah kabupaten melalui mitra kerja (rekanan) melaksanakan
pekerjaan normalisasi sungai Bombongan Sibulanbulan hingga selesai. Oleh salah
seorang warga bermarga Napitupulu disebut pemilik lahan untuk normalisasi sungai keberatan dan meminta agar lahannya jangan dikorbankan bagi proyek
tersebut.
Informasi yang diperoleh Bonpan, Alur sungai Bombongan pada
titik tertentu sudah harus dinormalisasi, sebagai antisipasi terhadap bahaya
banjir bagi salah satu dusun hunian
warga disekitar alur sungai. Dan atas kondisi demikianlah pemerintahan desa membuat usulan kepada
pemkab Taput dan ternyata disahuti secara positif dengan menyedikan anggaran sesuai kebutuhan.
Oleh salah seorang rekanan dipercayakan melaksanakan proyek
dimaksud, sebelumnya telah dilakukan
pematokan yang dihadiri petugas dan kepala desa setempat. Dalam pematokan itu
untuk menentukan lahanmana yang akan dijadikan alur sungai yang baru. Untuk
meluruskan alur sungai Bombongan sepanjang kurang lebih 20 meter panjang lahan
harus dibentuk menjadi alur sungai . Dan itu sudah selesai dikerjakan oleh rekanan.
Tidak berselang lama, salah seorang perantau bermarga
Napitupul pulang kampung, dan melihat tanahnya yang selama ini terlantar
(tarulang) dan hanya ditumbuhi semak belukar. Melihat lahanya sepanjang 20
meter ini telah dibentuk menjadi sungai mengajukan keberatan dan meminta agar
dikembalikan seperti semula. Oleh pihak pemerintah melalui rekanan mengembalikan kondisi sungai Bombongan karena
tidak ditemui kesesuaian.
Berselang kemudian,
oleh pihak-pihak terkait diantaranya
instansi pengelola proyek dan p[ihak rekanan serta kepada desa setempat menerima surat panggilan dari pihak kepolisian sector
Pahae Jae. Kepada yang terpanggil dimintai datang ke Polsek
untuk didengat keterangan sebagai saksi tentang terjadinya tindak pidana
pengrusakan.
Warga setempat merasa heran, lahan yang sempat digunakan
bagio normalisasi sungai Bombongan sudah dikemba;liken seperti semula, tetapi
juga pemilik masih mengadukannya ke polsek ,itu keterlaluan namanya ujar salah
seorang warga bermarga Sinaga kepada Bonpas yang berada di Pahae Jae. Sudah
lahannya dikembalikan secara utuh malah
tega-teganya mengadu laghi ke pihak berwajib, tansa Sinaga. (R/06).
Selamat dan Sukses
Atas terpilihnya
Kochler
Pasaribu
Sebagai Kepala Desa
Gonting Garoga Kec Garoga
Pada pemilihan Kepala
Desa Selasa, 27 Oktober 2009
“ Semoga menjadi pemimpin yang dapat mengayomi
masyarakatnya”
Tarutung, 4 November
2009
Dari:
Martua Situmorang
Pemred MM Liputan
Bona Pasogit
Alfonso
Situmorang Jalo
Tua Lubis
Selamat dan Sukses
Kepada
Mindo Nurafni H. Nainggolan, SKep
Anak dari Alm Parlindungan
Nainggolan/Asimauli Br Tobing
Atas keberhasilnannya
memperoleh gelar Sarjana Keperawatan dari Universitas Sumatra Utara (USU)
diwisuda Rektor USU Bapak Prof
Chauruddin P. Lubis DTM& H SPA (K)
Pada hari Senin 26
Oktober 2009 di Audiotorium USU Medan
Tarutung, 4 November
2009
Dari:
-Keluarga
Timbul Lumbantobing/ R Siahaan
-Yugo
Herlanda Saputra Lumbantobing
-Odi
Pebruanto Lumbantobing
-Surya Rezeki
Lumbantobing
-Yohana
Esterlita Lumbantobing
-Yemima
Aprilia Lumbantyobing
Selamat dan Sukses
Kepada
Eduward Lumbantobing, SE
Putra
Bapak Torang Lumbantobing/Ibu Elly br Manalu ( Bupati Tapanuli Utara)
Atas keberhasilannya
meraih gelar Sarjana Ekonomi (SE)
dari Universitas Sumatera Utara (USU)
Yang diwisuda oleh
rektor USU Bapak. Prof Chairuddin P
Lubis DTM&H, Sp.A(K)
Pada hari Senin, 26
Oktober 2009
“Semoga ilmu yang
diperoleh dapat diabdikan kepada Nusa
dan Bangsa”
Dari:
1. Rudi Sitorus,S.Sos 2. Ny.R Sitorus/Br Nainggolan
Camat Pangaribuan Ketua TP PKK Pangaribuan
3.
Surti Simanjuntak
4. dr.Hendri Sitompul
Ka.UPT.Kes Pangaribuan KUPT.Kes.Lumban Sinaga
5.
Palmok Tambunan
6. Marsel Gultom
Ka.UPT.KB/PKS Ka.UPT.Pasar
7.
Timbul Pardede
8. Supandi Parapat
Ka.UPT.Pendidikan Ka.UPT Pertanian
Dan Kepala Desa se-Kecamatan Pangaribuan

Tidak ada komentar:
Posting Komentar