Rabu, 04 November 2009

Foto Halaman 12



Saul Situmorang,SE,MSi  didampingi Ketua Koperasi Pemuda Taput  Jansen Simanjuntak dan Sekretaris Rudolf Sirait,SE,SH menyampaikan makalah di hadapan Pemuda/KNPI peserta Seminar Koperasi Pemuda hari Sabtu (31/10).(Foto:Marudut).



Halaman 12


Saul Situmorang,SE.MSi :
Pemuda Tulangpunggung Pembangunan Memerangi Kemiskinan
Tarutung,Bonpas
Saul Situmorang,SE,MSi mengatakan, pemuda merupakan tulang punggung pembangunan memerangi kemiskinan. Oleh sebab itu, pemuda harus kreatif dan dinamis untuk mempersiapkan dirinya sebagai kader-kader pembangunan. Hal itu disampaikan dalam bagian ceramahnya pada Seminar Koperasi yang dilaksanakan Panitia Musyawarah Kabupaten Pemuda/KNPI Kabupaten Tapanuli Utara, Sabtu (31/10) di gedung Balai Data Bawah Jl. Sisingamangaraja Tarutung yang dihadiri utusan dari 23 OKP dan undangan lainnya.
Makalah berjudul Pemuda dan Peluang Peningkatan Ekonomi itu dikaitkan dengan Sumpah Pemuda tahun 1928, sebagai sebuah gerakan pemuda dengan semangat kebangsaan yang tinggi dan sangat berperan melahirkan kemerdekaan bangsa Indonesia tahun 1945. “Saya percaya akan kebulatan hati pemuda Indonesia yang percaya akan kesanggupannya berjuang dan menederita”ujar Saul Situmorang mengutip paparan Bung Hatta, pelopor Koperasi di Indonesia.
Sekaitan dengan itu, alumnus SekolahPasca Sarjana UGM Jogya ini mengatakan, Pemuda harus menyadari potensinya yang mampu merubah keterpurukan ekonomi Indonesia dengan penuh idealisme, berani berkorban, berani menderita dan menjadi pelopor perubahan social, ekonomi atau politik untuk kepentingan bangsa Indonesia yang maju.
Saul Situmorang menggarisbawahi, bahwa keberhasilan pembangunan suatu Negara atau daerah sangat tergantung pada empat factor utama, yakni kemampuan dan keterampilan SDM, jangkauan networking, penguasaan teknologi dan kekayaan sumber daya alam yang dimiliki. Oleh sebab itu, pemuda harus terus menerus mengasah ilmu pengetahuan yang dimiliki agar dapat memiliki SDM yang tinggi. Karena factor alam hanya memberikan andil 10% untuk keberhasilan pembangunan.
Dala kaitan pembangunan, Saul Situmorang menggambarkan perkembangan pembangunan  ekonomi daerah, sebagai sebuah peperangan melawan 2 jenis kemiskinan. Kemiskinan Natural, kemiskinan kelompok masyarakat karena tidak memiliki sumberdaya yang memadai, baik sumber daya alam, maupun sumber daya manusia maupun sumberdaya buatan. Sehingga mereka tidak ikut berperan aktif dalam pembangunan. “Kalaupun mereka ikut dalam pembangunan, mereka hanya mendapatkan imbalan pendapatan yang redah”ujar Situmorang.
Sementara kemiskinan Kultural menurut Staf Ahli Bupati Taput ini, mengacu pada sikap hidup seseorang atau masyarakat yang disebabkan oleh gaya hidup, kebiasaan dan kebudayaan mereka merasa kecukupan dan tidak merasa kekurangan. Kelompok ini tiak mudah diajak untuk berpartisipasi dalam pembangunan, tidak mudah untuk melakukanperubahan, menolak untuk mengikuti perkembangan dan tidak mau berusaha untuk memperbaiki tingkat kehidupannya.
“Oleh sebab itu, melalui forum ini saya mengajak pemuda di Tapanuli Utara untuk ikut memerangi kemiskinan, apakah itu kemiskinan natural ataupun cultural karena anda-andalah tulang pembangunan. Banyak hal yang dapat dilakukan oleh pemuda di Tapanuli Utara  untuk ikut serta meningkatkan perekonomian di daerah ini. Baik disektor pertanian, industri (agrobisnis), sector pariwisata, terutama melalui koperasi dan UKM”ujarnya.
Secara khusus Saul Situmorang menggambarkan, Credit Union (CU) merupakan sebuah cerminan koperasi atau usaha bersama yang konsisten melaksanakan peranannya berdasarkan kesadaran dan kepentingan anggota. “Seseorang yang ingin menjadi anggota CU harus terlebih dahulu diberikan pemahaman tentang system pelayanan CU, menyatakan kesediaan mengikuti peraturan CU. Setelah itu, barulah yang bersangkutan diterima menjadi anggota CU. Saya berharap agar Koperasi Pemuda Tapanuli Utara dapat menjadi koperasi yang bagus dan benar-benar bermanfaat untuk peningkatan ekonomi pemuda di daerah ini dan bermuara pada peningkatan kesejahteraan rakyat”ujar Saul.
Selain Saul Situmorang, seyogyanya Kadis Koperasi Taput Bertho Manalu akan ikut memberikan ceramah sekitar peranan koperas dalam peningkatan ekonomi. Namun tidak diketahui, kenapa Kadis Koperasi tidak hadir pada kesempatan yang sangat berharga bagi generasi muda Taput ini.(R.04/06).
Teks foto :
Saul Situmorang,SE,MSi  didampingi Ketua Koperasi Pemuda Taput  Jansen Simanjuntak dan Sekretaris Rudolf Sirait,SE,SH menyampaikan makalah di hadapan Pemuda/KNPI peserta Seminar Koperasi Pemuda hari Sabtu (31/10).(Foto:Marudut).


Sekelompok Warga Pahae Jae Bertindak  Ala Preman:
Walfred Nainggolan Dibogem Saat Melaksanakan Tugas Pemerintahan
Pahae, Bonpas
Bertindak ala preman, sekelompok warga Kecamatan Pahae Jae-Tapanuli Utara melakukan pemukulan terhadap seorang  aparat pemerintahan saat melaksakan tugas. Akibat  pemukulan itu, bagian wajah korban membengkak dan membiru. Korban tidak mengadu ke polisi  menunggu petunjuk atasan.
Peristiwa naas ini di alami Walfred Nainggolan staf pada kantor  Bappeda Tarutung-Tapanuli Utara. Hari itu, Kamis (29/10) dengan menggunakan  kenderaan roda dua, korban meluncur dati Tarutung menuju ke  Kecamatan  Purbatua untuk urusan dinas resmi.
Memasuki  kecamatan Purbatua  namun  masih wilayah kecamatan Pahae Jae atau persis mendekati jembatan belly, sekelompok warga terlihat oleh korban melaksanakan kegiatan gotongroyong. Menurut penuturan Walfred kepada Bonpas dikantor Bappeda Tarutung, Senin (2/11), seketika salah seorang  melakukan penyetopan, dan menodorkan  sejenis kotak sumbangan, Oleh Walfred  mencoba membuka dompet berencana  akan memberi semampunya.  Sesat akan menyerahkan Walfred berucap” inikan tidak paksaan bang” seketika orang  yang memegang kotak”amal”  melontarkan kata-kata kotor seraya  menyuruh Walfred melanjutkan perjalanan.
Sekira pukul 11.00 wib, Walfred Nainggolan  ketika hendak  kembali ke Tarutung usai bertugas dikantor camat Purbatua ditempat yang sama kembali distop oleh  salah seorang dari peserta gotongroyong. “ Beberapa diantara dari kelompok warga itu , tanpa ba,bi bu, langsung melakukan pemukulan dibagian kepala yang ditutupi helm.
Tidak puas hanya disitu salah seorang  diantara kawanan itu meninju  wajah tepat dibagian mata korban, seketika ,saya menunduk minta  ampun, namunpukulan dibagian tubuh kembali mendarat” urai Walfred Nainggolan seraya  memperlihat bagian wajah dekat mata masih membiru.
Kelompok warga yang berlakon ala preman itu, justru ada yang mengeluarkan kata-kata penghinaan kepada institusi pegawai negeri sipil (PNS).” Dang hasea hamu sude pegawai negeri,holan babi do hamu” ujar Walfred menirukan kata-kata kotor dari kelompok dalam bahasa daerah.
Setelah melalukan pemukulan,  saya dilepas begitu saja,seraya melontarkan kata-kata kotor. Saya  kembali dengan selamat tiba di Tarutung, sebut Walfred. Mendengar kejadianyang dialami Walfred beberapa temann sekantornya menyarankan agar Walfred memvisum memamr dibagian wajah. “Ya nani saya setelah melaporkan kejadian kepada bapak Sekda” ujar Walfred.
Walfred bertugas  ke Purbatua  resmi  membawa surat tugas,” saya  melakukan monitoring ke kecamatan Purbatua,ujarnya dan dibenarkan beberapa teman sekantor, saat wartawan menggali info, seraya korban membenarkan belum  melaporkan peristiiwa yang dialami ke pihak kepolisian. “saya tunggu petunjuk atasan lah dulu bang” imbuhnya.
Sebagai info kepada pimpinan pemerintahan di kecamatan Pahae Jae,agar menelusuri tindakan ala preman dari  sekelompok warga tersebut . Serta apakah juga  setiap melakukan gotongroyong ,upaya meminta sumbangan dari pengguna jalan menjadi kewajiban, ini perlu di tertibkan. (Marudut)

 Protes Pemilik Lahan Normalisasi Sungai Bombongan Purbatua Disesalkan
Tarutung,Bonpas
Ternyata masih ditemui  adanya   warga yang  belum menyadari arti dari pembangunan. Bahkan akibat dari sikap tidak terima,  ia mengadu ke polisi atas pengrusakan tanaman miliknya, keterlaluan. Pihak Polsek Pahae Jae telah memanggil pihak-pihak terkait.
Atas usulan masyarakat melalui  pemerintahan desa,  pemerintah kabupaten merespon dengan mengalokasikan dana  dan diplot dalam   Proyek Normalisasi Sungai. Masyarakat Desa Sibulanbulan  Kecamatan Purbatua, Tapanuli Utara ,awalnya merasa bangga dan terimakasih kepada pemerintah kabupaten  tetapi kemudian berbalik menjadi kesal namun kesal tidak kepada pemerintah tetapi kepada sesama warga.
Pasalnya oleh pemerintah kabupaten  melalui mitra kerja (rekanan) melaksanakan pekerjaan normalisasi sungai Bombongan Sibulanbulan hingga selesai. Oleh salah seorang warga bermarga Napitupulu disebut pemilik lahan  untuk normalisasi sungai keberatan  dan meminta agar  lahannya jangan dikorbankan bagi proyek tersebut.
Informasi yang diperoleh Bonpan, Alur sungai Bombongan pada titik tertentu sudah harus dinormalisasi, sebagai antisipasi terhadap bahaya banjir bagi salah satu dusun  hunian warga disekitar alur sungai. Dan atas kondisi demikianlah  pemerintahan desa membuat usulan kepada pemkab Taput dan ternyata disahuti secara positif  dengan menyedikan anggaran sesuai kebutuhan.
Oleh salah seorang rekanan dipercayakan melaksanakan proyek dimaksud,  sebelumnya telah dilakukan pematokan yang dihadiri petugas dan kepala desa setempat. Dalam pematokan itu untuk menentukan lahanmana yang akan dijadikan alur sungai yang baru. Untuk meluruskan alur sungai Bombongan sepanjang kurang lebih 20 meter panjang lahan harus dibentuk menjadi alur sungai . Dan itu sudah  selesai dikerjakan oleh rekanan.
Tidak berselang lama, salah seorang perantau bermarga Napitupul pulang kampung, dan melihat tanahnya yang selama ini terlantar (tarulang) dan hanya ditumbuhi semak belukar. Melihat lahanya sepanjang 20 meter ini telah dibentuk menjadi sungai mengajukan keberatan dan meminta agar dikembalikan seperti semula. Oleh pihak pemerintah melalui rekanan  mengembalikan kondisi sungai Bombongan karena tidak ditemui kesesuaian.
Berselang  kemudian, oleh pihak-pihak terkait  diantaranya instansi pengelola proyek dan p[ihak rekanan serta kepada desa setempat  menerima surat panggilan dari pihak kepolisian sector Pahae Jae.  Kepada  yang terpanggil dimintai datang ke Polsek untuk didengat keterangan sebagai saksi tentang terjadinya tindak pidana pengrusakan.
Warga setempat merasa heran, lahan yang sempat digunakan bagio normalisasi sungai Bombongan sudah dikemba;liken seperti semula, tetapi juga pemilik masih mengadukannya ke polsek ,itu keterlaluan namanya ujar salah seorang warga bermarga Sinaga kepada Bonpas yang berada di Pahae Jae. Sudah lahannya dikembalikan secara utuh malah  tega-teganya mengadu laghi ke pihak berwajib, tansa Sinaga. (R/06).  




Selamat dan Sukses
Atas terpilihnya
Kochler Pasaribu
Sebagai Kepala Desa Gonting Garoga Kec Garoga
Pada pemilihan Kepala Desa Selasa, 27 Oktober 2009
“ Semoga  menjadi pemimpin yang dapat mengayomi masyarakatnya”

Tarutung, 4 November 2009

Dari:
Martua Situmorang
Pemred MM Liputan Bona Pasogit
                        Alfonso Situmorang                                          Jalo Tua Lubis





Selamat dan Sukses
Kepada
Mindo Nurafni H. Nainggolan, SKep
Anak dari Alm Parlindungan Nainggolan/Asimauli Br Tobing
Atas keberhasilnannya memperoleh gelar Sarjana Keperawatan dari Universitas Sumatra Utara (USU) diwisuda Rektor USU Bapak Prof Chauruddin P. Lubis DTM& H SPA (K)
Pada hari Senin 26 Oktober 2009 di Audiotorium USU Medan

Tarutung, 4 November 2009

Dari:
-Keluarga Timbul Lumbantobing/ R Siahaan
-Yugo Herlanda Saputra Lumbantobing
-Odi Pebruanto Lumbantobing
-Surya Rezeki Lumbantobing
-Yohana Esterlita Lumbantobing
-Yemima Aprilia Lumbantyobing





Selamat dan Sukses
Kepada
Eduward Lumbantobing, SE
  Putra  Bapak Torang Lumbantobing/Ibu Elly br Manalu ( Bupati Tapanuli Utara)
Atas keberhasilannya meraih gelar Sarjana Ekonomi (SE) dari Universitas Sumatera Utara (USU)
Yang diwisuda oleh rektor USU Bapak. Prof Chairuddin P Lubis DTM&H, Sp.A(K)
Pada hari Senin, 26 Oktober 2009
“Semoga ilmu yang diperoleh  dapat diabdikan kepada Nusa dan Bangsa”
   Dari:
                 1.    Rudi Sitorus,S.Sos                    2.    Ny.R Sitorus/Br Nainggolan
                       Camat Pangaribuan                             Ketua TP PKK  Pangaribuan
                
     3.    Surti Simanjuntak                      4.   dr.Hendri Sitompul
           Ka.UPT.Kes Pangaribuan                 KUPT.Kes.Lumban Sinaga
    
     5.    Palmok Tambunan                     6.    Marsel Gultom
            Ka.UPT.KB/PKS                               Ka.UPT.Pasar
   
     7.    Timbul Pardede                          8.    Supandi Parapat
          Ka.UPT.Pendidikan                           Ka.UPT Pertanian
                     Dan Kepala Desa  se-Kecamatan Pangaribuan






Foto 2



Wakil Bupati Dairi Irwansyah Pasi SH pimpin penutupan Diklat Satpol PP tahun 2009. Wakil Bupati sedang  menerima perwakilan siswa satpol PP Jepri Adi Lubis dan Dedy Simbolon untuk di lepas kartu tanda peserta diklat Senin.(Foto:Honongan)


Foto Toluto



Warga Simangumban melalui tokoh masyarakat  menyerahkan ulos kepada bupati Taput dan Ibu Elly Toluto sebagai ungkapan rasa syukur atas  kunjungan menghadiri kegiatan pentas seni, serta sebagai bentuk dukungan bersama membangun Bonapasogit. Pada kesempatan itu Bupati mengajak masyarakat untuk bersatu, yang lalu biarlah berlalu. (foto:marudut/ Bonpas)


Halaman 1


TAROPONG :
Kita harus ingat pesan Pak Bupati Taput, yang lalu biarlah berlalu. Artinya, jangan memelihara dendam.




PDIP Bermasalah, Penetapan Pimpinan Defenitif DPRD Taput Ditunda
-         Ir. Ottoniyer Simanjuntak Mendapat Dukungan dari DPP, DPC Protes
 
      
Tarutung , Bonpas

Munculnya dua surat berbeda dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Paripurna khusus DPRD  Taput  terhadap agenda  penetapan  pimpinan defenitip ditunda untuk beberapa hari. Hal itu disampaikan FL Fernando Simanjuntak SH,MH dan Bernat Situmeang,BE   Pimpinan Sementara DPRD Taput kepada wartawan.  “Dalam sidang paripurna khusus,hari Jumat (30/10.Red.) belum menghasilkan pimpinan defenitif”, tandasnya.
Sesuai hasil Pileg  2009 dan ketentuan yang berlaku, ada tiga parpol di Taput yang yang berhak mengunsulkan kadernya untuk menduduki pimpinan DPRD yakni Partai Golkar sebagai pemenang pertama, Partai Demokrat diurutan kedua dan ketiga peraih suara terbanyak adalah PDIP. Dua diantara 3 prapol diatas seyogyanya mengusulkan satu nama untuk duduk menjadi unsur pimpinan sementara. Namun dari PDIP ada dua surat, satu surat untuk mengusulkan nama pimpinan dan surat kedua  membatalkan surat usulan pertama. Kondisi ini memunculkan  pro dan kontra terhadap dua  Surat keputusan (SK) yang berbeda.
Akibatnya, Sidang Paripurna DPRD tersebut diskors dengan alasan partai PDIP belum bisa memutuskan satu orang calon untuk ditetapkan menjadi pimpinan Defenitif yang nantinya akan dikirim langsung kepada Gubernur Sumatera Utara.
Ir Ottonyer Simanjuntak yang sudah mempunyai SK dari DPP PDIP untuk ditetapkan menjadi pimpinan defenitif DPRD Taput dan bahkan SK nya sudah diterima oleh pimpinan sementara DPRD Taput FL. Fernando Simanjuntak, SH MH belum disetujui oleh Ketua DPC PDIP Taput Bangkit P Silaban, SE yang mencalonkan Tiur Kalima Purba  menjadi pimpinan Defenitif dari partai PDIP.
 32  Anggota DPRD Taput diluar 3 orang dari PDIP berharap pada paripurna hari Jumat (30/10)  tersebut sudah akan terbentuk pimpinan defenitip, tetapi ternyata hasilnya jauh dari harapan. Bahkan terkesan kecewa karena  begitu  banyak waktu yang diulur-ulur hanya untuk menetapkan Pimpinan Defenitif. “Bukan kecewa, tetapi  kita harus toleran karena ini untuk kepentingan lembaga” ujar Tombang Marbun SE anggota DPRD dari Partai Merdeka, tkepada wartawan.

Poltak Pakpahan yang sudah ditetapkan sebagai Ketua Fraksi PDIP,  disebut sebut menjadi mediator untuk menyelesaikan konflik internal atas munculnya dua surat yang bermasalah itu. “Kami sepakat untuk tidak sepakat dalam Paripurna ini, saya diminta menjadi mediator antara Ottonyer dan Bangkit P Silaban selaku Ketua Partai di Kabupaten Taput sesuai arahan dari pelaksana harian DPD PDIP Sumut Pak Panda Nababan”  ujar Poltak .
FL Fernando Simanjuntak SH,MH mengakui, Poltak Pakpahan sedang melakukan perannya sebagai mediator. ”Ia, saudara Poltak Pakpahan menjadi mediator untuk menyelesaikan masalah tersebut”, tandas nya usai Sidang.

Masih dalam menanggapi  masalah  dalam paripurna, FL Fernando Simanjuntak, SH MH  dalam persidangan meminta persetujuan dari flor untuk menunda sidang, “Ada yang setuju dan yang tidak. Sebagai pimpinan sementara   kita selalu berupaya membuat yang terbaik atau selalu elegan  tanpa harus mengesampingkan kebersamaan, kita  bekerja untuk kepentingan rakyat, dan memiliki sifat saling menghormati untuk menggapai tujuan  bersama”.

Saya tau, kita ini sama-sama punya Partai, sebenarnya ini masalah internal Partai PDIP. Untuk itu kita harus menerima dispensasi waktu dari mereka” harapnya lagi sebelum menunda sidang.
Waktu yang diberikan kepada Partai PDIP ,ujar  Fernando didampingi Bernat Situmeang  agar dimanfaatkan dengan baik. Sebab apabila tidak komitmen dengan waktu tersebut, kami dari pimpinan sementara akan menetapkan pimpinan Defenitif sesuai  mekanisme yang berlaku.  Waktu yang diberikan kepada PDIP sampai tanggal 5 Nopember 2009.(marudut)

BERITA KAKI

David Hutabarat,ST Calon Pemimpin Masa Depan
Tarutung,Bonpas
David Hutabarat ST Ketua terpilih DPD KNPI Tapanuli Utara periode 2009-2012, generasi muda Tapanuli Utara yang berpotensi menggerakkan kreatifitas pemuda. Hal itu disampaikan sejumlah OKP peserta Muskab Pemuda/KNPI X Kabupaten Tapanuli Utara hari Sabtu, (31/10) di Gedung Balai Data Bawah Jl. Sisingamangaraja Tarutung.
David selama ini dikenal juga sebagai mantan Bupati LSM LIRA Kabupaten Tapanuli Utara yang kritis dan merupakan putra Bona Pasogit alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) tahun 2005 terpanggil kembali ke Bona Pasogit dengan harapan dapat mengabdikan ilmunya untuk daerah ini.
“David seorang generasi muda yang idealis, sejak lama mengharapkan dapat mengabdikan ilmunya untuk Tapanuli Utara. Ia bahkan melepaskan peluang kerja ke Canada Amerika Serikat dengan gaji besar. Cita-cita itu sudah mulai diwujudkannya melalui kepercayaan masyarakat untuk mengantarnya menjadi anggota di DPRD Taput dari partai PKPB dan posisi Ketua DPD KNPI Tapanuli Utara periode 2009-2013. Kita yakin,  David akan menjadi seorang yang dapat menciptakan kreatifitas generasi muda,bersama Pemkab Tapanuli Utara yang kini dipimpin Torang Lumbantobing yang dikenal sangat dekat dengan generasi muda”ujar tokoh OKP yang memberikan pilihannya kepada David pada Muskab itu dan berharap David tetap memelihara kemitraan dengan Pemkab Tapanuli Utara.
Sebagaimana diharapkan masyarakat Tapanuli Utara, banyak generasi muda daerah ini yang kuliah di berbagai universitas berkualitas seperti UI,ITB, Universitas Gajahmada, IPB, USU,UNDIP dll. agar dapat kembali ke bonapasogit untuk mengabdikan ilmunya. “David salah seorang dari mereka yang berhasil memperoleh ilmu dan ingin membangun  bonapasogitnya”ujar Panggabean yang ikut melihat proses pemilihan ketua KNPI itu.
Ia menganggap Bung David Hutabarat sebagai pelopor sarjana dan calon pemimpin masa depan yang mau pulang kampung, untuk ikut berpartisipasi membangun daerah.Dari dulu, keinginan masyarakat Tapanuli Utara, agar putra/putri daerah ini setelah selesai kuliah mau kembali ke daerah untuk memberikan kontribusi di bidang pembangunan, mengingat daerah ini sangat membutuhkan sarjana-sarjana yang berkualitas.Sehingga, Tapanuli Utara bisa maju sesuai dengan yang diharapkan.
Muskab Pemuda/KNPI Kabupaten Tapanuli Utara hari Sabtu (31/10) diikuti 23 peserta dengan dua kandidat masing-masing Tagor Tampubolon SH (Ketua DPD IPK Taput) dan David Hutabarat ST.
Pada pemilihan Ketua, David terpilih dengan perolehan suara 13 sementara Tagor Tampubolon,SH 10 suara. Pada kesempatan itu ditetapkan tujuh Formateur untuk menyusun komposisi kepengurusan KNPI Tapanuli Utara akan secepatnya bekerja dengan mengakomodir para pengurus OKP (R.01).

HL 2 (Besar Hurupnya)

Toluto: Yang lalu biarlah berlalu, kita songsong hari esok

Taput,Bonpas
"Yang lalu biarlah berlalu, kita songsong hari esok dengan kebersamaan,sehingga apa yang menjadi harapan dan keinginan menjadikan Tapanuli Utara lebih maju,akan tercapai”, ajakan Bupati Taput,T.Lbn Tobing dicetuskan dihadapan masyarakat Simangumban, Minggu (1/11).
Masyarakat Kecamatan Simangumban menggelar pentas seni .Kegiatan bernuansa budaya daerah ini sesuai pantauan Bonpas  dihadiri Bupati, Ketua Tim PKK  Ibu Elly Toluto,  3 orang anggota dewan Taput bermarga Lumbantobing, pimpinan instansi serta para mitra kerja (rekanan).
Gelar pentas seni yang dipandu Kabag Kesra Timbul Simangunsong, Kadis PMD/Naker Drs BP Siahaan diawali laporan Camat Simangumbang Oloan Hutabalian Spd, selanjutnya anak didik mulai dari SD ,SMP dan SMA serta Karang Taruna, Ibu-ibu yang menjadi peserta gelar pentas seni secara berurut menampilkan kegiatan, baik olah vocal, tumba serta tor-tor.
Sebagai luapan kegembiraan serta cerminan kebersamaan, para rombongan dari Tarutung termasuk tokoh-tokoh muda dari Simangumban seperti Murni Sianaga berbagai rasa dengan bentuk” saweran”  sebagai motivasi kepada siswa. Murni Sinaga, tokoh muda Simangumban ini sebut salah seorang warga bermarga Simatupang  memiliki andil besar dalam kegiatan   yang dihadiri Bupati dan rombongan dari Tarutung.Selain itu nampak Tigor Siahaan tokoh muda Pahae Jae kecamatan tetangga, Ketua Karang Taruna Taput Lambok Sipahutar (Pak Liang), O.Aritonang (Oar) dikrektur Orion Group.
Sebagai bentuk ucapan terimakasih dari masyarakat Simangumban, melalui tokoh-tokoh masyarakat menyerahkan ulos kepada Bupati dan Ibu Elly Toluto. Ulos sebagai bentuk dukungan dari masyarakat untuk secara bersama-sama membangun Bonapasogit. “Arop do rohanami amang bupati di kepemimpinan muna di periode napaduahon on, boi  tarbangun jalan -jalan tu lokasi pertanian” ujar Topan  Ritonga sesaat sebelu menyerahkan ulos.
Bupati Taput Torang Lumbantobing  yang disapa Toluto ,mengajak masyarakat Simangumban untuk bersatu.”yang lalu biarlah berlalu ,kita song-song hari esok dengan kebersamaan” pintanya seraya berharap agar masyarakat Simangumban meningkatkan kerjakeras membangun sektor perekonomian.
Tiga orang anggota dewan bermarga Lumbantobing yakni B.Lbn Tobing (Tolkit), B.Lbn Tobing (Pak Naek) dan S.Lbn Tobing juga diserahi ulos dari kelompok masyarakat yang jauh dari pedesaan,dengan harapan ketiga anggota dewan ini berjuang membuka akses jalan  ke lingkungan desa yang masih terisolir di kecamatan Simangumban.(Marudut)


Teks foto Utama 4 kolom : Warga Simangumban melalui tokoh masyarakat  menyerahkan ulos kepada bupati Taput dan Ibu Elly Toluto sebagai ungkapan rasa syukur atas  kunjungan menghadiri kegiatan pentas seni, serta sebagai bentuk dukungan bersama membangun Bonapasogit. Pada kesempatan itu Bupati mengajak masyarakat untuk bersatu, yang lalu biarlah berlalu. (foto:marudut/ Bonpas)

Wabub Dairi Irwansyah Pasi, SH Tutup Diklat  Satpol PP Tahun 2009
 
Sidikalang (Bonpas)
 
Bupati Dairi diwakili Wakil Bupati Dairi Irwansyah Pasi, SH pimpin gelar acara penutupan pelaksanaan pendidikan dan latihan (Diklat) Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) tahun 2009 di Kabupaten Dairi, Senin (2/11) bertempat di Aula Centrum GKPPD Jln. Air Bersih Sidikalang.
Wakil Bupati Dairi Irwansyah Pasi, SH yang dalam sambutannya mengatakan, bahwa tugas dan fungsi satuan Polisi Pamong Praja cukup berat, namun dengan komitmen yang kuat, semangat yang membaja dan jiwa karsa yang dijunjung tinggi serta konsisten dalam melaksanakan tugas. Wakil Bupati yakin tugas yang dipikul satuan Polisi Pamong Praja akan terlaksana dengan baik sesuai harapan pemerintah daerah dan masyarakat. “Untuk itu saya berharap agar satuan polisi pamong praja Kabupaten Dairi benar-benar mempedomani  tugas-tugas dan jangan menyia-nyiakan kesempatan ini karena sangat memiliki arti yang strategis dalam mengembangkan peran, tugas dan fungsi satuan polisi pamong praja sebagai salah satu ujung tombak dalam pelaksaan pemerintahan daerah hingga pelatihan ini dapat kita sebut sebagai sarana pembentukan satuan polisi pamong praja yang memiliki dedikasi dan loyalitas untuk meningkatkan kualitas kinerja agar pelaksanaan pemerintah daerah dapat diraih sesuai dengan program”ujar Wakil Bupati dan berpesan dan menegaskan  agar jangan ada diantara mereka berpikiran siapa tahu ada hubungan marga, famili, sekalipun saudara kepada Bupati Dairi dan Wakil Bupati Dairi atau pejabat lainnya jangan melakukan pelanggaran peraturan yang ada. “Sanksinya adalah  pemecatan !!”, tegas Wakil Bupati
Kepala kantor satuan polisi pamong praja Kabupaten Dairi DR. Simarmata, SH,M.Si melaporkan, dasar penyelenggaraan sesuai dengan keputusan bersama DPRD dengan Bupati Dairi nomor. 36/K-DPRD /2009 tanggal 25 september 2009 tentang perubahan APBD Kabupaten DAiri tahun 2009, keputusan pimpinan DPRD Dairi nomor. 24/K-PIMP/2009,tentang persetujuan pengangkatan tenaga kontrak ( non PNS ) pada Pemerintah Kabupaten Dairi khususnya pada Kantor Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Dairi tahun 2009, Keputusan Bupati Dairi No.566/420/V/2009, tanggal 22 Juni 2009 tentang pembentukan Panitia Pelatihan Berdisiplin dan Tata Upacara di Kabupaten Dairi tahun 2009, Surat Bupati Dairi No. 814/5675 tanggal 28 September 2009 tentang pengangkatan tenaga kontrak pada Kantor Satpol PP Kabupaten Dairi.
Ditambahkan,  maksud dan tujuan diklat ini adalah meningkatkan pengetahuan, keahlian, ketrampilan dan sikap untuk melaksanakan tugas secara professional yang dilandasi kepribadian yang baik sebagai anggota Satuan Polisi Pamong Praja. Menciptakan aparatur yang tangguh, handal dan berwibawa.. Memantapkan sikapdan semangat pengapdian yang berorientasi pada pengayoman dan pemberdayaan masyarakat. Menciptakan keamanan visi dan kemajuan pola piker dalam pelaksaan tugas-tugas pemerintah umum, masyarakat dan pembangunan demi terwujudnya pemerintah yang baik. Memiliki salah satu persyaratan atau kompetensi sebagai petugas Polisi Pamong Praja.
Lebih lanjut disampaikan, pelaksanaan pendidikan dan pelatihan kemampuan polisi pamong praja ini telah berlangsung selama 21 hari yaitu mulai tanggal 9 Oktober sampai dengan 2 November 2009 berlangsung mulai dari pagi hari hingga sore hari. Pada hari kedua peserta yang mengalami sakit hingga sempat dirawat di Rumah Sakit Umum Sidikalang tetapi setelah sehat dan masuk kembali mengikuti latihan hingga bisa mengikuti pelatihan. Para peserta pelatihan mengikuti pelatihan dengan semangat yang tinggi hingga pada saat ini. Pelaksaan pendidikan dan latihan kemampuan polisi pamong praja ini telah terlaksana sebagaimana diharapkan dan seluruh peserta dapat mengikuti pelatihan dengan baik dan sempurna. Peserta diklat adalah sebanyak 48 orang yang terdiri dari  39 orang anggota baru dan 9 orang anggota honor yang sudah ada sebelumnya dan kepada peserta diklat yang selesai dengan baik mengikuti diklat ini akan diberikan surat keterangan telah mengikuti diklat.
Tenaga instruktur adalah dari Kodim 0206/Dairi, Polres Dairi, Bagian Ortala, Bagian Hukum Setda Kab. Dairi, Badan Kepegawaian dan Pelatihan Daerah. Materi yang diajarkan latihan peraturan baris berbaris, latihan pisik/latihan bela diri, latihan anti huru hara, dan KUHP dan KUHAP, tata upacara sipil, tata acara menghadapi unjuk rasa, penerapan peraturan perundang-undangan, wawasan nusantara, tugas dan fungsi Satpol PP. Direncanakan minggu depan dilaksanakan pasang pembaretan atau resmi dimulai melaksanakan tugas dengan aktif, tegas Kasat Pol PP.
            Selain Wakil Bupati Dairi Irwansyah Pasi, SH hadir juga pada acara itu Dandim 0206/Dairi Letkol inf Abdul Rahman S.sos (HS)
 
 
Keterangan Photo : Wakil Bupati Dairi Irwansyah Pasi SH pimpin tutupan Diklat Satpol PP tahun 2009. Wakil Bupati sedang  menerima perwakilan siswa satpol PP Jepri Adi Lubis dan Dedy Simbolon untuk di lepas kartu tanda peserta diklat Senin.(Foto:Honongan)


Dinas Perhubungan Tapteng Menerima Bantuan Dari Kementrian Pembangunan Desa Tertinggal
Pandan, Bonpas
Kadis Perhubungan Pemkab Tapteng Ir. RP Panahatan Hutabarat MSi melalui Kabid Perhubungan Darat dan laut Ichwan Simatupang, Sos, MPS pada Jumat (30/10) diruang kerjanya bahwa Dinas Perhubungan Pemkab Tapteng mendapat bantuan transportasi darat dan laut dari kementrian Pembangunan Desa tertinggal.
Bantuan tersebut berasal dari DAK dan 10% dari dana Shering APBD Tapteng. Bantuan transportasi darat terdiri dari 3 unit truk   roda 6, 3 unit mobil pick-up dan 1 unit speed boat bermesin stempel merek Yamaha 2 unit . dengan kapasitas 25 PK per unit. Pengadaan transportasi tersebut ditender dengan pagu Rp. 1.700.000,- fungsi transportasi tersebut adalah untuk meningkatkan perekonomian masyarakat Tapteng bagi desa terpencil atau desayang sulit dihubungi transportasi laut maupun darat.
Contohnya Desa Sitardas labuhan agin dan desa yang terpencil di tepi pantai tapi belum bisa dijangkau trasnportasi darat. Pengelolahan trasnportasi tersebut akan ditangani koperasi organisasi masyarakat bergabung dengan Dinas Perhubungan Tapteng dengan maksud agar kesinambungan trasnportasi tersebut dapat ditingkatkan kedepan. (FH)
Terkait Tewasnya Wartawan Aspirasdi,
Wartawan  dan LSM Unjukrasa Damai ke Polres Tobasa
Balige, Bona Pasogit
Diperkirakan sekitar 200 orang wartawan media cetak/ elektronik dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dari 6 (enam) Kabupaten Kota yang tergabung didalam Solidaritas Wartawan dan LSM melakukan aksi unjukrasa damaikan Mapolres Kab. Toba Samosir Kamis (29/10) menuntut keprofesionalan pihak kepolisian mengungkap kematian wartawan Aspirasi di Tobasa yang dinilai tidak wajar.
Gabungan wartawan dan LSM dari berbagai Daerah antaranya Ka. Toba Samosir, Kab. Humbang Hasundutan, Kab. Tapanuli Utara, Kab. Samosir, Kab. Simalungun dan Kotamadya Pematang Siantar bergerak sejak pukul 10.00Wib dari Bundaran Tugu DI Panjaitan berjalan menuju Mapolsek Balige kemudian melanjutkan aksi demonstrasi ke Mapolres Tobasa di Desa Siponggol Dolok Kec. Porsea dengan berkonvoi menggunakan mobil roda empat dan sepeda motor.
Perdebatan sempat terjadi di gerbang Mapolres saat salah seorang petugas Kepolisian melarang para wartawan untuk memasuki areal kantor Polres apabila tidak mengenakan ID card pengenal dari media masing-masing. Sementara para wartawan yang tergabung dalam Solidaritas tersebut menjelaskan solidaritas yang melakukan unjuk rasa damai tersebut sebelumnya telah ditandai dengan ikat kepala mera. Apabila terdapat didalamnya salah seorang yang tidak mengenakan tanda tersebut, maka yang akan mengusir terlebih dahulu ialah para demonstran, ucap salah seorang orator Lambaik Manalu kemudian meneriakkan yel-yel, Polri yes, Wartawan yas, LSM ysa, Premanisme habisi.
Berbagai alat peraga berupa poster berisikan foto mendiang Agus, spanduk berterakan tanda tangan para anggota Solidaritas wartawan LSM, poster bertuliskan Pers dan LSM bukan sasaran kekerasan. Polri harus tegakkan kebenaran. Ungkap kematian Agus Hutapea, dll, dibawa sebagai bentuk aspirasi kritis atas kinerja Mapolres Tobasa.
Dimapolres Tobasa tersebut para pengunjuk rasa damai tersebut diterima oleh Kabag Bina Mitra Polres Tobasa Kompol  M.Siringoringo, Kapolsek Balige AKP Gibson Siagian beserta barisan personil Polisi. Dihadapan petugas, salah seorang orator Sabaruddin Tambunan membacakan beberapa point tuntutan yang dialamatkan kepada Kepala Kepolisian Republik Indonesia berisikan, Solidaritas Wartawan dan Aktivis LSM Tobasa, Taput, Humbahas, Samosir, Simalungun dan Siantar mendesak Polri mengusut tuntas kematian rekan kami wartawan mingguan Aspirasi terbitan Medan M.Agus Hutapea (25) yang ditemukan tewas pada 20 Oktober 2009 di Desa Hinalang Kec. Balige.
Solidaritas Wartawan dan Aktivis LSM Tobasa., Taput, Humbahas, Samosir, Simalungun dan Siantar mencurigai kematian Agus Hupea tidak wajar. Mendesak Polri menuntaskan pengaduan Rixon Tanjung (65) wartawan Mingguan Bidik atas penganiayaan di rumahnya sendiri yang diduga dilakukan berhubungan dengan tugasnya sebagai wartawan (pemberitaan) pada tanggal 21 Desember 2008, sampai saat ini kasus tersebut belum tuntas. Mengharapkan jajaran Polri khususnya di Tobasa agar bekerja lebih professional mengenai kasus tersebut. Mengharapkan dan mendukung jajaran Polri sebagai mitra wartawan dan LSM untuk benar-benar memberantas premanisme selanjutnya para penanggungjawab demonstrasi menyerahkan tuntutan dokumentasi serta alat peraga lainnya kepada pihak kepolisian yang dalam hal ini Kapolres Tobasa diwakili Kabag Bina Mitra Polres Tobasa Tompol M. Siringo-ringo kemudian para pengunjuk rasa tersebut beranjak dengan tertib menuju kota Balige . (HN)
Sekwan DPRD Kabupaten Tobasa :
PAW Jonang Sitorus Tidak Diisi, Honornya Kemana ?

Balige, Bonpas
Pengganti Antar Waktu (PAW) anggota DPRD Tobasa atas nama Jonang MP Sitorus sampai saat ini belum terisi sementara yang bersangkutan disebut-sebut sudah menjadi anggota DPRD di salah satu Kabupaten Provinsi Riau.
Jonang MP. Sitorus Anggota DPRD Kabupaten Toba Samosir dari Partai Persatuan Daerah sudah mengundurkan diri dari keanggotaan DPRD Kabupaten Toba Samosir pada periode 2004-2009 sebelum masa tugas mereka berakhir, terhitung semenjak bulan Agustus 2009 melalui surat permohonannya pengunduran dirinya Kepada Lembaga DPRD Kabupaten Toba Samosir dan segala fasilitas yang diberikan Pemerintah kepadanya termasuk gajinya sudah dihentikan. Demikian dijelaskan oleh Sekretaris DPRD Kabupaten Toba Samosir Drs. Jaresman Manurung kepada Wartawan di ruang kerjanya, tanggal 22/10/2009 .
Sekwan  mengatakan, sebenarnya Surat Pemberitahuan tentang pengunduran diri dari Partainya sudah pernah dilaporkan pada tahun sebelumnya yaitu tahun 2008. Namun upaya dari partainya untuk menggantikan JMP Sitorus belum ada dilakukan sampai saat ini. Seharusnya anggota dari salah satu partai yang sudah keluar wajib diganti oleh partai yang bersangkutan untuk menempati posisi yang sudah disediakan sesuai dengan jumlah kursi DPRD yang ada.
Namun sampai saat ini tidak kelihatan rencana dari partai untuk mengisi kembali anggota DPRD nta. Oleh karena itu jumlah anggota DPRD Kab. Tobasa sudah berkurang satu orang jadi sekarang jumlah anggota DPRD Kab. Tobasa berjumlah 24 orang kata sekwan menjelaskan. Dan ketika pemberhentian gaji dari JMP Sitorus dieprtanyakan kepada Bendahara DPRD Kab. Tobasa K Sitanggang, kapan mulai gaji JMP Sitorus dihentikan, Bendahara K. Sitanggang tidak mau memberikan penjelasan. “Ke sekwansajalah, hal ini bukan wewenang saya”, katanya.
Namun menurut pantauan wartawan dalam tanggapan Komisi pada penyampaian LKPJ Bupati Tobasa pada bulan september lalu nama JMP Sitorus masih dicantumkan pada berkas. Tanggapan Komisi II yang diketuai oleh Parulian  Gurning pada hal menurut informasi yang beredar bahwa JMP Sitorus sudah menjadi Anggota DPRD di Propinsi Riau. (HN)

Balai Desa Sibuluan 2 Akan Dirubah Menjadi Kantor Lurah Sibuluan Nauli
Pandan, Bonpas
Lurah Sibuluan Nauli MA Napitupulu pada Jumat, (30/10) diruang kerjanya mengatakan desa Sibuluan 2 telah ditingkatkan oleh Pemkab Tampteng menjadi kelurahan Sibuluan Nauli namun kantor lurah masih tetap dipakai balai desa yang lama. Sebagai lurah telah mengajukan permohonan ke Pemkab Tapteng agar kantor lurah Sibuluan Nauli dibangun.
Telah mendapat respon dari pihak Pemkab Tapteng tahun 2010 akan dibangun kantor lurah Sibuluan Nauli dilokasi balai desa lama, lurah Sibuluan MA Napitupulu telah mensosialisasikan kepada masyarakat bahwa balai desa tersebut akan dirombak menjadi kantor lurah, namun sebahagian masyarakat menyetujui.
Beberapa tokoh masyarakat yang tidak mau disebut jati dirinya menyetujui dan mendukung balai desa tersebut dirombak menjadi kantor lurah.
Lurah Sibuluan menunjuk segel penyerahan lahan balai desa tersebut dengan panjang 100 m, dan lebar 15.m. dengan atas nama masyarakat Sibuluan 2 yaitu Z Panggabean, D Panggabean, W Hutabarat. R Napitupulu, L Siagian, NT Panggabean, M Tambunan, G Hutagalung.
Tahun 2010 nanti kalau Pemkab Tapteng sudah menggarkan pembangunan kantor lurah Sibuluan Nauli dan pembangunan akan dilaksankan di lokasi balai desa yang lama, lurah berharap masyarakat Kelurahan Sibuluan Nauli agar tetap setuju dan mendukung pembangunan tersebut. (FH)


Balige, Bonpas
Dalam percepatan pembangunan dan meningkatkan taraf hidup masyarakat Kabupaten Toba Samosir, Pemerintah Kabupaten Toba Samosir yang dipimpin Drs. Monang Sitorus, SH, MBA di awal kepemimpinannya telah mencanangkan bidang pariwisata menjadi salah satu pilar utama pembangunan.
Bupati mengajak masyarakat agar tetap berlaku ramah dan sopan terhadap para tamu atau wisatawan yang datang berkunjung ke daerah kita ini dan mari kita selalu memberikan informasi yang akurat.
Dan untuk lebih meningkatkan pembangunan sektor pariwisata, Bupati Toba Samosir menghimbau kepada seluruh kepala desa melalui camat di seluruh wilayah Kabupaten Toba Samosir agar mencari dan menemukan benda-benda tradisional dan bernegosiasi dengan si pemilik/penemu benda tersebut untuk dititipkan ke Museum “TB. Silalahi Center” sebagai salah satu objek wisata di Kabupaten Toba Samosir.
Demikian himbauan Bupati Toba Samosir yang disampaikan di Balige melalui surat edaran nomor : 1458/Kessos/2009 tanggal 21 Oktober 2009 perihal pengumpulan benda pusaka dan benda-benda tradisional. (HN)

Parhitean, Bonpas
Bupati Toba Samosir Drs. Monang sitorus, SH, MBA. Beramah tamah dengan para kepala desa, tokoh masyarakat dan PNS di Parhitean Desa Meranti Utara Kecamatan Pintupohan Meranti, selasa (20/10/2009). Dalam kesempatan tersebut tokoh masyarakat Lebanus Panjaitan mengatakan bahwa Bupati Toba Samosir Drs. Monang Sitorus, SH, MBA sangat dekat dengan rakyat, untuk itu kita sangat bangga atas kemampuan beliau selama menjadi Bupati Toba Samosir. Dengan kedekatan Bupati dengan rakyat, maka Pemerintah Kabupaten Toba Samosir tetap berwibawa. Hadir dalam kesempatan tersebut Asisten Pemerintahan Drs. Albert Sidabutar, Camat Pintupohan Meranti Mangara Butarbutar, SH,S.Pd, Camat Porsea Drs. Adu Sitorus, Kepala Desa Meranti Utara Marole Siagian, Kepala Desa Meranti Tengah Nasip Panjaitan, Kepala Desa Meranti Timur Hisar Hutagaol dan Kepala Desa Pintupohan Jimmy Marpaung. Bupati Toba Samosir dalam sambutannya mengatakan pertemuan ini merupakan pertemuan silaturahmi yang berlangsung secara spontan dengan masyarakat di Pintupohan Meranti sering dilaksanakan, diantaranya pelaksanaan TNI Manungal Masuk Desa pada tahun 2007 lalu. Ditambahkannya Bupati harus sering mengunjungi masyarakatnya ke desa-desa karena itu memang merupakan janji terlebih merupakan suatu implementasi dari pelaksanaan undang-undang tentang otonomi daerah yang berlaku di Indonesia. Kepada aparat pemerintah Kabupaten Toba Samosir, Bupati menghimbau dalam mendukung pimpinan bukan hanya dengan kata-kata tetapi yang terpenting adalah perbuatan dengan melaksanakan tugas sesuai dengan aturan yang berlaku. (HN)

Pangururan, Bonpas
Jalan Provinsi ruas Tele – Pangururan banyak longsor selama musim hujan. Jalan Tele – Pangururan sepanjang 22 KM berstatus Jalan Provinsi, merupakan satu-satunya akses jalan darat dari Pulau Sumatera ke Pulau Samosir, yang berliku-liku, namun pemandangan yang nan indah.
Sejak Tahun 2006 badan jalan tersebut telah diperlebar, kerjasama Pemkab Samosir dengan Pemprov Sumut. Sampai dengan akhir Tahun 2006, semua badan jalan Tele telah diperlebar menjadi 8 M dan sebagian besar telah diaspal Hotmix yaitu dibagian atas Tele dan Bagian bawah Pangururan. Namun bagian tengahnya belum sempat dyik bagian sampingnya dan belum sempat diaspal. Bagian tengah yang belum terbenahi inilah mengalami longsor dan pohon tumbang, gelindingan batu selama musim hujan belakangan ini.
Senin (1/11), hujan lebat dari pukul 18.00 WIB sampai Senin (2/11) dini hari , membuat banyak titik longsor beberapa batu dan pohon pinus yang besar menutupi badan jalan, termasuk Bupati Samosir sepulang perjalanan Dinas dari Jakarta dinihari tidak bisa melewati, terpaksa menginap dalam mobil bersama kendaraan lainnya dari Tele dan dari Pangururan. Untung Alat Berat milik Pemkab Samosir dan petugasnya segera mengangkut timbunan longsor yang dikerjakan sejak pukul 03.00 WIB dinihari dan baru berhasil pukul 05.30 WIB. Mobil Bupati dan kendaraan lainnya pun bisa lewat.
Berbagai komentar supir dan masyarakat yang terjebak, berharap agar bagian jalan tengah, yang sering longsor disetiap musim hujan kiranya segera dibenahi. Harapan kami agar lalulintas jalan darat lancar yang merupakan satu-satunya jalan darat yang menghubungkan Samosir dengan Pulau Sumatera dapat disiagakan oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Utara berupa Alat Berat yang ditempatkan di ruas jalan Tele – Pangururan karena sangat rawan longsor. (Rel/Rs)




Sabtu, 26 September 2009



Teks foto. Salah satu titik badan jalan yang longsor antara Pangaribuan-Garoga namun belum diperbaiki, nampak Bupati Taput Torang Lumbantobing melihat dari dekat kondisi salah satu badan jalan yang longsor, saat kunker di ke Garoga, Jumat (25/9). Foto/marudut

Info ke Dinas Jalan Jembatan Pemprovsu
      Kubangan Kerbau Warnai Ruas Jalan Propinsi Pangaribuan –Garoga Taput
Tarutung,Bonpas
Kondisi ruas jalan  antara Pangaribuan-Garoga, saat ini rusak parah,.Selain kerusakan badan jalan ,terlihat beberapa  titik pinggiran jalan longsor ,mengakibatkan pengguna jalan harus ekstra hati-hati guna menghindar dari bahaya mengancam keselematan.
Dari keterangan yang dihimpun  ruas jalan menghubungkan Pangaribuan -Garoga diwilayah Tapanuli Utara mencapai sepanjang kurang lebih 30 km, adalah jalan provinsi yang otomatis tanggungjawab dari Pemprovsu melalui dinas jalan dan jembatan.
Dari pantauan wartawan yang meliput kunker (kunjungan kerja) Bupati Tapanuli Utara Torang Lumbantobing ke Garoga , Jumat (25/9), terlihat  dari sepanjang ruas jalan tersebut  hampir mencapai 10 km sudah  dalam kondisi rusak parah, bahkan muncul bak kubangan-kubangan kerbau ditengah badan jalan. Kondisi demikian  membuat  pengendara,baik sepeda motor maupun pengendara roda empat diharuskan ekstra hati-hati melewatinya, bila tidak  bakal kenderaan akan nyangkut atau  bagian bawah  kolong kenderaan roda empat   terbentur dengan bebatuan  nan membayakan tersebut.
Menurut warga Garoga, M Pasaribu, kerusakan  ruas jalan antara Pangaribuan –Garoga sudah berlangsung lama, namun tanda-tanda perbaikan dari instansi terkait belum nampak. “Memang setiap tahun ada perbaikan ruas jalan namun tidak seimbang dengan kondisi jalan yang rusak parah”, aku Pasaribu.
Selain  kerusakan badan jalan ternyata yang paling mengkhawatirkan bagi pen guna jalan adalah ditemuinya beberapa longsoran badan jalan. Ada  beberapa titik longsoran dan sebagian ada yang diperbaiki, namun  demikian masih banyak yang  belum tersentuh perbaikan yang mengundang bahaya bagi pengguna jalan.
Dalam perjalanan menuju Garoga, Bupati Taput Torang Lumbantobing  terpaksa turun dari kenderaan untuk melihat  salah satu titik longsoran badan jalan yang belum diperbaiki. Sebagai akibat terjadinya longsor  justru ditepi jurang  tersebut  dan menjadikan rawan laka bila pengendara tidak dengan penuh  ke hati-hatian.
Sementara itu, Kabag Program Setda Taput Ir Anggiat  Rajagukguk yang turut mendampingi kunker bupati ke Garoga, membenarkan  Bupati Taput Torang Lumbantobing sangat peduli terhadap kondisi ruas jalan provinsi Pangaribuan –Garoga yang seharihari digunakan rakyatnya. Dari bentuk kepedulian sepanjang kurang lebih 1,5 km  dari sekian kilometer jalan yang rusak  ,melalui kerjasama dengan Pemprovsu, oleh Pemkab Taput dengan menggunakan dana situmulus tahun 2009 telah melakukan perbaikan. Saat ini sudah mulai ditangani,ujar Rajagukguk didampingi Ir Jhon Pasaribu dari dinas PUK Taput, sambil menunjuk kearah salah satu alat berat yang sedang beroperasi.
Sumber lain yang dimintai keterangan, menyebut untuk tahun 2009 oleh pihak dinas jalan jembatan pempovsu juga akan  melakukan perbaikan ruas jalan Pangaribuan-Garoga, namun tanda-tanda untuk ditangani belum nampak dilapangan, kecuali perbaikan beberapa titik pinggiran jalan yang longsor.
Untuk memperlancar hubungan Garoga-Pangaribuan atau sebaliknya, diharapkan instansi terkait dalam hal ini pihak dinas jalan dan jembatan Pemprovsu segera memberi perhatian , ujar  M Pasaribu dan beberapa warga  ketika berbincang dengan wartawan, di Garoga.(marudut)


Kamis, 17 September 2009


Pemred Media Mingguan Liputn Bona Pasogit
MARTUA SITUMORANG

Selasa, 15 September 2009

Liputan Bona Pasogit: Cermin 1

Liputan Bona Pasogit: Cermin 1

Liputan Bona Pasogit: Palito

Liputan Bona Pasogit: Palito

Rapat umum


Bahas Upaya Hentikan Perambahan Hutan Kemenyan
Warga Desa Pandumaan dan Sipituhuta Selenggarakan Rapat Umum
Doloksanggul, Bonpas
Kesatuan yang masih terbangun dengan baik, dan semangat perjuangan masih berkobar-kobar dalam diri masing-masing warga. Ini terlihat dari antusianya warga Pandumaan dan Sipihuta dalam menghadiri rapat umum, meskipun gerimis mengguyur, warga tetap saya bertahan dihalaman SD Inpres Pandumaan.
Ada yang duduk ditembok taman, ada yang beralaskan papan selembar, dan ada yang berdiri mulai dari awal hingga kegiatan berakhir. Ibu-ibu yang hadir juga ada yang sambil menggendong bayi sambil memegang payung. Tidak satu orangpun yang menggerutu, semuanya tersenyum. Namun, dari raut wajah masing-masing menggambarkan adanya pengharapan untuk meraih kemenangan dalam memperjuangkan kebenaran dan keadilan.
Semua yang hadir saling memberikan ide-ide sehingga semua topik dibahas dengan alot. Pembahasan mulai dari situasi terkini hingga persiapan-persiapan pemberangkatan utusan warga yang akan melakukan aksi di medan, dan upaya-upaya yang dapat dilakukan berikutnya.
Meskipun berbagai upaya sudah dilakukan untuk menghentikan kegiatan PT TPL dilokasi, pada kenyataannya TPL tetap secara melakukan kegiatan secara diam-diam dilokasi tombak sipiturura. Disaat rakyat menyambut kedatangan anggota Komnas HAM, 30 Agustus 2009 yang lalu, disaatu itu pula PT TPL asyik melakukan kegiatan di TPL. Pada tanggal 8 September 2009 yang lalu, 3 warga Sipitihuta mencoba untuk menangkap langsung para pekerja tersebut. Akan tetapi, niat itu pun tidak terjadi karena jumlah pekerja PT TPL lebih banyak dari warga, yakni 8 orang. Namun kegiatan TPL dapat dihentikan hingga saat ini.
Untuk mengantisipasi pekerja PT TPL tetap melakukan kegiatan dilokasi, warga menyepakati untuk tetap menjaga dan mengawasi lokasi. Dan diusahakan untuk menangkap pekerja PT TPL yang melakukan kegiatan dilokasi. Bagi warga yang akan melakukan penangkapan dan menahan barang-barang pekerja TPL, harus dibekali dengan form surat pernyataan penyerahan barang yang harus diisi dan ditandatangani oleh pekerja TPL, lengkap dengan materai. Jika ada yang tertangkap, warga langsung membawa dan membuat pengaduan resmi ke Polres Humbahas.
Berikutnya, warga juga akan mengutus 6 orang melobby Bupati Humbahas untuk mendapatkan pengakuan dari Bupati Humbahas terkait tombak haminjon yang telah
dikuasai dan dikelola secara turun-temurun oleh masyarakat Pandumaan dan Sipituhuta. Dan jika upaya ini tidak berhasil, warga merencanakan memintanya secara demonstrasi semua warga.
Sedangkan untuk mengikuti aksi bersama solidaritas rakyat untuk petani dan kemenyan yang akan diadakan tanggal 17 September 2009 di medan, warga mengutus sebanyak 15 orang. Dan untuk mengikuti aksi tanggal 24 September 2009 dalam rangka memperingati hari agraria nasional bersama Serikat Tani Sumatera Utara di Medan, warga juga mengutus sebenyak 5 orang.
Dalam aksi bersama solidaritas rakyat untuk petani dan kemenyan yang akan diselengarakan pada 17 September 2009 di Medan, warga merancang dan sepakat untuk menggunakan pakaian adat, dan membawa perlengkapan dan alat-alat yang digunakan seorang partombak haminjon (sebutan untuk petani kemenyan). Selain itu warga juga akan membawa kemenyan untuk dibakar pada saat aksi, dan membawa bibit kemenyan yang direncanakan ditanam dikantor DPRDSU, serta membawa limbah PT TPL yang dibuang ke lokasi tombak haminjon (hutan kemenyan) warga Pandumaan dan Sipituhuta yang akan diberikan kepada DPRDSU dan Gubernur Sumatera Utara.
Untuk biaya perjuangan, warga berupaya dengan swadaya. Dalam pertemuan ini, warga menyepakati untuk menambah iuran sebesar 20.000 per rumah tangga. Sebelumnya, warga juga sudah mengumpulkan iuran sebesar 30.000 per rumah tangga.
Sungguh perjuangan yang sangat mengharukan. Pengorbanan warga dalam memperjuangkan hak atas tombak haminjon sudah selayaknya mendapat penghargaan dan dukungan yang begitu luas. Jangan kita biarkan penindasan terus terjadi di negeri ini. (Guntur Simamora )

Komite Sekolah


Rapat Komite SD 173275 Desa Harianja Siborong-borong Berlangsung Tertib dan Lancar
Siborong-borong, Bonpas
Rapat komite sekolah 173275 desa Hariara kec Siborongborong yang dilaksanakan Rabu (9/9) berlangsung tertib dan lancer rapat ini dipimpin langsung kepala sekolah E Br Manalu dihadiri komite sekolah, orang tua murid dan Dewan Guru yang pada intinya untuk mensosialisasikan penguunaan dana bos yang diterima sekolah tersebut.
Kepala sekolah SD 173275 desa Hariara Siborongborong E Br Manalu menyetujui bahwa penggunaan dana berinci dana bos sesuai dengan petunjuk yang diterima besarnya RP. 347.000/orang pertahun dengan jumlah siswa kelas I Sd kelas VI berjumlah 186 jiwa, jumlah guru II orang didalamnya dan 3 orang guru honor
Selanjtnya kepala sekolah mengharapkan kepada seluruh peserta rapat khususnya kepada komite sekolah untuk bersama-sama membangun dan meningkatkan mutu pendidikan disekolah yang dipimpinnya sehingga komite dan para orang tua dapat sejalan untuk memanfaatkan dana bos yang diterima sekolahnya.
Rapat yang berlangsung mulai pukul 09.00 Wib berjalan baik, berbagai usulan yang diberikan kepala sekolah dapat diterima komite sekolah dan orang tua murid.
Sementara itu ketua komite sekolah BP Silaban mengarahkan agar kita semua dapat bekerja sama memperharhatikan anak-anak kita agar anak-anak kita mendapatkan pendidikan yang lebih baik dan lebih maju, sehingga apa yang kita harapkan untuk meningkatkan mutu pendidikan disekolah kita ini dapat tercapai.
Kepala Desa hariara R Sihombing dalam arahanya menjelaskan bahwa dana bos merupakan tanggung jawab kepala sekolah dan komite sekolah oleh karena itu bila diharapkan kepala sekolah dan komite sekolah dapat memanfaatkan dana bos tersebut dengan baik untuk memajukan pendidikan disekolah ini.
Rapat ini dilaksnakan agar orang tua murid mengerti tentang dana bos yang diserahkan pemerintah untuk membantu siswa dan terwujudnya pendidikan yang berkualitas
Hadir dalam acara tersebut seluruh guru-guru, komite sekolah para orang tua muris kepala desa Hariara Kec Siborongborong. (MS)
 
Upacara Haornas di Lapangan Sudirman Sidikalang tampak dalam gambar sedang Senam Kesehatan Jasmani (SKJ) foto 1 dari Kanan ke kiri Wakil Bupati Dairi Irwansyah Pasi, SH, Ketua PN Sidikalang Abner Situmorang, SH MH, Kapolres Dairi AKBP Drs. Marzuki, MM. (Foto:Honongan)

Ketua Koni Dairi Senam

 
Ketua Umum KONI Kab. Dairi Pana Akbar Simatupang, SH Mkn sedang mengikuti Senam Kesehatan Jasmani (SKJ) di Lapangan Sudirman Sidikalang pada peringatan Haornas ke 26 di Dairi.(Foto:Honongan Siburian)

Berita


Peringatan HAORNAS KE XXVI DI Kab. Dairi
Wakil Bupati Dairi : Budayakan Olah Raga Kita Sehat, Kita Kaya, Kita Sehat, Kita Makmur
Sidikalang , Bonpa)
Upacara peringatan Hari Olah Raga Nasional ( HAORNAS ) ke-XXVI ( ke-26) Tahun 2009 diikuti PNS, TNI, POLRI, SD/SLTP/SLTA, KONI dll dipusatkan di lapangan sudirman Sidikalang, Rabu( 9/9 ) berlangsung meriah berbeda dari tahun-tahun sebelumnya karena untuk kali ini diisi acara pemberian penghargaan kepada Atlit, Pelatih, dan Pemerhati Olah Raga dari Pemerintah Kabupaten Dairi (Pemkab Dairi).
         Wakl Bupati Dairi Irwansyah Pasi, SH dalam sambutannya mengatakan, Di Kabupaten Dairi tidaklah gampang membudayakan olah raga semudahmembalikkan  tangan perlu usaha-usaha yang membutuhkan waktu, keseriusan dan itu harus diterapkan mulai dari diri sendiri.
     Masih kata Waki Bupati Dairi, Didalam tubuh yang kuat terdapat jiwa yang sehat. Kesehatan adalah investasi yang tertinggi dimilikioleh setiap individu manusia, kta sehat, kita kaya, kita sehat kita makmur. Budayakan olah raga sejak dini, ungkap Irwansyah! Sebelumnya, Wakil Bupati Dairi Irwansyah Pasi, SH dalam upacara peringatan Haornas ke-26 di Kab. Dairi membacakan pidato Kenegaraan Menteri Negara Pemuda dan Olah Raga Republik Indonesia DR.. Adhyaksa Daud, M.Si dalam pidato tertulisnya fakta menunjukkan bahwa indeks pembangunan Olah Raga Indonesia masih rendah, Semestinya ini menyadarkan segenap tokoh dan pemimpin bangsa bahwa panji olah raga, “ memasyarakatkan olah raga dan mengolahragakan masyarakat  “ sebagai upaya pemassalan dan pembudayaan olah raga yang dicanangkan sejak 26 tahun lalu belum terlaksana sebagaimana diharapkan.
         Peringatan Haornas ke-26 juga diwarnai penyerahan penghargaan dari Pemkab. Dairi dan uang pembinaan pos nya dari KONI Kab. Dairi yang di serahkan oleh ketua umum KONI Kab. Dairi Pana Akbar Simatupang, SH,Mkn didampingi Sekretaris Umum Resoalon Lbn. Gaol, Amd dan selanjutnya Wakil Bupati Dairi Irwansyah Pasi, SH  menyerahkan langsung kepada atlit berprestasi sebanyak 31 orang cabang olah raga Atletik, Gulat, Pencak Silat, Tinju, Karate, Taekwondo dan kepada Pelatih/Pembina sebanya 22 orang dari cabang olahraga Atletik, Gulat, Pencak Silat, Taekwondo, Sepak Bola, Tinju, Bola Billyard, Karate. Prestasi yang diperoleh periode 8 september 2008 s/d 8 september 2009, Kejuaraan tingkat Provinsi dan Nasional, 13 pengurus Kabupaten berbagai cabang Olah Raga..
         Selanjutnya diadakan Senam Kesehatan Jasmani (SKJ) secara bersama-sama antara PNS, TNI, Polri, KONI, SD/SLTP/SLTA dengan Wakil Bupati Dairi Irwansyah Pasi, SH dan istri, Ketua PN Sidikalang Abner Situmorang, SH, MH, Dandim 0206/ Dairi Letkol inf Abdul Rahman, S.sos, Sekda Kab.. Dairi Drs. Arsenius Marbun, MMA, Kabag Humas Sekda Kab. Dairi Erika Hasugian, Ketua Umum KONI Kab. Dairi Pana Akbar Simatupang, SH, Mkn dan para pengurus/anggota.
Ketua Umum KONI Kab. Dairi Pana Akbar Simatupang,SH, Mkn, Direktur RSUD Kab. Dairi dr. Reinvil Capah, Anggota DPRD Dairi Delvi Masdiyana Ujung, SH, Msi bersama para Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh OKP dan undangan lainnya.
         Bupati Dairi KRA. Johnny Sitohang Adinagoro dan Wakil Bupati Dairi Irwansyah Pasi, SH bersama para pejabat Pemkab Dairi yang hadir pada saat itu memberikan bubuk kopi sebagai silaturahmi kepada tim Rombongan  Safari Ramadhan dari Medan karena Kab. Dairi adalah Kota Penghasil Kopi dengan demikian sekedar oleh-oleh diberikan Bubuk Kopi Asli Sidikalang setelah itu diabadikan untuk foto bersama. (Klips / HS).

Sabtu, 12 September 2009

Berita Buka Puasa Bersama

 
Bupati Tapanuli Utara  Torang Lumbantobing dan Kapolres  AKBP Didiek DP SH menyampaikan salam usai pemberian Bingkisan Lebaran secara simbolik kepada umat Muslim warga Desa Silantom Jae Kecamatan Pangaribuan.
Umat Islam dan Umat Kristiani Desa Silantom Jae PangaribuanBuka Puasa Bersama dengan USPIDA Taput 
Tarutung,Bonpas
Tim Safari Ramadhan Pemkab Taput buka  Puasa bersama dengan umat musilmin dan muslimat di Desa Silantom Jae, Kecamatan Pangaribuan, jumat (11/9) .
Ibadah puasa  menjadi sarana meningkatkan ketaqwaan kepada Allah, disamping itu juga ibadah puasa  sekaligus sarana latihan pengendalian diri. Demikian  Bupati Taput Torang Lumbantobing  mengawali berbuka puasa bersama dengan kaum muslim di Desa Silantom Jae dan Silantom Julu Kecamatan Pangaribuan, yang bertempat dikompleks mesjid “Baiturahmi” Janji Nauli Silantom Jae.
Berbuka puasa bersama yang dihadiri Kapolres AKBP, J DidiekDP, SH dan Ibu, Sekda Drs Sanggam Hutagalung MM, Asisten II H.P.Marpaung, Ketua Tim Penggerak PKK Taput Ibu Elly Toluto, para pimpinan SKPD , Ketua dan Pengurus MUI Taput ,Camat Pangaribuan Drs Rudi Sitorus dan uspika  serta masyarakat  non muslim  dari dua desa tersebut.
Suasana berbuka puasa bersama ini terlihat sarat dengan tingginya toleransi diantara sesama, dan tidak berlebihan bila Al Ustad  Drs Aidil Nasution dari Tarutung dalam siraman rohani mengawali buka bersama, mengangkat topic “Toleransi”, ujar Kapolres Taput AKBP, J Didiek DP SH  kepada wartawan setelah melihat betapa indahnya kebersamaan di dua desa  yang berwatas dengan Tapsel.
Menurut, Drs Aidil Nasution, pada inti siraman rohani, bahwa dengan  menjunjung tinggi toleransi masyarakat yang berbeda agama sekalipun akan  dapat saling berdampingan. Dan masing-masing penganut agama yang berbeda dengan toleransi  masing-masing penganut agama dapat meningkatkan ketaqwaan. Dan dipastikan dengan toleransi akan tidak terjadi ketersinggungan satu sama lain.
Dari pantauan wartawan, sikap toleransi antar umat beragama di Pangaribuan khususnya di Desa Silantom Jae dan Silantom Julu menjadi satu panutan, karena saat berbuka puasa bersama, warga non muslim hadir dan secara bersama-sama mencicipi makanan minuman yang terhidang ala kadarnya.
Tingginya  toleransi antar umat beragama di dua desa paling ujung dibagian selatan daerah Tapanuli Utara ini, juga tercetus dari Bupati Taput Torang Lumbantobing  dibagian lain sambutan sebelum berbuka puasa bersama. Dan sebagai  menghargai kerukunan umat beragama di dua desa ini, oleh pemkab Taput dalam  tahun anggaran 2009 telah mengalokasikan dana pembangunan mencapai 1 miliar yang diperuntukkan bagi pembangunan sarana air minum, sarana jalan dan sarana kesehatan.
Ibadah puasa  menurut bupati menjadi sarana meningkatkan ketaqwaan kepada Tuhan, disamping itu juga ibada puasa sekaligus sarana pengendalian diri. Dalam konteks inilah Toluto meminta agar  umat muslim benar –benar menjalankan ibadah paling berharga ini.
.Pada kesempatan berbuka puasa  bersama ini, Bupati Taput, Kapolres, Sekda, Ibu Elly Toluto, Ibu Falintin J Didiek DP menyerahkan bingkisan  kepada 100 orang kaum muslim yang berdomisili disana, bingkisan diserahkan secara simbolis kepada 6 orang perwakilan.
Selain itu, pada kesempatan ramah tamah dengan masyarakat, Torang Lumbantobing,menyatakan akan menyumbangkan satu ekor kerbau bagi warga untuk dipotong dan dinikmati bersama-sama warga pada hari lebaran nanti.
Sumbangan Bupati Taput ini mendapat sambutan hangat dari seluruh masyarakat setempat’”terima kasih pak bupati Toluto yang tidak lupa memperhatikan pembangunan di desa yang jauh dari keramaian, ujar warga ketika bersalaman dengan Bupati dan rombongan yang hendak beranjak menuju Tarutung.(Marudut)