Saul Situmorang,SE,MSi didampingi Ketua Koperasi Pemuda Taput Jansen Simanjuntak dan Sekretaris Rudolf
Sirait,SE,SH menyampaikan makalah di hadapan Pemuda/KNPI peserta Seminar
Koperasi Pemuda hari Sabtu (31/10).(Foto:Marudut).
Pemuda Tulangpunggung Pembangunan Memerangi Kemiskinan
Tarutung,Bonpas
Saul Situmorang,SE,MSi
mengatakan, pemuda merupakan tulang punggung pembangunan memerangi kemiskinan.
Oleh sebab itu, pemuda harus kreatif dan dinamis untuk mempersiapkan dirinya
sebagai kader-kader pembangunan. Hal itu disampaikan dalam bagian ceramahnya
pada Seminar Koperasi yang dilaksanakan Panitia Musyawarah Kabupaten
Pemuda/KNPI Kabupaten Tapanuli Utara, Sabtu (31/10) di gedung Balai Data Bawah
Jl. Sisingamangaraja Tarutung yang dihadiri utusan dari 23 OKP dan undangan
lainnya.
Makalah berjudul Pemuda dan
Peluang Peningkatan Ekonomi itu dikaitkan dengan Sumpah Pemuda tahun 1928,
sebagai sebuah gerakan pemuda dengan semangat kebangsaan yang tinggi dan sangat
berperan melahirkan kemerdekaan bangsa Indonesia tahun 1945. “Saya percaya akan
kebulatan hati pemuda Indonesia
yang percaya akan kesanggupannya berjuang dan menederita”ujar Saul Situmorang
mengutip paparan Bung Hatta, pelopor Koperasi di Indonesia.
Sekaitan dengan itu, alumnus
SekolahPasca Sarjana UGM Jogya ini mengatakan, Pemuda harus menyadari
potensinya yang mampu merubah keterpurukan ekonomi Indonesia dengan penuh
idealisme, berani berkorban, berani menderita dan menjadi pelopor perubahan social,
ekonomi atau politik untuk kepentingan bangsa Indonesia yang maju.
Saul Situmorang menggarisbawahi,
bahwa keberhasilan pembangunan suatu Negara atau daerah sangat tergantung pada
empat factor utama, yakni kemampuan dan keterampilan SDM, jangkauan networking,
penguasaan teknologi dan kekayaan sumber daya alam yang dimiliki. Oleh sebab
itu, pemuda harus terus menerus mengasah ilmu pengetahuan yang dimiliki agar
dapat memiliki SDM yang tinggi. Karena factor alam hanya memberikan andil 10%
untuk keberhasilan pembangunan.
Dala kaitan pembangunan, Saul
Situmorang menggambarkan perkembangan pembangunan ekonomi daerah, sebagai sebuah peperangan
melawan 2 jenis kemiskinan. Kemiskinan Natural, kemiskinan kelompok masyarakat
karena tidak memiliki sumberdaya yang memadai, baik sumber daya alam, maupun
sumber daya manusia maupun sumberdaya buatan. Sehingga mereka tidak ikut
berperan aktif dalam pembangunan. “Kalaupun mereka ikut dalam pembangunan,
mereka hanya mendapatkan imbalan pendapatan yang redah”ujar Situmorang.
Sementara kemiskinan Kultural
menurut Staf Ahli Bupati Taput ini, mengacu pada sikap hidup seseorang atau
masyarakat yang disebabkan oleh gaya hidup, kebiasaan dan kebudayaan mereka
merasa kecukupan dan tidak merasa kekurangan. Kelompok ini tiak mudah diajak
untuk berpartisipasi dalam pembangunan, tidak mudah untuk melakukanperubahan,
menolak untuk mengikuti perkembangan dan tidak mau berusaha untuk memperbaiki
tingkat kehidupannya.
“Oleh sebab itu, melalui forum
ini saya mengajak pemuda di Tapanuli Utara untuk ikut memerangi kemiskinan,
apakah itu kemiskinan natural ataupun cultural karena anda-andalah tulang
pembangunan. Banyak hal yang dapat dilakukan oleh pemuda di Tapanuli Utara untuk ikut serta meningkatkan perekonomian di
daerah ini. Baik disektor pertanian, industri (agrobisnis), sector pariwisata,
terutama melalui koperasi dan UKM”ujarnya.
Secara khusus Saul Situmorang
menggambarkan, Credit Union (CU) merupakan sebuah cerminan koperasi atau usaha
bersama yang konsisten melaksanakan peranannya berdasarkan kesadaran dan kepentingan
anggota. “Seseorang yang ingin menjadi anggota CU harus terlebih dahulu
diberikan pemahaman tentang system pelayanan CU, menyatakan kesediaan mengikuti
peraturan CU. Setelah itu, barulah yang bersangkutan diterima menjadi anggota
CU. Saya berharap agar Koperasi Pemuda Tapanuli Utara dapat menjadi koperasi
yang bagus dan benar-benar bermanfaat untuk peningkatan ekonomi pemuda di
daerah ini dan bermuara pada peningkatan kesejahteraan rakyat”ujar Saul.
Selain Saul Situmorang,
seyogyanya Kadis Koperasi Taput Bertho Manalu akan ikut memberikan ceramah
sekitar peranan koperas dalam peningkatan ekonomi. Namun tidak diketahui,
kenapa Kadis Koperasi tidak hadir pada kesempatan yang sangat berharga bagi
generasi muda Taput ini.(R.04/06).
Teks foto :
Saul Situmorang,SE,MSi didampingi Ketua Koperasi Pemuda Taput Jansen Simanjuntak dan Sekretaris Rudolf
Sirait,SE,SH menyampaikan makalah di hadapan Pemuda/KNPI peserta Seminar
Koperasi Pemuda hari Sabtu (31/10).(Foto:Marudut).
Sekelompok Warga
Pahae Jae Bertindak Ala
Preman:
Walfred Nainggolan Dibogem Saat Melaksanakan Tugas Pemerintahan
Pahae, Bonpas
Bertindak ala preman, sekelompok warga Kecamatan Pahae
Jae-Tapanuli Utara melakukan pemukulan terhadap seorang aparat
pemerintahan saat melaksakan tugas. Akibat pemukulan itu, bagian wajah
korban membengkak dan membiru. Korban tidak mengadu ke polisi menunggu
petunjuk atasan.
Peristiwa naas ini di alami Walfred Nainggolan staf pada kantor Bappeda
Tarutung-Tapanuli Utara. Hari itu, Kamis (29/10) dengan menggunakan
kenderaan roda dua, korban meluncur dati Tarutung menuju ke
Kecamatan Purbatua untuk urusan dinas resmi.
Memasuki kecamatan Purbatua namun masih wilayah kecamatan
Pahae Jae atau persis mendekati jembatan belly, sekelompok warga terlihat oleh
korban melaksanakan kegiatan gotongroyong. Menurut penuturan Walfred kepada
Bonpas dikantor Bappeda Tarutung, Senin (2/11), seketika salah seorang
melakukan penyetopan, dan menodorkan sejenis kotak sumbangan, Oleh Walfred
mencoba membuka dompet berencana akan memberi semampunya. Sesat
akan menyerahkan Walfred berucap” inikan tidak paksaan bang” seketika
orang yang memegang kotak”amal” melontarkan kata-kata kotor
seraya menyuruh Walfred melanjutkan perjalanan.
Sekira pukul 11.00 wib, Walfred Nainggolan ketika hendak kembali ke
Tarutung usai bertugas dikantor camat Purbatua ditempat yang sama kembali
distop oleh salah seorang dari peserta gotongroyong. “ Beberapa diantara
dari kelompok warga itu , tanpa ba,bi bu, langsung melakukan pemukulan dibagian
kepala yang ditutupi helm.
Tidak puas hanya disitu salah seorang diantara kawanan itu meninju
wajah tepat dibagian mata korban, seketika ,saya menunduk minta ampun,
namunpukulan dibagian tubuh kembali mendarat” urai Walfred Nainggolan
seraya memperlihat bagian wajah dekat mata masih membiru.
Kelompok warga yang berlakon ala preman itu, justru ada yang mengeluarkan
kata-kata penghinaan kepada institusi pegawai negeri sipil (PNS).” Dang hasea
hamu sude pegawai negeri,holan babi do hamu” ujar Walfred menirukan kata-kata
kotor dari kelompok dalam bahasa daerah.
Setelah melalukan pemukulan, saya dilepas begitu saja,seraya melontarkan
kata-kata kotor. Saya kembali dengan selamat tiba di Tarutung, sebut
Walfred. Mendengar kejadianyang dialami Walfred beberapa temann sekantornya
menyarankan agar Walfred memvisum memamr dibagian wajah. “Ya nani saya setelah
melaporkan kejadian kepada bapak Sekda” ujar Walfred.
Walfred bertugas ke Purbatua resmi membawa surat tugas,” saya melakukan monitoring
ke kecamatan Purbatua,ujarnya dan dibenarkan beberapa teman sekantor, saat
wartawan menggali info, seraya korban membenarkan belum melaporkan
peristiiwa yang dialami ke pihak kepolisian. “saya tunggu petunjuk atasan lah
dulu bang” imbuhnya.
Sebagai info kepada pimpinan pemerintahan di kecamatan Pahae Jae,agar
menelusuri tindakan ala preman dari sekelompok warga tersebut . Serta
apakah juga setiap melakukan gotongroyong ,upaya meminta sumbangan dari
pengguna jalan menjadi kewajiban, ini perlu di tertibkan. (Marudut)
Protes Pemilik
Lahan Normalisasi Sungai Bombongan Purbatua Disesalkan
Tarutung,Bonpas
Ternyata masih ditemui
adanya warga yang belum menyadari arti dari pembangunan. Bahkan
akibat dari sikap tidak terima, ia
mengadu ke polisi atas pengrusakan tanaman miliknya, keterlaluan. Pihak Polsek
Pahae Jae telah memanggil pihak-pihak terkait.
Atas usulan masyarakat melalui pemerintahan desa, pemerintah kabupaten merespon dengan
mengalokasikan dana dan diplot dalam Proyek Normalisasi Sungai. Masyarakat Desa
Sibulanbulan Kecamatan Purbatua,
Tapanuli Utara ,awalnya merasa bangga dan terimakasih kepada pemerintah
kabupaten tetapi kemudian berbalik
menjadi kesal namun kesal tidak kepada pemerintah tetapi kepada sesama warga.
Pasalnya oleh pemerintah kabupaten melalui mitra kerja (rekanan) melaksanakan
pekerjaan normalisasi sungai Bombongan Sibulanbulan hingga selesai. Oleh salah
seorang warga bermarga Napitupulu disebut pemilik lahan untuk normalisasi sungai keberatan dan meminta agar lahannya jangan dikorbankan bagi proyek
tersebut.
Informasi yang diperoleh Bonpan, Alur sungai Bombongan pada
titik tertentu sudah harus dinormalisasi, sebagai antisipasi terhadap bahaya
banjir bagi salah satu dusun hunian
warga disekitar alur sungai. Dan atas kondisi demikianlah pemerintahan desa membuat usulan kepada
pemkab Taput dan ternyata disahuti secara positif dengan menyedikan anggaran sesuai kebutuhan.
Oleh salah seorang rekanan dipercayakan melaksanakan proyek
dimaksud, sebelumnya telah dilakukan
pematokan yang dihadiri petugas dan kepala desa setempat. Dalam pematokan itu
untuk menentukan lahanmana yang akan dijadikan alur sungai yang baru. Untuk
meluruskan alur sungai Bombongan sepanjang kurang lebih 20 meter panjang lahan
harus dibentuk menjadi alur sungai . Dan itu sudah selesai dikerjakan oleh rekanan.
Tidak berselang lama, salah seorang perantau bermarga
Napitupul pulang kampung, dan melihat tanahnya yang selama ini terlantar
(tarulang) dan hanya ditumbuhi semak belukar. Melihat lahanya sepanjang 20
meter ini telah dibentuk menjadi sungai mengajukan keberatan dan meminta agar
dikembalikan seperti semula. Oleh pihak pemerintah melalui rekanan mengembalikan kondisi sungai Bombongan karena
tidak ditemui kesesuaian.
Berselang kemudian,
oleh pihak-pihak terkait diantaranya
instansi pengelola proyek dan p[ihak rekanan serta kepada desa setempat menerima surat panggilan dari pihak kepolisian sector
Pahae Jae. Kepada yang terpanggil dimintai datang ke Polsek
untuk didengat keterangan sebagai saksi tentang terjadinya tindak pidana
pengrusakan.
Warga setempat merasa heran, lahan yang sempat digunakan
bagio normalisasi sungai Bombongan sudah dikemba;liken seperti semula, tetapi
juga pemilik masih mengadukannya ke polsek ,itu keterlaluan namanya ujar salah
seorang warga bermarga Sinaga kepada Bonpas yang berada di Pahae Jae. Sudah
lahannya dikembalikan secara utuh malah
tega-teganya mengadu laghi ke pihak berwajib, tansa Sinaga. (R/06).
Selamat dan Sukses
Atas terpilihnya
Kochler
Pasaribu
Sebagai Kepala Desa
Gonting Garoga Kec Garoga
Pada pemilihan Kepala
Desa Selasa, 27 Oktober 2009
“ Semoga menjadi pemimpin yang dapat mengayomi
masyarakatnya”
Tarutung, 4 November
2009
Dari:
Martua Situmorang
Pemred MM Liputan
Bona Pasogit
Alfonso
Situmorang Jalo
Tua Lubis
Selamat dan Sukses
Kepada
Mindo Nurafni H. Nainggolan, SKep
Anak dari Alm Parlindungan
Nainggolan/Asimauli Br Tobing
Atas keberhasilnannya
memperoleh gelar Sarjana Keperawatan dari Universitas Sumatra Utara (USU)
diwisuda Rektor USU Bapak Prof
Chauruddin P. Lubis DTM& H SPA (K)
Pada hari Senin 26
Oktober 2009 di Audiotorium USU Medan
Wakil Bupati Dairi Irwansyah Pasi SH pimpin penutupan Diklat Satpol PP tahun
2009. Wakil Bupati sedang menerima perwakilan siswa satpol PP Jepri Adi
Lubis dan Dedy Simbolon untuk di lepas kartu tanda peserta diklat Senin.(Foto:Honongan)
Warga Simangumban
melalui tokoh masyarakat menyerahkan ulos kepada bupati Taput dan Ibu
Elly Toluto sebagai ungkapan rasa syukur atas kunjungan menghadiri
kegiatan pentas seni, serta sebagai bentuk dukungan bersama membangun
Bonapasogit. Pada kesempatan itu Bupati mengajak masyarakat untuk bersatu, yang
lalu biarlah berlalu. (foto:marudut/ Bonpas)
Kita harus ingat
pesan Pak Bupati Taput, yang lalu biarlah berlalu. Artinya, jangan memelihara
dendam.
PDIP Bermasalah, Penetapan Pimpinan Defenitif DPRD Taput Ditunda
-Ir. Ottoniyer Simanjuntak Mendapat Dukungan dari DPP,
DPC Protes
Tarutung , Bonpas
Munculnya dua surat
berbeda dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Paripurna khusus
DPRD Taput terhadap agenda penetapan pimpinan defenitip
ditunda untuk beberapa hari. Hal itu disampaikan FL Fernando Simanjuntak
SH,MH dan Bernat Situmeang,BE Pimpinan Sementara DPRD Taput
kepada wartawan.“Dalam sidang paripurna
khusus,hari Jumat (30/10.Red.) belum menghasilkan pimpinan defenitif”,
tandasnya.
Sesuai hasil Pileg 2009 dan
ketentuan yang berlaku, ada tiga parpol di Taput yang yang berhak mengunsulkan
kadernya untuk menduduki pimpinan DPRD yakni Partai Golkar sebagai pemenang
pertama, Partai Demokrat diurutan kedua dan ketiga peraih suara terbanyak
adalah PDIP. Dua diantara 3 prapol diatas seyogyanya mengusulkan satu nama
untuk duduk menjadi unsur pimpinan sementara. Namun dari PDIP ada dua surat, satu surat untuk
mengusulkan nama pimpinan dan surat kedua
membatalkan surat
usulan pertama. Kondisi ini memunculkan pro dan kontra terhadap dua
Surat keputusan
(SK) yang berbeda.
Akibatnya, Sidang Paripurna DPRD
tersebut diskors dengan alasan partai PDIP belum bisa memutuskan satu orang
calon untuk ditetapkan menjadi pimpinan Defenitif yang nantinya akan dikirim
langsung kepada Gubernur Sumatera Utara.
Ir Ottonyer Simanjuntak yang
sudah mempunyai SK dari DPP PDIP untuk ditetapkan menjadi pimpinan defenitif
DPRD Taput dan bahkan SK nya sudah diterima oleh pimpinan sementara DPRD Taput
FL. Fernando Simanjuntak, SH MH belum disetujui oleh Ketua DPC PDIP Taput
Bangkit P Silaban, SE yang mencalonkan Tiur Kalima Purba menjadi pimpinan
Defenitif dari partai PDIP.
32 Anggota DPRD Taput
diluar 3 orang dari PDIP berharap pada paripurna hari Jumat (30/10)tersebut sudah akan terbentuk pimpinan
defenitip, tetapi ternyata hasilnya jauh dari harapan. Bahkan terkesan kecewa
karenabegitu banyak waktu yang
diulur-ulur hanya untuk menetapkan Pimpinan Defenitif. “Bukan kecewa, tetapi
kita harus toleran karena ini untuk kepentingan lembaga” ujar Tombang Marbun SE
anggota DPRD dari Partai Merdeka, tkepada wartawan.
Poltak Pakpahan yang sudah ditetapkan sebagai Ketua Fraksi PDIP,disebut sebut menjadi mediator untuk
menyelesaikan konflik internal atas munculnya dua surat yang bermasalah itu. “Kami sepakat
untuk tidak sepakat dalam Paripurna ini, saya diminta menjadi mediator antara
Ottonyer dan Bangkit P Silaban selaku Ketua Partai di Kabupaten Taput sesuai
arahan dari pelaksana harian DPD PDIP Sumut Pak Panda Nababan” ujar Poltak
.
FL Fernando Simanjuntak SH,MH
mengakui, Poltak Pakpahan sedang melakukan perannya sebagai mediator. ”Ia,
saudara Poltak Pakpahan menjadi mediator untuk menyelesaikan masalah tersebut”,
tandas nya usai Sidang.
Masih dalam menanggapi masalah dalam paripurna, FL Fernando
Simanjuntak, SH MH dalam persidangan meminta persetujuan dari flor untuk
menunda sidang, “Ada
yang setuju dan yang tidak. Sebagai pimpinan sementara kita
selalu berupaya membuat yang terbaik atau selalu elegan tanpa harus
mengesampingkan kebersamaan, kita bekerja untuk kepentingan rakyat, dan
memiliki sifat saling menghormati untuk menggapai tujuan bersama”.
Saya tau, kita ini sama-sama punya Partai, sebenarnya ini masalah internal
Partai PDIP. Untuk itu kita harus menerima dispensasi waktu dari mereka”
harapnya lagi sebelum menunda sidang.
Waktu yang diberikan kepada Partai PDIP ,ujar Fernando didampingi Bernat
Situmeang agar dimanfaatkan dengan baik. Sebab apabila tidak komitmen
dengan waktu tersebut, kami dari pimpinan sementara akan menetapkan pimpinan
Defenitif sesuai mekanisme yang berlaku.Waktu yang diberikan kepada PDIP sampai tanggal 5 Nopember
2009.(marudut)
BERITA KAKI
David Hutabarat,ST Calon Pemimpin Masa Depan
Tarutung,Bonpas
David Hutabarat ST Ketua terpilih
DPD KNPI Tapanuli Utara periode 2009-2012, generasi muda Tapanuli Utara yang
berpotensi menggerakkan kreatifitas pemuda. Hal itu disampaikan sejumlah OKP
peserta Muskab Pemuda/KNPI X Kabupaten Tapanuli Utara hari Sabtu, (31/10) di
Gedung Balai Data Bawah Jl. Sisingamangaraja Tarutung.
David selama ini dikenal juga
sebagai mantan Bupati LSM LIRA Kabupaten Tapanuli Utara yang kritis dan
merupakan putra Bona Pasogit alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) tahun 2005
terpanggil kembali ke Bona Pasogit dengan harapan dapat mengabdikan ilmunya
untuk daerah ini.
“David seorang generasi muda yang
idealis, sejak lama mengharapkan dapat mengabdikan ilmunya untuk Tapanuli
Utara. Ia bahkan melepaskan peluang kerja ke Canada Amerika Serikat dengan gaji
besar. Cita-cita itu sudah mulai diwujudkannya melalui kepercayaan masyarakat
untuk mengantarnya menjadi anggota di DPRD Taput dari partai PKPB dan posisi
Ketua DPD KNPI Tapanuli Utara periode 2009-2013. Kita yakin,David akan menjadi seorang yang dapat
menciptakan kreatifitas generasi muda,bersama Pemkab Tapanuli Utara yang kini
dipimpin Torang Lumbantobing yang dikenal sangat dekat dengan generasi
muda”ujar tokoh OKP yang memberikan pilihannya kepada David pada Muskab itu dan
berharap David tetap memelihara kemitraan dengan Pemkab Tapanuli Utara.
Sebagaimana diharapkan masyarakat
Tapanuli Utara, banyak generasi muda daerah ini yang kuliah di berbagai
universitas berkualitas seperti UI,ITB, Universitas Gajahmada, IPB, USU,UNDIP
dll. agar dapat kembali ke bonapasogit untuk mengabdikan ilmunya. “David salah
seorang dari mereka yang berhasil memperoleh ilmu dan ingin membangunbonapasogitnya”ujar Panggabean yang ikut
melihat proses pemilihan ketua KNPI itu.
Ia menganggap Bung David
Hutabarat sebagai pelopor sarjana dan calon pemimpin masa depan yang mau pulang
kampung, untuk ikut berpartisipasi membangun daerah.Dari dulu, keinginan
masyarakat Tapanuli Utara, agar putra/putri daerah ini setelah selesai kuliah
mau kembali ke daerah untuk memberikan kontribusi di bidang pembangunan,
mengingat daerah ini sangat membutuhkan sarjana-sarjana yang
berkualitas.Sehingga, Tapanuli Utara bisa maju sesuai dengan yang diharapkan.
Muskab Pemuda/KNPI Kabupaten
Tapanuli Utara hari Sabtu (31/10) diikuti 23 peserta dengan dua kandidat
masing-masing Tagor Tampubolon SH (Ketua DPD IPK Taput) dan David Hutabarat ST.
Pada pemilihan Ketua, David
terpilih dengan perolehan suara 13 sementara Tagor Tampubolon,SH 10 suara. Pada
kesempatan itu ditetapkan tujuh Formateur untuk menyusun komposisi kepengurusan
KNPI Tapanuli Utara akan secepatnya bekerja dengan mengakomodir para pengurus
OKP (R.01).
HL 2
(Besar Hurupnya)
Toluto: Yang lalu biarlah berlalu, kita
songsong hari esok
Taput,Bonpas
"Yang lalu biarlah berlalu, kita songsong hari esok dengan kebersamaan,sehingga
apa yang menjadi harapan dan keinginan menjadikan Tapanuli Utara lebih
maju,akan tercapai”, ajakan Bupati Taput,T.Lbn Tobing dicetuskan dihadapan
masyarakat Simangumban, Minggu (1/11).
Masyarakat Kecamatan Simangumban menggelar pentas seni .Kegiatan bernuansa
budaya daerah ini sesuai pantauan Bonpas dihadiri Bupati, Ketua Tim
PKK Ibu Elly Toluto, 3 orang anggota dewan Taput bermarga
Lumbantobing, pimpinan instansi serta para mitra kerja (rekanan).
Gelar pentas seni yang dipandu Kabag Kesra Timbul Simangunsong, Kadis PMD/Naker
Drs BP Siahaan diawali laporan Camat Simangumbang Oloan Hutabalian Spd,
selanjutnya anak didik mulai dari SD ,SMP dan SMA serta Karang Taruna, Ibu-ibu
yang menjadi peserta gelar pentas seni secara berurut menampilkan kegiatan,
baik olah vocal, tumba serta tor-tor.
Sebagai luapan kegembiraan serta cerminan kebersamaan, para rombongan dari
Tarutung termasuk tokoh-tokoh muda dari Simangumban seperti Murni Sianaga
berbagai rasa dengan bentuk” saweran” sebagai motivasi kepada siswa.
Murni Sinaga, tokoh muda Simangumban ini sebut salah seorang warga bermarga
Simatupang memiliki andil besar dalam kegiatan yang
dihadiri Bupati dan rombongan dari Tarutung.Selain itu nampak Tigor Siahaan
tokoh muda Pahae Jae kecamatan tetangga, Ketua Karang Taruna Taput Lambok
Sipahutar (Pak Liang), O.Aritonang (Oar) dikrektur Orion Group.
Sebagai bentuk ucapan terimakasih dari masyarakat Simangumban, melalui
tokoh-tokoh masyarakat menyerahkan ulos kepada Bupati dan Ibu Elly Toluto. Ulos
sebagai bentuk dukungan dari masyarakat untuk secara bersama-sama membangun
Bonapasogit. “Arop do rohanami amang bupati di kepemimpinan muna di periode
napaduahon on, boi tarbangun jalan -jalan tu lokasi pertanian” ujar
Topan Ritonga sesaat sebelu menyerahkan ulos.
Bupati Taput Torang Lumbantobing yang
disapa Toluto ,mengajak masyarakat Simangumban untuk bersatu.”yang lalu biarlah
berlalu ,kita song-song hari esok dengan kebersamaan” pintanya seraya berharap
agar masyarakat Simangumban meningkatkan kerjakeras membangun sektor
perekonomian.
Tiga orang anggota dewan bermarga Lumbantobing yakni B.Lbn Tobing (Tolkit),
B.Lbn Tobing (Pak Naek) dan S.Lbn Tobing juga diserahi ulos dari kelompok
masyarakat yang jauh dari pedesaan,dengan harapan ketiga anggota dewan ini berjuang
membuka akses jalan ke lingkungan desa yang masih terisolir di kecamatan
Simangumban.(Marudut)
Teks foto Utama
4 kolom : Warga Simangumban melalui tokoh masyarakat menyerahkan
ulos kepada bupati Taput dan Ibu Elly Toluto sebagai ungkapan rasa syukur
atas kunjungan menghadiri kegiatan pentas seni, serta sebagai bentuk
dukungan bersama membangun Bonapasogit. Pada kesempatan itu Bupati mengajak
masyarakat untuk bersatu, yang lalu biarlah berlalu. (foto:marudut/ Bonpas)
Wabub Dairi Irwansyah Pasi, SHTutup
Diklat Satpol PP Tahun 2009
Sidikalang (Bonpas)
Bupati Dairi diwakili Wakil
Bupati Dairi Irwansyah Pasi, SH pimpin gelar acara penutupan pelaksanaan
pendidikan dan latihan (Diklat) Satuan Polisi
Pamong Praja (Sat Pol PP) tahun 2009 di Kabupaten Dairi, Senin (2/11) bertempat
di Aula Centrum GKPPD Jln. Air Bersih Sidikalang.
Wakil Bupati Dairi Irwansyah
Pasi, SH yang dalam sambutannya mengatakan, bahwa tugas dan fungsi satuan
Polisi Pamong Praja cukup berat, namun dengan komitmen yang kuat, semangat yang
membaja dan jiwa karsa yang dijunjung tinggi serta konsisten dalam melaksanakan
tugas. Wakil Bupati yakin tugas yang dipikul satuan Polisi Pamong Praja akan
terlaksana dengan baik sesuai harapan pemerintah daerah
dan masyarakat. “Untuk itu saya berharap agar satuan polisi pamong praja
Kabupaten Dairi benar-benar mempedomani tugas-tugas dan jangan
menyia-nyiakan kesempatan ini karena sangat memiliki arti yang strategis dalam
mengembangkan peran, tugas dan fungsi satuan polisi pamong praja sebagai salah satu ujung tombak dalam pelaksaan
pemerintahan daerah hingga pelatihan ini dapat kita sebut sebagai sarana
pembentukan satuan polisi pamong praja yang memiliki dedikasi dan loyalitas
untuk meningkatkan kualitas kinerja agar pelaksanaan pemerintah daerah dapat
diraih sesuai dengan program”ujar Wakil Bupati dan berpesan dan menegaskan
agar jangan ada diantara mereka berpikiran siapa tahu ada hubungan marga,
famili, sekalipun saudara kepada Bupati Dairi dan Wakil Bupati Dairi atau
pejabat lainnya jangan melakukan pelanggaran peraturan yang ada. “Sanksinya
adalahpemecatan !!”, tegas Wakil Bupati
Kepala kantor satuan polisi
pamong praja Kabupaten Dairi DR. Simarmata, SH,M.Si melaporkan, dasar
penyelenggaraan sesuai dengan keputusan bersama DPRD dengan Bupati Dairi nomor.
36/K-DPRD /2009 tanggal 25 september 2009 tentang perubahan APBD Kabupaten
DAiri tahun 2009, keputusan pimpinan DPRD Dairi nomor. 24/K-PIMP/2009,tentang
persetujuan pengangkatan tenaga kontrak ( non PNS ) pada Pemerintah Kabupaten Dairi
khususnya pada Kantor Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Dairi tahun 2009,
Keputusan Bupati Dairi No.566/420/V/2009, tanggal 22 Juni 2009 tentang
pembentukan Panitia Pelatihan Berdisiplin dan Tata Upacara di Kabupaten Dairi
tahun 2009, Surat Bupati Dairi No. 814/5675 tanggal 28 September 2009 tentang
pengangkatan tenaga kontrak pada Kantor Satpol PP Kabupaten Dairi.
Ditambahkan,maksud dan tujuan diklat ini adalah
meningkatkan pengetahuan, keahlian, ketrampilan dan sikap untuk melaksanakan
tugas secara professional yang dilandasi kepribadian yang baik sebagai anggota
Satuan Polisi Pamong Praja. Menciptakan aparatur yang tangguh, handal dan
berwibawa.. Memantapkan sikapdan semangat pengapdian yang berorientasi pada
pengayoman dan pemberdayaan masyarakat.
Menciptakan keamanan visi dan kemajuan pola piker dalam pelaksaan tugas-tugas
pemerintah umum, masyarakat dan pembangunan demi terwujudnya pemerintah yang
baik. Memiliki salah satu persyaratan atau kompetensi sebagai petugas Polisi
Pamong Praja.
Lebih lanjut disampaikan,
pelaksanaan pendidikan dan pelatihan kemampuan polisi pamong praja ini telah
berlangsung selama 21 hari yaitu mulai tanggal 9 Oktober sampai dengan 2
November 2009 berlangsung mulai dari pagi hari hingga sore hari. Pada hari
kedua peserta yang mengalami sakit hingga sempat dirawat di Rumah Sakit Umum Sidikalang tetapi setelah sehat dan
masuk kembali mengikuti latihan hingga bisa mengikuti pelatihan. Para peserta pelatihan mengikuti pelatihan dengan
semangat yang tinggi hingga pada saat ini. Pelaksaan pendidikan dan latihan
kemampuan polisi pamong praja ini telah terlaksana sebagaimana diharapkan dan
seluruh peserta dapat mengikuti pelatihan dengan baik dan sempurna. Peserta
diklat adalah sebanyak 48 orang yang terdiri dari 39 orang anggota baru
dan 9 orang anggota honor yang sudah ada sebelumnya dan kepada peserta diklat
yang selesai dengan baik mengikuti diklat ini akan diberikan surat keterangan telah mengikuti diklat.
Tenaga instruktur adalah dari
Kodim 0206/Dairi, Polres Dairi, Bagian Ortala, Bagian Hukum Setda Kab. Dairi,
Badan Kepegawaian dan Pelatihan Daerah. Materi yang diajarkan latihan peraturan
baris berbaris, latihan pisik/latihan bela diri, latihan anti huru hara, dan
KUHP dan KUHAP, tata upacara sipil, tata acara menghadapi unjuk rasa, penerapan
peraturan perundang-undangan, wawasan nusantara, tugas dan fungsi Satpol PP.
Direncanakan minggu depan dilaksanakan pasang pembaretan atau resmi dimulai
melaksanakan tugas dengan aktif, tegas Kasat Pol PP.
Selain Wakil Bupati Dairi Irwansyah Pasi, SH hadir juga pada acara itu Dandim
0206/Dairi Letkol inf Abdul Rahman S.sos (HS)
Keterangan Photo : Wakil Bupati Dairi Irwansyah Pasi SH pimpin tutupan
Diklat Satpol PP tahun 2009. Wakil Bupati sedang menerima perwakilan
siswa satpol PP Jepri Adi Lubis dan Dedy Simbolon untuk di lepas kartu tanda
peserta diklat Senin.(Foto:Honongan)
Dinas Perhubungan Tapteng Menerima Bantuan Dari Kementrian Pembangunan
Desa Tertinggal
Pandan, Bonpas
Kadis Perhubungan Pemkab Tapteng
Ir. RP Panahatan Hutabarat MSi melalui Kabid Perhubungan Darat dan laut Ichwan
Simatupang, Sos, MPS pada Jumat (30/10) diruang kerjanya bahwa Dinas
Perhubungan Pemkab Tapteng mendapat bantuan transportasi darat dan laut dari
kementrian Pembangunan Desa tertinggal.
Bantuan tersebut berasal dari DAK
dan 10% dari dana Shering APBD Tapteng. Bantuan transportasi darat terdiri dari
3 unit trukroda 6, 3 unit mobil
pick-up dan 1 unit speed boat bermesin stempel merek Yamaha 2 unit . dengan
kapasitas 25 PK per unit. Pengadaan transportasi tersebut ditender dengan pagu
Rp. 1.700.000,- fungsi transportasi tersebut adalah untuk meningkatkan
perekonomian masyarakat Tapteng bagi desa terpencil atau desayang sulit
dihubungi transportasi laut maupun darat.
Contohnya Desa Sitardas labuhan
agin dan desa yang terpencil di tepi pantai tapi belum bisa dijangkau
trasnportasi darat. Pengelolahan trasnportasi tersebut akan ditangani koperasi
organisasi masyarakat bergabung dengan Dinas Perhubungan Tapteng dengan maksud
agar kesinambungan trasnportasi tersebut dapat ditingkatkan kedepan. (FH)
Terkait Tewasnya Wartawan Aspirasdi,
Wartawan dan
LSM Unjukrasa Damai ke Polres Tobasa
Balige,
Bona Pasogit
Diperkirakan sekitar 200 orang wartawan media cetak/
elektronik dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dari 6 (enam) Kabupaten Kota
yang tergabung didalam Solidaritas Wartawan dan LSM melakukan aksi unjukrasa
damaikan Mapolres Kab. Toba Samosir Kamis (29/10) menuntut keprofesionalan
pihak kepolisian mengungkap kematian wartawan Aspirasi di Tobasa yang dinilai
tidak wajar.
Gabungan wartawan dan LSM dari berbagai Daerah antaranya
Ka. Toba Samosir, Kab. Humbang Hasundutan, Kab. Tapanuli Utara, Kab. Samosir,
Kab. Simalungun dan Kotamadya Pematang Siantar bergerak sejak pukul 10.00Wib
dari Bundaran Tugu DI Panjaitan berjalan menuju Mapolsek Balige kemudian
melanjutkan aksi demonstrasi ke Mapolres Tobasa di Desa Siponggol Dolok Kec.
Porsea dengan berkonvoi menggunakan mobil roda empat dan sepeda motor.
Perdebatan sempat terjadi di gerbang Mapolres saat salah
seorang petugas Kepolisian melarang para wartawan untuk memasuki areal kantor
Polres apabila tidak mengenakan ID card pengenal dari media masing-masing.
Sementara para wartawan yang tergabung dalam Solidaritas tersebut menjelaskan
solidaritas yang melakukan unjuk rasa damai tersebut sebelumnya telah ditandai
dengan ikat kepala mera. Apabila terdapat didalamnya salah seorang yang tidak
mengenakan tanda tersebut, maka yang akan mengusir terlebih dahulu ialah para
demonstran, ucap salah seorang orator Lambaik Manalu kemudian meneriakkan
yel-yel, Polri yes, Wartawan yas, LSM ysa, Premanisme habisi.
Berbagai alat peraga berupa poster berisikan foto mendiang
Agus, spanduk berterakan tanda tangan para anggota Solidaritas wartawan LSM,
poster bertuliskan Pers dan LSM bukan sasaran kekerasan. Polri harus tegakkan
kebenaran. Ungkap kematian Agus Hutapea, dll, dibawa sebagai bentuk aspirasi
kritis atas kinerja Mapolres Tobasa.
Dimapolres Tobasa tersebut para pengunjuk rasa damai
tersebut diterima oleh Kabag Bina Mitra Polres Tobasa Kompol
M.Siringoringo, Kapolsek Balige AKP Gibson Siagian beserta barisan personil
Polisi. Dihadapan petugas, salah seorang orator Sabaruddin Tambunan membacakan
beberapa point tuntutan yang dialamatkan kepada Kepala Kepolisian Republik
Indonesia berisikan, Solidaritas Wartawan dan Aktivis LSM Tobasa, Taput,
Humbahas, Samosir, Simalungun dan Siantar mendesak Polri mengusut tuntas
kematian rekan kami wartawan mingguan Aspirasi terbitan Medan M.Agus Hutapea
(25) yang ditemukan tewas pada 20 Oktober 2009 di Desa Hinalang Kec. Balige.
Solidaritas Wartawan dan Aktivis LSM Tobasa., Taput,
Humbahas, Samosir, Simalungun dan Siantar mencurigai kematian Agus Hupea tidak
wajar. Mendesak Polri menuntaskan pengaduan Rixon Tanjung (65) wartawan Mingguan
Bidik atas penganiayaan di rumahnya sendiri yang diduga dilakukan berhubungan
dengan tugasnya sebagai wartawan (pemberitaan) pada tanggal 21 Desember 2008,
sampai saat ini kasus tersebut belum tuntas. Mengharapkan jajaran Polri
khususnya di Tobasa agar bekerja lebih professional mengenai kasus tersebut.
Mengharapkan dan mendukung jajaran Polri sebagai mitra wartawan dan LSM untuk
benar-benar memberantas premanisme selanjutnya para penanggungjawab demonstrasi
menyerahkan tuntutan dokumentasi serta alat peraga lainnya kepada pihak
kepolisian yang dalam hal ini Kapolres Tobasa diwakili Kabag Bina Mitra Polres
Tobasa Tompol M. Siringo-ringo kemudian para pengunjuk rasa tersebut beranjak
dengan tertib menuju kota Balige . (HN)
Sekwan DPRD
Kabupaten Tobasa :
PAW Jonang Sitorus
Tidak Diisi, Honornya Kemana ?
Balige, Bonpas
Pengganti Antar Waktu (PAW)
anggota DPRD Tobasa atas nama Jonang MP Sitorus sampai saat ini belum terisi
sementara yang bersangkutan disebut-sebut sudah menjadi anggota DPRD di salah
satu Kabupaten Provinsi Riau.
Jonang MP. Sitorus Anggota DPRD
Kabupaten Toba Samosir dari Partai Persatuan Daerah sudah mengundurkan diri
dari keanggotaan DPRD Kabupaten Toba Samosir pada periode 2004-2009 sebelum
masa tugas mereka berakhir, terhitung semenjak bulan Agustus 2009 melalui surat
permohonannya pengunduran dirinya Kepada Lembaga DPRD Kabupaten Toba Samosir
dan segala fasilitas yang diberikan Pemerintah kepadanya termasuk gajinya sudah
dihentikan. Demikian dijelaskan oleh Sekretaris DPRD Kabupaten Toba Samosir
Drs. Jaresman Manurung kepada Wartawan di ruang kerjanya, tanggal 22/10/2009 .
Sekwanmengatakan, sebenarnya Surat Pemberitahuan
tentang pengunduran diri dari Partainya sudah pernah dilaporkan pada tahun
sebelumnya yaitu tahun 2008. Namun upaya dari partainya untuk menggantikan JMP
Sitorus belum ada dilakukan sampai saat ini. Seharusnya anggota dari salah satu
partai yang sudah keluar wajib diganti oleh partai yang bersangkutan untuk
menempati posisi yang sudah disediakan sesuai dengan jumlah kursi DPRD yang
ada.
Namun sampai saat ini tidak kelihatan rencana dari partai
untuk mengisi kembali anggota DPRD nta. Oleh karena itu jumlah anggota DPRD
Kab. Tobasa sudah berkurang satu orang jadi sekarang jumlah anggota DPRD Kab.
Tobasa berjumlah 24 orang kata sekwan menjelaskan. Dan ketika pemberhentian
gaji dari JMP Sitorus dieprtanyakan kepada Bendahara DPRD Kab. Tobasa K
Sitanggang, kapan mulai gaji JMP Sitorus dihentikan, Bendahara K. Sitanggang
tidak mau memberikan penjelasan. “Ke sekwansajalah, hal ini bukan wewenang
saya”, katanya.
Namun menurut pantauan wartawan
dalam tanggapan Komisi pada penyampaian LKPJ Bupati Tobasa pada bulan september
lalu nama JMP Sitorus masih dicantumkan pada berkas. Tanggapan Komisi II yang
diketuai oleh Parulian Gurning pada hal menurut informasi yang beredar
bahwa JMP Sitorus sudah menjadi Anggota DPRD di Propinsi Riau. (HN)
Balai Desa Sibuluan 2 Akan Dirubah Menjadi Kantor Lurah Sibuluan Nauli
Pandan, Bonpas
Lurah Sibuluan Nauli MA
Napitupulu pada Jumat, (30/10) diruang kerjanya mengatakan desa Sibuluan 2
telah ditingkatkan oleh Pemkab Tampteng menjadi kelurahan Sibuluan Nauli namun
kantor lurah masih tetap dipakai balai desa yang lama. Sebagai lurah telah
mengajukan permohonan ke Pemkab Tapteng agar kantor lurah Sibuluan Nauli
dibangun.
Telah mendapat respon dari pihak
Pemkab Tapteng tahun 2010 akan dibangun kantor lurah Sibuluan Nauli dilokasi
balai desa lama, lurah Sibuluan MA Napitupulu telah mensosialisasikan kepada
masyarakat bahwa balai desa tersebut akan dirombak menjadi kantor lurah, namun
sebahagian masyarakat menyetujui.
Beberapa tokoh masyarakat yang
tidak mau disebut jati dirinya menyetujui dan mendukung balai desa tersebut
dirombak menjadi kantor lurah.
Lurah Sibuluan menunjuk segel
penyerahan lahan balai desa tersebut dengan panjang 100 m, dan lebar 15.m.
dengan atas nama masyarakat Sibuluan 2 yaitu Z Panggabean, D Panggabean, W
Hutabarat. R Napitupulu, L Siagian,
NT Panggabean, M Tambunan, G
Hutagalung.
Tahun 2010 nanti kalau Pemkab
Tapteng sudah menggarkan pembangunan kantor lurah Sibuluan Nauli dan
pembangunan akan dilaksankan di lokasi balai desa yang lama, lurah berharap
masyarakat Kelurahan Sibuluan Nauli agar tetap setuju dan mendukung pembangunan
tersebut. (FH)
Dalam percepatan pembangunan dan meningkatkan taraf hidup
masyarakat Kabupaten Toba Samosir, Pemerintah Kabupaten Toba Samosir yang
dipimpin Drs. Monang Sitorus, SH, MBA di awal kepemimpinannya telah
mencanangkan bidang pariwisata menjadi salah satu pilar utama pembangunan.
Bupati mengajak masyarakat agar tetap berlaku ramah dan sopan terhadap para
tamu atau wisatawan yang datang berkunjung ke daerah kita ini dan mari kita
selalu memberikan informasi yang akurat.
Dan untuk lebih meningkatkan pembangunan sektor pariwisata, Bupati Toba Samosir
menghimbau kepada seluruh kepala desa melalui camat di seluruh wilayah
Kabupaten Toba Samosir agar mencari dan menemukan benda-benda tradisional dan
bernegosiasi dengan si pemilik/penemu benda tersebut untuk dititipkan ke Museum
“TB. SilalahiCenter” sebagai salah satu objek wisata
di Kabupaten Toba Samosir.
Demikian himbauan Bupati Toba Samosir yang disampaikan di Balige melalui surat edaran nomor :
1458/Kessos/2009 tanggal 21 Oktober 2009 perihal pengumpulan benda pusaka dan
benda-benda tradisional. (HN)
Bupati Toba Samosir Drs. Monang sitorus, SH, MBA. Beramah
tamah dengan para kepala desa, tokoh masyarakat dan PNS di Parhitean Desa
Meranti Utara Kecamatan Pintupohan Meranti, selasa (20/10/2009). Dalam
kesempatan tersebut tokoh masyarakat Lebanus Panjaitan mengatakan bahwa Bupati
Toba Samosir Drs. Monang Sitorus, SH, MBA sangat dekat dengan rakyat, untuk itu
kita sangat bangga atas kemampuan beliau selama menjadi Bupati Toba Samosir.
Dengan kedekatan Bupati dengan rakyat, maka Pemerintah Kabupaten Toba Samosir
tetap berwibawa. Hadir dalam kesempatan tersebut Asisten Pemerintahan Drs.
Albert Sidabutar, Camat Pintupohan Meranti Mangara Butarbutar, SH,S.Pd, Camat
Porsea Drs. Adu Sitorus, Kepala Desa Meranti Utara Marole Siagian, Kepala Desa
Meranti Tengah Nasip Panjaitan, Kepala Desa Meranti Timur Hisar Hutagaol dan
Kepala Desa Pintupohan Jimmy Marpaung. Bupati Toba Samosir dalam sambutannya
mengatakan pertemuan ini merupakan pertemuan silaturahmi yang berlangsung
secara spontan dengan masyarakat di Pintupohan Meranti sering dilaksanakan,
diantaranya pelaksanaan TNI Manungal Masuk Desa pada tahun 2007 lalu.
Ditambahkannya Bupati harus sering mengunjungi masyarakatnya ke desa-desa
karena itu memang merupakan janji terlebih merupakan suatu implementasi dari
pelaksanaan undang-undang tentang otonomi daerah yang berlaku di Indonesia.
Kepada aparat pemerintah Kabupaten Toba Samosir, Bupati menghimbau dalam
mendukung pimpinan bukan hanya dengan kata-kata tetapi yang terpenting adalah
perbuatan dengan melaksanakan tugas sesuai dengan aturan yang berlaku. (HN)
Jalan Provinsi ruas Tele –
Pangururan banyak longsor selama musim hujan. Jalan Tele – Pangururan sepanjang
22 KM berstatus Jalan Provinsi, merupakan satu-satunya akses jalan darat dari
Pulau Sumatera ke Pulau Samosir, yang berliku-liku, namun pemandangan yang nan
indah.
Sejak Tahun 2006 badan jalan
tersebut telah diperlebar, kerjasama Pemkab Samosir dengan Pemprov Sumut.
Sampai dengan akhir Tahun 2006, semua badan jalan Tele telah diperlebar menjadi
8 M dan sebagian besar telah diaspal Hotmix yaitu dibagian atas Tele dan Bagian
bawah Pangururan. Namun bagian tengahnya belum sempat dyik bagian sampingnya
dan belum sempat diaspal. Bagian tengah yang belum terbenahi inilah mengalami
longsor dan pohon tumbang, gelindingan batu selama musim hujan belakangan ini.
Senin (1/11), hujan lebat dari
pukul 18.00 WIB sampai Senin (2/11) dini hari , membuat banyak titik longsor
beberapa batu dan pohon pinus yang besar menutupi badan jalan, termasuk Bupati
Samosir sepulang perjalanan Dinas dari Jakarta dinihari tidak bisa melewati,
terpaksa menginap dalam mobil bersama kendaraan lainnya dari Tele dan dari Pangururan.
Untung Alat Berat milik Pemkab Samosir dan petugasnya segera mengangkut
timbunan longsor yang dikerjakan sejak pukul 03.00 WIB dinihari dan baru
berhasil pukul 05.30 WIB. Mobil Bupati dan kendaraan lainnya pun bisa lewat.
Berbagai komentar supir dan
masyarakat yang terjebak, berharap agar bagian jalan tengah, yang sering
longsor disetiap musim hujan kiranya segera dibenahi. Harapan
kami agar lalulintas jalan darat lancar yang merupakan satu-satunya jalan darat
yang menghubungkan Samosir dengan Pulau Sumatera dapat disiagakan oleh
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara berupa Alat Berat yang ditempatkan di ruas
jalan Tele – Pangururan karena sangat rawan longsor. (Rel/Rs)
Teks foto. Salah
satu titik badan jalan yang longsor antara Pangaribuan-Garoga namun
belum diperbaiki, nampak Bupati Taput Torang Lumbantobing melihat dari
dekat kondisi salah satu badan jalan yang longsor, saat kunker di ke
Garoga, Jumat (25/9). Foto/marudut
Info ke Dinas Jalan Jembatan Pemprovsu Kubangan Kerbau Warnai Ruas Jalan Propinsi Pangaribuan –Garoga Taput
Tarutung,Bonpas Kondisi
ruas jalan antara Pangaribuan-Garoga, saat ini rusak parah,.Selain
kerusakan badan jalan ,terlihat beberapa titik pinggiran jalan longsor
,mengakibatkan pengguna jalan harus ekstra hati-hati guna menghindar
dari bahaya mengancam keselematan. Dari keterangan yang dihimpun
ruas jalan menghubungkan Pangaribuan -Garoga diwilayah Tapanuli Utara
mencapai sepanjang kurang lebih 30 km, adalah jalan provinsi yang
otomatis tanggungjawab dari Pemprovsu melalui dinas jalan dan jembatan. Dari
pantauan wartawan yang meliput kunker (kunjungan kerja) Bupati Tapanuli
Utara Torang Lumbantobing ke Garoga , Jumat (25/9), terlihat dari
sepanjang ruas jalan tersebut hampir mencapai 10 km sudah dalam
kondisi rusak parah, bahkan muncul bak kubangan-kubangan kerbau
ditengah badan jalan. Kondisi demikian membuat pengendara,baik sepeda
motor maupun pengendara roda empat diharuskan ekstra hati-hati
melewatinya, bila tidak bakal kenderaan akan nyangkut atau bagian
bawah kolong kenderaan roda empat terbentur dengan bebatuan nan
membayakan tersebut. Menurut warga Garoga, M Pasaribu, kerusakan
ruas jalan antara Pangaribuan –Garoga sudah berlangsung lama, namun
tanda-tanda perbaikan dari instansi terkait belum nampak. “Memang
setiap tahun ada perbaikan ruas jalan namun tidak seimbang dengan
kondisi jalan yang rusak parah”, aku Pasaribu. Selain kerusakan
badan jalan ternyata yang paling mengkhawatirkan bagi pen guna jalan
adalah ditemuinya beberapa longsoran badan jalan. Ada beberapa titik
longsoran dan sebagian ada yang diperbaiki, namun demikian masih
banyak yang belum tersentuh perbaikan yang mengundang bahaya bagi
pengguna jalan. Dalam perjalanan menuju Garoga, Bupati Taput Torang
Lumbantobing terpaksa turun dari kenderaan untuk melihat salah satu
titik longsoran badan jalan yang belum diperbaiki. Sebagai akibat
terjadinya longsor justru ditepi jurang tersebut dan menjadikan
rawan laka bila pengendara tidak dengan penuh ke hati-hatian. Sementara
itu, Kabag Program Setda Taput Ir Anggiat Rajagukguk yang turut
mendampingi kunker bupati ke Garoga, membenarkan Bupati Taput Torang
Lumbantobing sangat peduli terhadap kondisi ruas jalan provinsi
Pangaribuan –Garoga yang seharihari digunakan rakyatnya. Dari bentuk
kepedulian sepanjang kurang lebih 1,5 km dari sekian kilometer jalan
yang rusak ,melalui kerjasama dengan Pemprovsu, oleh Pemkab Taput
dengan menggunakan dana situmulus tahun 2009 telah melakukan perbaikan.
Saat ini sudah mulai ditangani,ujar Rajagukguk didampingi Ir Jhon
Pasaribu dari dinas PUK Taput, sambil menunjuk kearah salah satu alat
berat yang sedang beroperasi. Sumber lain yang dimintai keterangan,
menyebut untuk tahun 2009 oleh pihak dinas jalan jembatan pempovsu juga
akan melakukan perbaikan ruas jalan Pangaribuan-Garoga, namun
tanda-tanda untuk ditangani belum nampak dilapangan, kecuali perbaikan
beberapa titik pinggiran jalan yang longsor. Untuk memperlancar
hubungan Garoga-Pangaribuan atau sebaliknya, diharapkan instansi
terkait dalam hal ini pihak dinas jalan dan jembatan Pemprovsu segera
memberi perhatian , ujar M Pasaribu dan beberapa warga ketika
berbincang dengan wartawan, di Garoga.(marudut)
Warga Desa Pandumaan dan Sipituhuta
Selenggarakan Rapat Umum
Doloksanggul, Bonpas
Kesatuan yang masih terbangun dengan baik, dan semangat
perjuangan masih berkobar-kobar dalam diri masing-masing warga. Ini terlihat
dari antusianya warga Pandumaan dan Sipihuta dalam menghadiri rapat umum,
meskipun gerimis mengguyur, warga tetap saya bertahan dihalaman SD Inpres
Pandumaan.
Ada
yang duduk ditembok taman, ada yang beralaskan papan selembar, dan ada yang
berdiri mulai dari awal hingga kegiatan berakhir. Ibu-ibu yang hadir juga ada
yang sambil menggendong bayi sambil memegang payung. Tidak satu orangpun yang
menggerutu, semuanya tersenyum. Namun, dari raut wajah masing-masing
menggambarkan adanya pengharapan untuk meraih kemenangan dalam memperjuangkan
kebenaran dan keadilan.
Semua yang hadir saling memberikan ide-ide sehingga semua
topik dibahas dengan alot. Pembahasan mulai dari situasi terkini hingga
persiapan-persiapan pemberangkatan utusan warga yang akan melakukan aksi di medan, dan upaya-upaya
yang dapat dilakukan berikutnya.
Meskipun berbagai upaya sudah dilakukan untuk menghentikan
kegiatan PT TPL dilokasi, pada kenyataannya TPL tetap secara melakukan kegiatan
secara diam-diam dilokasi tombak sipiturura. Disaat rakyat menyambut kedatangan
anggota Komnas HAM, 30 Agustus 2009 yang lalu, disaatu itu pula PT TPL asyik
melakukan kegiatan di TPL. Pada tanggal 8 September 2009 yang lalu, 3 warga
Sipitihuta mencoba untuk menangkap langsung para pekerja tersebut. Akan tetapi,
niat itu pun tidak terjadi karena jumlah pekerja PT TPL lebih banyak dari
warga, yakni 8 orang. Namun kegiatan TPL dapat dihentikan hingga saat ini.
Untuk mengantisipasi pekerja PT TPL tetap melakukan kegiatan
dilokasi, warga menyepakati untuk tetap menjaga dan mengawasi lokasi. Dan
diusahakan untuk menangkap pekerja PT TPL yang melakukan kegiatan dilokasi.
Bagi warga yang akan melakukan penangkapan dan menahan barang-barang pekerja
TPL, harus dibekali dengan form surat
pernyataan penyerahan barang yang harus diisi dan ditandatangani oleh pekerja
TPL, lengkap dengan materai. Jika ada yang tertangkap, warga langsung membawa
dan membuat pengaduan resmi ke Polres Humbahas.
Berikutnya, warga juga akan mengutus 6 orang melobby Bupati
Humbahas untuk mendapatkan pengakuan dari Bupati Humbahas terkait tombak
haminjon yang telah
dikuasai dan dikelola secara turun-temurun oleh masyarakat
Pandumaan dan Sipituhuta. Dan jika upaya ini tidak berhasil, warga merencanakan
memintanya secara demonstrasi semua warga.
Sedangkan untuk mengikuti aksi bersama solidaritas rakyat
untuk petani dan kemenyan yang akan diadakan tanggal 17 September 2009 di medan, warga mengutus
sebanyak 15 orang. Dan untuk mengikuti aksi tanggal 24 September 2009 dalam
rangka memperingati hari agraria nasional bersama Serikat Tani Sumatera Utara
di Medan, warga juga mengutus sebenyak 5 orang.
Dalam aksi bersama solidaritas rakyat untuk petani dan
kemenyan yang akan diselengarakan pada 17 September 2009 di Medan, warga
merancang dan sepakat untuk menggunakan pakaian adat, dan membawa perlengkapan
dan alat-alat yang digunakan seorang partombak haminjon (sebutan untuk petani kemenyan).
Selain itu warga juga akan membawa kemenyan untuk dibakar pada saat aksi, dan
membawa bibit kemenyan yang direncanakan ditanam dikantor DPRDSU, serta membawa
limbah PT TPL yang dibuang ke lokasi tombak haminjon (hutan kemenyan) warga
Pandumaan dan Sipituhuta yang akan diberikan kepada DPRDSU dan Gubernur
Sumatera Utara.
Untuk biaya perjuangan, warga berupaya dengan swadaya. Dalam
pertemuan ini, warga menyepakati untuk menambah iuran sebesar 20.000 per rumah
tangga. Sebelumnya, warga juga sudah mengumpulkan iuran sebesar 30.000 per
rumah tangga.
Sungguh perjuangan yang sangat mengharukan. Pengorbanan
warga dalam memperjuangkan hak atas tombak haminjon sudah selayaknya mendapat
penghargaan dan dukungan yang begitu luas. Jangan kita biarkan penindasan terus
terjadi di negeri ini. (Guntur
Simamora )
Rapat Komite SD 173275 Desa Harianja Siborong-borong Berlangsung Tertib
dan Lancar
Siborong-borong, Bonpas
Rapat komite sekolah 173275 desa
Hariara kec Siborongborong yang dilaksanakan Rabu (9/9) berlangsung tertib dan
lancer rapat ini dipimpin langsung kepala sekolah E Br Manalu dihadiri komite
sekolah, orang tua murid dan Dewan Guru yang pada intinya untuk
mensosialisasikan penguunaan dana bos yang diterima sekolah tersebut.
Kepala sekolah SD 173275 desa
Hariara Siborongborong E Br Manalu menyetujui bahwa penggunaan dana berinci
dana bos sesuai dengan petunjuk yang diterima besarnya RP. 347.000/orang
pertahun dengan jumlah siswa kelas I Sd kelas VI berjumlah 186 jiwa, jumlah
guru II orang didalamnya dan 3 orang guru honor
Selanjtnya kepala sekolah
mengharapkan kepada seluruh peserta rapat khususnya kepada komite sekolah untuk
bersama-sama membangun dan meningkatkan mutu pendidikan disekolah yang
dipimpinnya sehingga komite dan para orang tua dapat sejalan untuk memanfaatkan
dana bos yang diterima sekolahnya.
Rapat yang berlangsung mulai
pukul 09.00 Wib berjalan baik, berbagai usulan yang diberikan kepala sekolah
dapat diterima komite sekolah dan orang tua murid.
Sementara itu ketua komite
sekolah BP Silaban mengarahkan agar kita semua dapat bekerja sama
memperharhatikan anak-anak kita agar anak-anak kita mendapatkan pendidikan yang
lebih baik dan lebih maju, sehingga apa yang kita harapkan untuk meningkatkan
mutu pendidikan disekolah kita ini dapat tercapai.
Kepala Desa hariara R Sihombing
dalam arahanya menjelaskan bahwa dana bos merupakan tanggung jawab kepala
sekolah dan komite sekolah oleh karena itu bila diharapkan kepala sekolah dan
komite sekolah dapat memanfaatkan dana bos tersebut dengan baik untuk memajukan
pendidikan disekolah ini.
Rapat ini dilaksnakan agar orang
tua murid mengerti tentang dana bos yang diserahkan pemerintah untuk membantu
siswa dan terwujudnya pendidikan yang berkualitas
Hadir dalam acara tersebut
seluruh guru-guru, komite sekolah para orang tua muris kepala desa Hariara Kec
Siborongborong. (MS)
Upacara Haornas di Lapangan Sudirman Sidikalang
tampak dalam gambar sedang Senam Kesehatan Jasmani (SKJ) foto 1 dari Kanan ke
kiri Wakil Bupati Dairi Irwansyah Pasi, SH, Ketua PN Sidikalang Abner
Situmorang, SH MH, Kapolres Dairi AKBP Drs. Marzuki, MM. (Foto:Honongan)
Ketua Umum KONI
Kab. Dairi Pana Akbar Simatupang, SH Mkn sedang mengikuti Senam Kesehatan
Jasmani (SKJ) di Lapangan Sudirman Sidikalang pada peringatan Haornas ke 26 di
Dairi.(Foto:Honongan Siburian)
Wakil Bupati Dairi : Budayakan Olah Raga Kita
Sehat, Kita Kaya, Kita Sehat, Kita Makmur
Sidikalang ,
Bonpa)
Upacara
peringatan Hari Olah Raga Nasional ( HAORNAS ) ke-XXVI ( ke-26) Tahun 2009
diikuti PNS, TNI, POLRI, SD/SLTP/SLTA, KONI dll dipusatkan di lapangan sudirman
Sidikalang, Rabu( 9/9 ) berlangsung meriah berbeda dari tahun-tahun sebelumnya
karena untuk kali ini diisi acara pemberian penghargaan kepada Atlit, Pelatih,
dan Pemerhati Olah Raga dari Pemerintah Kabupaten Dairi (Pemkab Dairi).
Wakl Bupati Dairi Irwansyah Pasi, SH dalam sambutannya mengatakan, Di Kabupaten
Dairi tidaklah gampang membudayakan olah raga semudahmembalikkan tangan
perlu usaha-usaha yang membutuhkan waktu, keseriusan dan itu harus diterapkan
mulai dari diri sendiri.
Masih
kata Waki Bupati Dairi, Didalam tubuh yang kuat terdapat jiwa yang sehat.
Kesehatan adalah investasi yang tertinggi dimilikioleh setiap individu manusia,
kta sehat, kita kaya, kita sehat kita makmur. Budayakan olah raga sejak dini,
ungkap Irwansyah! Sebelumnya, Wakil Bupati Dairi Irwansyah Pasi, SH dalam
upacara peringatan Haornas ke-26 di Kab. Dairi membacakan pidato Kenegaraan
Menteri Negara Pemuda dan Olah Raga Republik Indonesia DR.. Adhyaksa Daud, M.Si
dalam pidato tertulisnya fakta menunjukkan bahwa indeks pembangunan Olah Raga
Indonesia masih rendah, Semestinya ini menyadarkan segenap tokoh dan pemimpin
bangsa bahwa panji olah raga, “ memasyarakatkan olah raga dan mengolahragakan
masyarakat “ sebagai upaya pemassalan dan pembudayaan olah raga yang
dicanangkan sejak 26 tahun lalu belum terlaksana sebagaimana diharapkan.
Peringatan Haornas ke-26 juga diwarnai penyerahan penghargaan dari Pemkab.
Dairi dan uang pembinaan pos nya dari KONI Kab. Dairi yang di serahkan oleh
ketua umum KONI Kab. Dairi Pana Akbar Simatupang, SH,Mkn didampingi Sekretaris
Umum Resoalon Lbn. Gaol, Amd dan selanjutnya Wakil Bupati Dairi Irwansyah Pasi,
SH menyerahkan langsung kepada atlit berprestasi sebanyak 31 orang cabang
olah raga Atletik, Gulat, Pencak Silat, Tinju, Karate, Taekwondo dan kepada
Pelatih/Pembina sebanya 22 orang dari cabang olahraga Atletik, Gulat, Pencak
Silat, Taekwondo, Sepak Bola, Tinju, Bola Billyard, Karate. Prestasi yang
diperoleh periode 8 september 2008 s/d 8 september 2009, Kejuaraan tingkat
Provinsi dan Nasional, 13 pengurus Kabupaten berbagai cabang Olah Raga..
Selanjutnya diadakan Senam Kesehatan Jasmani (SKJ) secara bersama-sama antara
PNS, TNI, Polri, KONI, SD/SLTP/SLTA dengan Wakil Bupati Dairi Irwansyah Pasi,
SH dan istri, Ketua PN Sidikalang Abner Situmorang, SH, MH, Dandim 0206/ Dairi
Letkol inf Abdul Rahman, S.sos, Sekda Kab.. Dairi Drs. Arsenius Marbun, MMA,
Kabag Humas Sekda Kab. Dairi Erika Hasugian, Ketua Umum KONI Kab. Dairi Pana
Akbar Simatupang, SH, Mkn dan para pengurus/anggota.
Ketua Umum KONI
Kab. Dairi Pana Akbar Simatupang,SH, Mkn, Direktur RSUD Kab. Dairi dr. Reinvil
Capah, Anggota DPRD Dairi Delvi Masdiyana Ujung, SH, Msi bersama para Tokoh
Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh OKP dan undangan lainnya.
Bupati Dairi KRA. Johnny Sitohang Adinagoro dan Wakil Bupati Dairi Irwansyah
Pasi, SH bersama para pejabat Pemkab Dairi yang hadir pada saat itu memberikan
bubuk kopi sebagai silaturahmi kepada tim Rombongan Safari Ramadhan dari
Medan karena Kab. Dairi adalah Kota Penghasil Kopi dengan demikian sekedar
oleh-oleh diberikan Bubuk Kopi Asli Sidikalang setelah itu diabadikan untuk
foto bersama. (Klips / HS).
Bupati Tapanuli Utara Torang Lumbantobing dan Kapolres AKBP Didiek DP SH menyampaikan salam usai pemberian Bingkisan Lebaran secara simbolik kepada umat Muslim warga Desa Silantom Jae Kecamatan Pangaribuan.
Umat Islam dan Umat Kristiani Desa Silantom Jae PangaribuanBuka Puasa Bersama dengan USPIDA Taput
Tarutung,Bonpas
Tim Safari
Ramadhan Pemkab Taput buka Puasa bersama
dengan umat musilmin dan muslimat di Desa Silantom Jae, Kecamatan Pangaribuan,
jumat (11/9) .
Ibadah
puasa menjadi sarana meningkatkan
ketaqwaan kepada Allah, disamping itu juga ibadah puasa sekaligus sarana latihan pengendalian diri. Demikian Bupati Taput Torang Lumbantobing mengawali berbuka puasa bersama dengan kaum
muslim di Desa Silantom Jae dan Silantom Julu Kecamatan Pangaribuan, yang
bertempat dikompleks mesjid “Baiturahmi” Janji Nauli Silantom Jae.
Berbuka puasa
bersama yang dihadiri Kapolres AKBP, J DidiekDP, SH dan Ibu, Sekda Drs Sanggam
Hutagalung MM, Asisten II H.P.Marpaung, Ketua Tim Penggerak PKK Taput Ibu Elly
Toluto, para pimpinan SKPD , Ketua dan Pengurus MUI Taput ,Camat Pangaribuan Drs
Rudi Sitorus dan uspika serta
masyarakat non muslim dari dua desa tersebut.
Suasana
berbuka puasa bersama ini terlihat sarat dengan tingginya toleransi diantara sesama,
dan tidak berlebihan bila Al Ustad Drs
Aidil Nasution dari Tarutung dalam siraman rohani mengawali buka bersama,
mengangkat topic “Toleransi”, ujar Kapolres Taput AKBP, J Didiek DP SH kepada wartawan setelah melihat betapa
indahnya kebersamaan di dua desa yang
berwatas dengan Tapsel.
Menurut, Drs
Aidil Nasution, pada inti siraman rohani, bahwa dengan menjunjung tinggi toleransi masyarakat yang
berbeda agama sekalipun akan dapat
saling berdampingan. Dan masing-masing penganut agama yang berbeda dengan
toleransi masing-masing penganut agama
dapat meningkatkan ketaqwaan. Dan dipastikan dengan toleransi akan tidak
terjadi ketersinggungan satu sama lain.
Dari pantauan
wartawan, sikap toleransi antar umat beragama di Pangaribuan khususnya di Desa
Silantom Jae dan Silantom Julu menjadi satu panutan, karena saat berbuka puasa
bersama, warga non muslim hadir dan secara bersama-sama mencicipi makanan
minuman yang terhidang ala kadarnya.
Tingginya toleransi antar umat beragama di dua desa
paling ujung dibagian selatan daerah Tapanuli Utara ini, juga tercetus dari
Bupati Taput Torang Lumbantobing
dibagian lain sambutan sebelum berbuka puasa bersama. Dan sebagai menghargai kerukunan umat beragama di dua
desa ini, oleh pemkab Taput dalam tahun
anggaran 2009 telah mengalokasikan dana pembangunan mencapai 1 miliar yang
diperuntukkan bagi pembangunan sarana air minum, sarana jalan dan sarana
kesehatan.
Ibadah
puasa menurut bupati menjadi sarana
meningkatkan ketaqwaan kepada Tuhan, disamping itu juga ibada puasa sekaligus
sarana pengendalian diri. Dalam konteks inilah Toluto meminta agar umat muslim benar –benar menjalankan ibadah
paling berharga ini.
.Pada kesempatan
berbuka puasa bersama ini, Bupati Taput,
Kapolres, Sekda, Ibu Elly Toluto, Ibu Falintin J Didiek DP menyerahkan
bingkisan kepada 100 orang kaum muslim
yang berdomisili disana, bingkisan diserahkan secara simbolis kepada 6 orang
perwakilan.
Selain itu,
pada kesempatan ramah tamah dengan masyarakat, Torang Lumbantobing,menyatakan
akan menyumbangkan satu ekor kerbau bagi warga untuk dipotong dan dinikmati
bersama-sama warga pada hari lebaran nanti.
Sumbangan
Bupati Taput ini mendapat sambutan hangat dari seluruh masyarakat
setempat’”terima kasih pak bupati Toluto yang tidak lupa memperhatikan pembangunan
di desa yang jauh dari keramaian, ujar warga ketika bersalaman dengan Bupati
dan rombongan yang hendak beranjak menuju Tarutung.(Marudut)