Sabtu, 12 September 2009

Berita Buka Puasa Bersama

 
Bupati Tapanuli Utara  Torang Lumbantobing dan Kapolres  AKBP Didiek DP SH menyampaikan salam usai pemberian Bingkisan Lebaran secara simbolik kepada umat Muslim warga Desa Silantom Jae Kecamatan Pangaribuan.
Umat Islam dan Umat Kristiani Desa Silantom Jae PangaribuanBuka Puasa Bersama dengan USPIDA Taput 
Tarutung,Bonpas
Tim Safari Ramadhan Pemkab Taput buka  Puasa bersama dengan umat musilmin dan muslimat di Desa Silantom Jae, Kecamatan Pangaribuan, jumat (11/9) .
Ibadah puasa  menjadi sarana meningkatkan ketaqwaan kepada Allah, disamping itu juga ibadah puasa  sekaligus sarana latihan pengendalian diri. Demikian  Bupati Taput Torang Lumbantobing  mengawali berbuka puasa bersama dengan kaum muslim di Desa Silantom Jae dan Silantom Julu Kecamatan Pangaribuan, yang bertempat dikompleks mesjid “Baiturahmi” Janji Nauli Silantom Jae.
Berbuka puasa bersama yang dihadiri Kapolres AKBP, J DidiekDP, SH dan Ibu, Sekda Drs Sanggam Hutagalung MM, Asisten II H.P.Marpaung, Ketua Tim Penggerak PKK Taput Ibu Elly Toluto, para pimpinan SKPD , Ketua dan Pengurus MUI Taput ,Camat Pangaribuan Drs Rudi Sitorus dan uspika  serta masyarakat  non muslim  dari dua desa tersebut.
Suasana berbuka puasa bersama ini terlihat sarat dengan tingginya toleransi diantara sesama, dan tidak berlebihan bila Al Ustad  Drs Aidil Nasution dari Tarutung dalam siraman rohani mengawali buka bersama, mengangkat topic “Toleransi”, ujar Kapolres Taput AKBP, J Didiek DP SH  kepada wartawan setelah melihat betapa indahnya kebersamaan di dua desa  yang berwatas dengan Tapsel.
Menurut, Drs Aidil Nasution, pada inti siraman rohani, bahwa dengan  menjunjung tinggi toleransi masyarakat yang berbeda agama sekalipun akan  dapat saling berdampingan. Dan masing-masing penganut agama yang berbeda dengan toleransi  masing-masing penganut agama dapat meningkatkan ketaqwaan. Dan dipastikan dengan toleransi akan tidak terjadi ketersinggungan satu sama lain.
Dari pantauan wartawan, sikap toleransi antar umat beragama di Pangaribuan khususnya di Desa Silantom Jae dan Silantom Julu menjadi satu panutan, karena saat berbuka puasa bersama, warga non muslim hadir dan secara bersama-sama mencicipi makanan minuman yang terhidang ala kadarnya.
Tingginya  toleransi antar umat beragama di dua desa paling ujung dibagian selatan daerah Tapanuli Utara ini, juga tercetus dari Bupati Taput Torang Lumbantobing  dibagian lain sambutan sebelum berbuka puasa bersama. Dan sebagai  menghargai kerukunan umat beragama di dua desa ini, oleh pemkab Taput dalam  tahun anggaran 2009 telah mengalokasikan dana pembangunan mencapai 1 miliar yang diperuntukkan bagi pembangunan sarana air minum, sarana jalan dan sarana kesehatan.
Ibadah puasa  menurut bupati menjadi sarana meningkatkan ketaqwaan kepada Tuhan, disamping itu juga ibada puasa sekaligus sarana pengendalian diri. Dalam konteks inilah Toluto meminta agar  umat muslim benar –benar menjalankan ibadah paling berharga ini.
.Pada kesempatan berbuka puasa  bersama ini, Bupati Taput, Kapolres, Sekda, Ibu Elly Toluto, Ibu Falintin J Didiek DP menyerahkan bingkisan  kepada 100 orang kaum muslim yang berdomisili disana, bingkisan diserahkan secara simbolis kepada 6 orang perwakilan.
Selain itu, pada kesempatan ramah tamah dengan masyarakat, Torang Lumbantobing,menyatakan akan menyumbangkan satu ekor kerbau bagi warga untuk dipotong dan dinikmati bersama-sama warga pada hari lebaran nanti.
Sumbangan Bupati Taput ini mendapat sambutan hangat dari seluruh masyarakat setempat’”terima kasih pak bupati Toluto yang tidak lupa memperhatikan pembangunan di desa yang jauh dari keramaian, ujar warga ketika bersalaman dengan Bupati dan rombongan yang hendak beranjak menuju Tarutung.(Marudut)

1 komentar:

  1. Sebagai Putra Silantom Jae yang tinggal di perantauan mengucapkan banyak terima kasih atas perhatian Bpk. Bupati dan Muspida Taput

    Perhatian Beliau terhadap Desa Silantom jae sangat membawa arti tersendiri bagi warga desa maupun yang tinggal di perantauan.

    Memang dalam hal Toleransi beragama di Desa silantom jae sudah sangat teruji baik dalam tatanan sosial dan budaya kehidupan sehari-hari.
    Perbedaan Agama antara penganut Kristen dan Muslim tidak dapat memisahkan rasa persaudaraan yang tinggi yang sudah tercipta dari nenek jaman monyang pada saat mendirikan desa Silantom jae Desa silantom Jae.

    Khusus untuk Liputan Bona pasogit kami ucapkan Mauliate dan mudah-mudahan kedepan kita dapat menjalin komunikasi dan saling memberikan Informasi baik dari Bona pasogit maupun di perantauan.

    Horas...

    BalasHapus