Sabtu, 26 September 2009



Teks foto. Salah satu titik badan jalan yang longsor antara Pangaribuan-Garoga namun belum diperbaiki, nampak Bupati Taput Torang Lumbantobing melihat dari dekat kondisi salah satu badan jalan yang longsor, saat kunker di ke Garoga, Jumat (25/9). Foto/marudut

Info ke Dinas Jalan Jembatan Pemprovsu
      Kubangan Kerbau Warnai Ruas Jalan Propinsi Pangaribuan –Garoga Taput
Tarutung,Bonpas
Kondisi ruas jalan  antara Pangaribuan-Garoga, saat ini rusak parah,.Selain kerusakan badan jalan ,terlihat beberapa  titik pinggiran jalan longsor ,mengakibatkan pengguna jalan harus ekstra hati-hati guna menghindar dari bahaya mengancam keselematan.
Dari keterangan yang dihimpun  ruas jalan menghubungkan Pangaribuan -Garoga diwilayah Tapanuli Utara mencapai sepanjang kurang lebih 30 km, adalah jalan provinsi yang otomatis tanggungjawab dari Pemprovsu melalui dinas jalan dan jembatan.
Dari pantauan wartawan yang meliput kunker (kunjungan kerja) Bupati Tapanuli Utara Torang Lumbantobing ke Garoga , Jumat (25/9), terlihat  dari sepanjang ruas jalan tersebut  hampir mencapai 10 km sudah  dalam kondisi rusak parah, bahkan muncul bak kubangan-kubangan kerbau ditengah badan jalan. Kondisi demikian  membuat  pengendara,baik sepeda motor maupun pengendara roda empat diharuskan ekstra hati-hati melewatinya, bila tidak  bakal kenderaan akan nyangkut atau  bagian bawah  kolong kenderaan roda empat   terbentur dengan bebatuan  nan membayakan tersebut.
Menurut warga Garoga, M Pasaribu, kerusakan  ruas jalan antara Pangaribuan –Garoga sudah berlangsung lama, namun tanda-tanda perbaikan dari instansi terkait belum nampak. “Memang setiap tahun ada perbaikan ruas jalan namun tidak seimbang dengan kondisi jalan yang rusak parah”, aku Pasaribu.
Selain  kerusakan badan jalan ternyata yang paling mengkhawatirkan bagi pen guna jalan adalah ditemuinya beberapa longsoran badan jalan. Ada  beberapa titik longsoran dan sebagian ada yang diperbaiki, namun  demikian masih banyak yang  belum tersentuh perbaikan yang mengundang bahaya bagi pengguna jalan.
Dalam perjalanan menuju Garoga, Bupati Taput Torang Lumbantobing  terpaksa turun dari kenderaan untuk melihat  salah satu titik longsoran badan jalan yang belum diperbaiki. Sebagai akibat terjadinya longsor  justru ditepi jurang  tersebut  dan menjadikan rawan laka bila pengendara tidak dengan penuh  ke hati-hatian.
Sementara itu, Kabag Program Setda Taput Ir Anggiat  Rajagukguk yang turut mendampingi kunker bupati ke Garoga, membenarkan  Bupati Taput Torang Lumbantobing sangat peduli terhadap kondisi ruas jalan provinsi Pangaribuan –Garoga yang seharihari digunakan rakyatnya. Dari bentuk kepedulian sepanjang kurang lebih 1,5 km  dari sekian kilometer jalan yang rusak  ,melalui kerjasama dengan Pemprovsu, oleh Pemkab Taput dengan menggunakan dana situmulus tahun 2009 telah melakukan perbaikan. Saat ini sudah mulai ditangani,ujar Rajagukguk didampingi Ir Jhon Pasaribu dari dinas PUK Taput, sambil menunjuk kearah salah satu alat berat yang sedang beroperasi.
Sumber lain yang dimintai keterangan, menyebut untuk tahun 2009 oleh pihak dinas jalan jembatan pempovsu juga akan  melakukan perbaikan ruas jalan Pangaribuan-Garoga, namun tanda-tanda untuk ditangani belum nampak dilapangan, kecuali perbaikan beberapa titik pinggiran jalan yang longsor.
Untuk memperlancar hubungan Garoga-Pangaribuan atau sebaliknya, diharapkan instansi terkait dalam hal ini pihak dinas jalan dan jembatan Pemprovsu segera memberi perhatian , ujar  M Pasaribu dan beberapa warga  ketika berbincang dengan wartawan, di Garoga.(marudut)


Kamis, 17 September 2009


Pemred Media Mingguan Liputn Bona Pasogit
MARTUA SITUMORANG

Selasa, 15 September 2009

Liputan Bona Pasogit: Cermin 1

Liputan Bona Pasogit: Cermin 1

Liputan Bona Pasogit: Palito

Liputan Bona Pasogit: Palito

Rapat umum


Bahas Upaya Hentikan Perambahan Hutan Kemenyan
Warga Desa Pandumaan dan Sipituhuta Selenggarakan Rapat Umum
Doloksanggul, Bonpas
Kesatuan yang masih terbangun dengan baik, dan semangat perjuangan masih berkobar-kobar dalam diri masing-masing warga. Ini terlihat dari antusianya warga Pandumaan dan Sipihuta dalam menghadiri rapat umum, meskipun gerimis mengguyur, warga tetap saya bertahan dihalaman SD Inpres Pandumaan.
Ada yang duduk ditembok taman, ada yang beralaskan papan selembar, dan ada yang berdiri mulai dari awal hingga kegiatan berakhir. Ibu-ibu yang hadir juga ada yang sambil menggendong bayi sambil memegang payung. Tidak satu orangpun yang menggerutu, semuanya tersenyum. Namun, dari raut wajah masing-masing menggambarkan adanya pengharapan untuk meraih kemenangan dalam memperjuangkan kebenaran dan keadilan.
Semua yang hadir saling memberikan ide-ide sehingga semua topik dibahas dengan alot. Pembahasan mulai dari situasi terkini hingga persiapan-persiapan pemberangkatan utusan warga yang akan melakukan aksi di medan, dan upaya-upaya yang dapat dilakukan berikutnya.
Meskipun berbagai upaya sudah dilakukan untuk menghentikan kegiatan PT TPL dilokasi, pada kenyataannya TPL tetap secara melakukan kegiatan secara diam-diam dilokasi tombak sipiturura. Disaat rakyat menyambut kedatangan anggota Komnas HAM, 30 Agustus 2009 yang lalu, disaatu itu pula PT TPL asyik melakukan kegiatan di TPL. Pada tanggal 8 September 2009 yang lalu, 3 warga Sipitihuta mencoba untuk menangkap langsung para pekerja tersebut. Akan tetapi, niat itu pun tidak terjadi karena jumlah pekerja PT TPL lebih banyak dari warga, yakni 8 orang. Namun kegiatan TPL dapat dihentikan hingga saat ini.
Untuk mengantisipasi pekerja PT TPL tetap melakukan kegiatan dilokasi, warga menyepakati untuk tetap menjaga dan mengawasi lokasi. Dan diusahakan untuk menangkap pekerja PT TPL yang melakukan kegiatan dilokasi. Bagi warga yang akan melakukan penangkapan dan menahan barang-barang pekerja TPL, harus dibekali dengan form surat pernyataan penyerahan barang yang harus diisi dan ditandatangani oleh pekerja TPL, lengkap dengan materai. Jika ada yang tertangkap, warga langsung membawa dan membuat pengaduan resmi ke Polres Humbahas.
Berikutnya, warga juga akan mengutus 6 orang melobby Bupati Humbahas untuk mendapatkan pengakuan dari Bupati Humbahas terkait tombak haminjon yang telah
dikuasai dan dikelola secara turun-temurun oleh masyarakat Pandumaan dan Sipituhuta. Dan jika upaya ini tidak berhasil, warga merencanakan memintanya secara demonstrasi semua warga.
Sedangkan untuk mengikuti aksi bersama solidaritas rakyat untuk petani dan kemenyan yang akan diadakan tanggal 17 September 2009 di medan, warga mengutus sebanyak 15 orang. Dan untuk mengikuti aksi tanggal 24 September 2009 dalam rangka memperingati hari agraria nasional bersama Serikat Tani Sumatera Utara di Medan, warga juga mengutus sebenyak 5 orang.
Dalam aksi bersama solidaritas rakyat untuk petani dan kemenyan yang akan diselengarakan pada 17 September 2009 di Medan, warga merancang dan sepakat untuk menggunakan pakaian adat, dan membawa perlengkapan dan alat-alat yang digunakan seorang partombak haminjon (sebutan untuk petani kemenyan). Selain itu warga juga akan membawa kemenyan untuk dibakar pada saat aksi, dan membawa bibit kemenyan yang direncanakan ditanam dikantor DPRDSU, serta membawa limbah PT TPL yang dibuang ke lokasi tombak haminjon (hutan kemenyan) warga Pandumaan dan Sipituhuta yang akan diberikan kepada DPRDSU dan Gubernur Sumatera Utara.
Untuk biaya perjuangan, warga berupaya dengan swadaya. Dalam pertemuan ini, warga menyepakati untuk menambah iuran sebesar 20.000 per rumah tangga. Sebelumnya, warga juga sudah mengumpulkan iuran sebesar 30.000 per rumah tangga.
Sungguh perjuangan yang sangat mengharukan. Pengorbanan warga dalam memperjuangkan hak atas tombak haminjon sudah selayaknya mendapat penghargaan dan dukungan yang begitu luas. Jangan kita biarkan penindasan terus terjadi di negeri ini. (Guntur Simamora )

Komite Sekolah


Rapat Komite SD 173275 Desa Harianja Siborong-borong Berlangsung Tertib dan Lancar
Siborong-borong, Bonpas
Rapat komite sekolah 173275 desa Hariara kec Siborongborong yang dilaksanakan Rabu (9/9) berlangsung tertib dan lancer rapat ini dipimpin langsung kepala sekolah E Br Manalu dihadiri komite sekolah, orang tua murid dan Dewan Guru yang pada intinya untuk mensosialisasikan penguunaan dana bos yang diterima sekolah tersebut.
Kepala sekolah SD 173275 desa Hariara Siborongborong E Br Manalu menyetujui bahwa penggunaan dana berinci dana bos sesuai dengan petunjuk yang diterima besarnya RP. 347.000/orang pertahun dengan jumlah siswa kelas I Sd kelas VI berjumlah 186 jiwa, jumlah guru II orang didalamnya dan 3 orang guru honor
Selanjtnya kepala sekolah mengharapkan kepada seluruh peserta rapat khususnya kepada komite sekolah untuk bersama-sama membangun dan meningkatkan mutu pendidikan disekolah yang dipimpinnya sehingga komite dan para orang tua dapat sejalan untuk memanfaatkan dana bos yang diterima sekolahnya.
Rapat yang berlangsung mulai pukul 09.00 Wib berjalan baik, berbagai usulan yang diberikan kepala sekolah dapat diterima komite sekolah dan orang tua murid.
Sementara itu ketua komite sekolah BP Silaban mengarahkan agar kita semua dapat bekerja sama memperharhatikan anak-anak kita agar anak-anak kita mendapatkan pendidikan yang lebih baik dan lebih maju, sehingga apa yang kita harapkan untuk meningkatkan mutu pendidikan disekolah kita ini dapat tercapai.
Kepala Desa hariara R Sihombing dalam arahanya menjelaskan bahwa dana bos merupakan tanggung jawab kepala sekolah dan komite sekolah oleh karena itu bila diharapkan kepala sekolah dan komite sekolah dapat memanfaatkan dana bos tersebut dengan baik untuk memajukan pendidikan disekolah ini.
Rapat ini dilaksnakan agar orang tua murid mengerti tentang dana bos yang diserahkan pemerintah untuk membantu siswa dan terwujudnya pendidikan yang berkualitas
Hadir dalam acara tersebut seluruh guru-guru, komite sekolah para orang tua muris kepala desa Hariara Kec Siborongborong. (MS)
 
Upacara Haornas di Lapangan Sudirman Sidikalang tampak dalam gambar sedang Senam Kesehatan Jasmani (SKJ) foto 1 dari Kanan ke kiri Wakil Bupati Dairi Irwansyah Pasi, SH, Ketua PN Sidikalang Abner Situmorang, SH MH, Kapolres Dairi AKBP Drs. Marzuki, MM. (Foto:Honongan)

Ketua Koni Dairi Senam

 
Ketua Umum KONI Kab. Dairi Pana Akbar Simatupang, SH Mkn sedang mengikuti Senam Kesehatan Jasmani (SKJ) di Lapangan Sudirman Sidikalang pada peringatan Haornas ke 26 di Dairi.(Foto:Honongan Siburian)

Berita


Peringatan HAORNAS KE XXVI DI Kab. Dairi
Wakil Bupati Dairi : Budayakan Olah Raga Kita Sehat, Kita Kaya, Kita Sehat, Kita Makmur
Sidikalang , Bonpa)
Upacara peringatan Hari Olah Raga Nasional ( HAORNAS ) ke-XXVI ( ke-26) Tahun 2009 diikuti PNS, TNI, POLRI, SD/SLTP/SLTA, KONI dll dipusatkan di lapangan sudirman Sidikalang, Rabu( 9/9 ) berlangsung meriah berbeda dari tahun-tahun sebelumnya karena untuk kali ini diisi acara pemberian penghargaan kepada Atlit, Pelatih, dan Pemerhati Olah Raga dari Pemerintah Kabupaten Dairi (Pemkab Dairi).
         Wakl Bupati Dairi Irwansyah Pasi, SH dalam sambutannya mengatakan, Di Kabupaten Dairi tidaklah gampang membudayakan olah raga semudahmembalikkan  tangan perlu usaha-usaha yang membutuhkan waktu, keseriusan dan itu harus diterapkan mulai dari diri sendiri.
     Masih kata Waki Bupati Dairi, Didalam tubuh yang kuat terdapat jiwa yang sehat. Kesehatan adalah investasi yang tertinggi dimilikioleh setiap individu manusia, kta sehat, kita kaya, kita sehat kita makmur. Budayakan olah raga sejak dini, ungkap Irwansyah! Sebelumnya, Wakil Bupati Dairi Irwansyah Pasi, SH dalam upacara peringatan Haornas ke-26 di Kab. Dairi membacakan pidato Kenegaraan Menteri Negara Pemuda dan Olah Raga Republik Indonesia DR.. Adhyaksa Daud, M.Si dalam pidato tertulisnya fakta menunjukkan bahwa indeks pembangunan Olah Raga Indonesia masih rendah, Semestinya ini menyadarkan segenap tokoh dan pemimpin bangsa bahwa panji olah raga, “ memasyarakatkan olah raga dan mengolahragakan masyarakat  “ sebagai upaya pemassalan dan pembudayaan olah raga yang dicanangkan sejak 26 tahun lalu belum terlaksana sebagaimana diharapkan.
         Peringatan Haornas ke-26 juga diwarnai penyerahan penghargaan dari Pemkab. Dairi dan uang pembinaan pos nya dari KONI Kab. Dairi yang di serahkan oleh ketua umum KONI Kab. Dairi Pana Akbar Simatupang, SH,Mkn didampingi Sekretaris Umum Resoalon Lbn. Gaol, Amd dan selanjutnya Wakil Bupati Dairi Irwansyah Pasi, SH  menyerahkan langsung kepada atlit berprestasi sebanyak 31 orang cabang olah raga Atletik, Gulat, Pencak Silat, Tinju, Karate, Taekwondo dan kepada Pelatih/Pembina sebanya 22 orang dari cabang olahraga Atletik, Gulat, Pencak Silat, Taekwondo, Sepak Bola, Tinju, Bola Billyard, Karate. Prestasi yang diperoleh periode 8 september 2008 s/d 8 september 2009, Kejuaraan tingkat Provinsi dan Nasional, 13 pengurus Kabupaten berbagai cabang Olah Raga..
         Selanjutnya diadakan Senam Kesehatan Jasmani (SKJ) secara bersama-sama antara PNS, TNI, Polri, KONI, SD/SLTP/SLTA dengan Wakil Bupati Dairi Irwansyah Pasi, SH dan istri, Ketua PN Sidikalang Abner Situmorang, SH, MH, Dandim 0206/ Dairi Letkol inf Abdul Rahman, S.sos, Sekda Kab.. Dairi Drs. Arsenius Marbun, MMA, Kabag Humas Sekda Kab. Dairi Erika Hasugian, Ketua Umum KONI Kab. Dairi Pana Akbar Simatupang, SH, Mkn dan para pengurus/anggota.
Ketua Umum KONI Kab. Dairi Pana Akbar Simatupang,SH, Mkn, Direktur RSUD Kab. Dairi dr. Reinvil Capah, Anggota DPRD Dairi Delvi Masdiyana Ujung, SH, Msi bersama para Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh OKP dan undangan lainnya.
         Bupati Dairi KRA. Johnny Sitohang Adinagoro dan Wakil Bupati Dairi Irwansyah Pasi, SH bersama para pejabat Pemkab Dairi yang hadir pada saat itu memberikan bubuk kopi sebagai silaturahmi kepada tim Rombongan  Safari Ramadhan dari Medan karena Kab. Dairi adalah Kota Penghasil Kopi dengan demikian sekedar oleh-oleh diberikan Bubuk Kopi Asli Sidikalang setelah itu diabadikan untuk foto bersama. (Klips / HS).

Sabtu, 12 September 2009

Berita Buka Puasa Bersama

 
Bupati Tapanuli Utara  Torang Lumbantobing dan Kapolres  AKBP Didiek DP SH menyampaikan salam usai pemberian Bingkisan Lebaran secara simbolik kepada umat Muslim warga Desa Silantom Jae Kecamatan Pangaribuan.
Umat Islam dan Umat Kristiani Desa Silantom Jae PangaribuanBuka Puasa Bersama dengan USPIDA Taput 
Tarutung,Bonpas
Tim Safari Ramadhan Pemkab Taput buka  Puasa bersama dengan umat musilmin dan muslimat di Desa Silantom Jae, Kecamatan Pangaribuan, jumat (11/9) .
Ibadah puasa  menjadi sarana meningkatkan ketaqwaan kepada Allah, disamping itu juga ibadah puasa  sekaligus sarana latihan pengendalian diri. Demikian  Bupati Taput Torang Lumbantobing  mengawali berbuka puasa bersama dengan kaum muslim di Desa Silantom Jae dan Silantom Julu Kecamatan Pangaribuan, yang bertempat dikompleks mesjid “Baiturahmi” Janji Nauli Silantom Jae.
Berbuka puasa bersama yang dihadiri Kapolres AKBP, J DidiekDP, SH dan Ibu, Sekda Drs Sanggam Hutagalung MM, Asisten II H.P.Marpaung, Ketua Tim Penggerak PKK Taput Ibu Elly Toluto, para pimpinan SKPD , Ketua dan Pengurus MUI Taput ,Camat Pangaribuan Drs Rudi Sitorus dan uspika  serta masyarakat  non muslim  dari dua desa tersebut.
Suasana berbuka puasa bersama ini terlihat sarat dengan tingginya toleransi diantara sesama, dan tidak berlebihan bila Al Ustad  Drs Aidil Nasution dari Tarutung dalam siraman rohani mengawali buka bersama, mengangkat topic “Toleransi”, ujar Kapolres Taput AKBP, J Didiek DP SH  kepada wartawan setelah melihat betapa indahnya kebersamaan di dua desa  yang berwatas dengan Tapsel.
Menurut, Drs Aidil Nasution, pada inti siraman rohani, bahwa dengan  menjunjung tinggi toleransi masyarakat yang berbeda agama sekalipun akan  dapat saling berdampingan. Dan masing-masing penganut agama yang berbeda dengan toleransi  masing-masing penganut agama dapat meningkatkan ketaqwaan. Dan dipastikan dengan toleransi akan tidak terjadi ketersinggungan satu sama lain.
Dari pantauan wartawan, sikap toleransi antar umat beragama di Pangaribuan khususnya di Desa Silantom Jae dan Silantom Julu menjadi satu panutan, karena saat berbuka puasa bersama, warga non muslim hadir dan secara bersama-sama mencicipi makanan minuman yang terhidang ala kadarnya.
Tingginya  toleransi antar umat beragama di dua desa paling ujung dibagian selatan daerah Tapanuli Utara ini, juga tercetus dari Bupati Taput Torang Lumbantobing  dibagian lain sambutan sebelum berbuka puasa bersama. Dan sebagai  menghargai kerukunan umat beragama di dua desa ini, oleh pemkab Taput dalam  tahun anggaran 2009 telah mengalokasikan dana pembangunan mencapai 1 miliar yang diperuntukkan bagi pembangunan sarana air minum, sarana jalan dan sarana kesehatan.
Ibadah puasa  menurut bupati menjadi sarana meningkatkan ketaqwaan kepada Tuhan, disamping itu juga ibada puasa sekaligus sarana pengendalian diri. Dalam konteks inilah Toluto meminta agar  umat muslim benar –benar menjalankan ibadah paling berharga ini.
.Pada kesempatan berbuka puasa  bersama ini, Bupati Taput, Kapolres, Sekda, Ibu Elly Toluto, Ibu Falintin J Didiek DP menyerahkan bingkisan  kepada 100 orang kaum muslim yang berdomisili disana, bingkisan diserahkan secara simbolis kepada 6 orang perwakilan.
Selain itu, pada kesempatan ramah tamah dengan masyarakat, Torang Lumbantobing,menyatakan akan menyumbangkan satu ekor kerbau bagi warga untuk dipotong dan dinikmati bersama-sama warga pada hari lebaran nanti.
Sumbangan Bupati Taput ini mendapat sambutan hangat dari seluruh masyarakat setempat’”terima kasih pak bupati Toluto yang tidak lupa memperhatikan pembangunan di desa yang jauh dari keramaian, ujar warga ketika bersalaman dengan Bupati dan rombongan yang hendak beranjak menuju Tarutung.(Marudut)

 
Umat Muslim Desa Silantom Jae Kec. Pangaribuan dalam acaraBuka Puasa Bersama dengan Unsur Muspida Taput. 

Berita


Dinas Pendidikan Tobasa Sosialisasikan DAK Tahun Anggaran 2009 Sebesar Rp 23,76 M
Balige, Bonpas
Kepala sekolah dan komite dari 145 SD di Kab Tobasa mengikuti acara sosialisasi DAK tahun anggaran 2009 berlangsung di Aula SMK Neg 1 Balige (27/8) acara sosialisasi DAK 2009 dihadiri Bupati Tobasa ketua DPRD Tobasa, Kapolres Tobasa Kadis Diknas Tobasa, beserta jajarannya. Proyek DAK pendidikan Kab Tobasa di Sosialisasikan  sebesar Rp 23 M diperuntungkan proyek rehabilitas dan mobiler sekolah sebanyak 145 SD yang terdapat diseluruh kec yang ada di Tobasa.
Dalam kesempatan itu Bupati Tobasa mengajak para kepala sekolah untuk benar-benar mengerjakan kegiatan tersebut sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku karena manfaatnya adalah untuk kenyamanan belajar mengajar. Hendaknya menjadikan motivasi mendidik murud sebaik mungkin
Bidang pendidikan merupakan pilar utama pembangunan Kab Tobasa menuju Toba Mas 2010 oleh kerena itu marilah kita hindari hal-hal yang dapat membuat masalah dan marilah kita bekerja sama dengan baik, ujar Bupati.
Kapolres juga mengajak para kepala sekolah agar benar-benar melaksankan proyek DAK sesuai dengan juknis dan juklak karena merupakan peningkatan harkat dan martabat dan kompetensi seseorang untuk mendapat nilai jual oleh karena itu mari bersama-sama mempertanggungjawabkan anggaran ini sesuai dengan pekerjaan yang Sudah ditentukan atau disepakati.
Sementara ketika dimita komentar dari PPTK DAK tahun anggaran 2009 Diknas Kab Tobasa Pak FM Sitorus mengatakan turunnya DAK dengan juknis permendagri no 20 tahun 2009 adalah tanggung jawab langsung kepala sekolah.
Komite sekolah melakukan tugas dan fungsi sesuai dengan keputusan mentri pendidikan nasional no 044/U/2002 tentang dewan pendidikan dan komite sekolah a. sebagai pemberi pertimbangan dalam menentukan dan pelaksanaan pertimbangan dalam penentuan dan pelaksanaan kebijakan pendidian. B. sebagai pendukung baik yang berwujud finacial, poemimiran maupun tenaga dalam penyelenggaraan pendidikan, c. sebagai pengontrol dalam rangka transpransi dan akuntabilitas penyelenggaraan dan keluaran pendidikan, d. sebagai mediator antara pemerintah dan DPRD. (HN)

Kamis, 10 September 2009

Cerpen


Sopir Taxi
Oleh
Yulis
Togu Manorang menghirup kopi panas yang disuguhkan istrinya Murni. Ia merasa nyaman setelah tidur seharian. Rasa penat menarik taxi malam hilang sudah.
Tidak seperti biasanya, selain kopi, Murni juga menyediakan Onde-onde kue kegemarannya.
"Mak Butet, enak kali onde-onde ini"ujarnya sambil tersenyum.Murni tidak menjawab, tetapi rasa sayang yang berlebihan muncul dihatinya. Ia melihat sosok Togu Manorang lain dari biasanya.
"Itukan kue kesukaanmu. Tadi aku beli di Sambu" jawab istrinya tersenyum dan duduk disamping suaminya. Kedua anaknya Marsillam dan Putri Ayu naik ke pangkuannya. Seakan ada rasa rindu yang mendalam.
"Pak...nanti bawa mobilan, ya" pinta Marsillam manja, tangannya kirinya mengelus jenggot yang baru tumbuh. "Pa...kalau tua jangan pakai jenggot, ya...Ilam takut lihat jenggot"lanjutnya dan mencoba mencabut jenggot bapaknya.
"Aduh..sakit, nak"ujar Togu sambil tertawa. Murni juga terkekeh-kekeh melihat tingkah Togu yang merengek.
"Kalau Ayu...bawakan boneka, ya Pa"Putri Ayu menyeletuk.
"Anak perempuan tidak boleh manja, kamu harus dikirim ke Oppung di Lumban Suhi-suhi Samosir agar kamu di ajar martonun"sahut Murni. Putri nampak merajuk, ia memukulkan tangan mungilnya ke dada Togu.
"Ngak mau, bapa harus beli boneka"ujar gadis lima tahun itu merengek. "Kalau tidak, Bapak ngak boleh pulang ke rumah"ujar lagi.
"Hush ..! Pantang !"ujar Murni dan mencubit perlahan paha putrinya.
"Pak....hati-hati pak....tadi malam aku mimpi ketemu Amang"ujar Murni sambil memperbaiki kerah dinas sopir Taxi yang dikenakan Togu.
"Ah...mimpi liar itu"ujar Togu karena ayahnya sudah meninggal tiga tahun silam.
"Betul Pa......dalam mimpi itu, ada tiga orang yang mengantar amang ke rumah ini. Dan mereka mengajakmu pergi"lanjut Murni.
Togu sejenak diam, tetapi ia mencoba menghilangkan kegelisahan di hatinya. Ia tidak mau menunjukkan kegelisahan dihadapan istri dan anak-anaknya.
"Kamu jangan terpengaruh mimpi, yang penting kamu berdoa agar tidak terjadi apa-apa padaku"ujar Togu dan menyerahkan kedua anaknya ke pangkuan Murni. "Mana tasku ? tehnya sudah ada di dalam?" ujar Togu. Murni menurunkan kedua anaknya, ia mengambil tas kecil yang biasa dibawa suaminya kerja mengemudikan taxi.
Murni dan kedua anaknya mengantarkan Togu sampai di pintu rumah kontrakannya di Tembung.
"Dada..papa..."teriak kedua anaknya. Togu melambaikan tangan dan melanjutkan perjalanannya. Ia memanggil beca. Sebelum berangkat, ia melambaikan tangan kepada istri dan anak-anaknya.
Murni dan kedua anaknya kembali masuk ke dalam rumah. Ia mengunci pintu dan masuk ke dalam kamar.
"Sini..kita berdoa agar papa kembali ke rumah membawa mobilan dan boneka"ujar Murni dan melipat kedua tangannya berdoa.
Togu mengambil tanda pengenal sopir di kantor bagian operasi. Kemudian mengambil kunci dan surat-surat mobil.
"Mobilnya sudah diservice, bung"ujar staf bagian operasi dengan tersenyum. Togu mengeluarkan dompetnya. Diambilnya dua lembar uang pecahan seribu.
"Terima kasih, Jeck!" ujarnya sambil menepuk bahu lelaki itu. Kemudian ia mengambil Taxi yang biasa ia bawa. Segala sesuatu ia periksa, siapa tahu sopir yang bertugas siang lengah sehingga ada peralatan yang rusak. Ternyata semuanya baik.
"Selamat jalan bung Kalong!" ujar ceker di pintu pool setelah memeriksa kondisi mobil dan membubuhkan tanda oke di surat jalannya.
Togu meluncurkan taxinya dengan perlahan. Matanya mencari-cari calon penumpang. Kemudian ia mampir di salah satu toko swalayan. Ia mengingat permintaan Marsillam dan Putri Ayu.
Dipilihnya sebuah mobilan yang mirip taxinya dan sebuah boneka dakocan.
"Biar kamu berdua senang" ujarnya perlahan setelah membayar mainan itu.
Menjelang tengah malam, Togu kembali dari Binjai. Ia merasa senang, karena setorannya sudah terpenuhi. Tinggal kelebihan untuk ia bawa ke rumah. Ia meluncur di Jalan Gatot Subroto dan kemudian meluncur ke arah Jln. Krakatau berputar lagi ke arah Pulo Brayan.
"Nah itu ada sewa"ujarnya dalam hati. Ia menghentikan taxinya, seorang gadis tanpa basi-basi langsung masuk di pintu belakang.
"Bang...ke Tanjung Morawa"ujar gadis itu setelah duduk di bangku belakang. Togu menghidupkan argo meter (alat untuk menentukan ongkos sesuai jarak yang ditempuh). Dengan cekatan taksi dilarikan menyusur jalan yang mulai senggang.
"Bang sebentar, aku mau menjemput teman"ujar gadis itu setelah tiba di depan Taman Makam Pahlawan Jl. Sisingamaraja.
"Dimana dek ?" ujar Togu, tiba-tiba perasannya tidak enak. Ia melihat beberapa Waria (banci) berkelompok-kelompok di bawah pohon yang rindang, yang sengaja dipelihara Pemko Medan di depan makam pahlawan itu.
"Sebentar ya, aku mau panggil"ujarnya dan membuka kaca mobil. "Tor ! ayo......." teriak gadis itu. Kemudian dua orang lelaki datang berlari ke arah taxi. Satu orang duduk di depan, satu orang lagi duduk percis di belakang Togu. "Jalan, bang" ujar gadis itu.
Setelah kedua lelaki itu masuk, tidak ada percakapan. Perasaan Togu mulai gelisah. Sesekali ia melirik ke kaca spion dan kepada penumpang yang duduk di sampingnya. Ia melihat sesuatu muncul dari balik baju penumpang disebelahnya.
"Kita langsung saja ke Siantar"ujar lelaki di belakangnya. Togu berupaya meminggirkan taxinya. "Tidak bisa ke Siantar, bung" ujar Togu. Tetapi dengan tiba-tiba penumpang yang duduk di sebelahnya langsung mengeluarkan sebilah pisau.
"Lanjut !!"ujarnya dengan keras. Togu mulai merasa takut. Dipandangnya mobilan dan boneka yang baru dibelinya. Terbayang wajah anak dan istrinya.
"Tuhan...lindungi aku"ujarnya dalam hati.
"Kalau kami bilang ke Siantar, teruskan ke Siantar !" ujar lelaki dibelakangnya sambil memukul kepala Togu dengan kepalan tangannya.
Togu sadar, ia sedang ditodong kawanan penjahat.
"Bang..aku tidak punya uang....anakku masih kecil-kecil"ujar Togu dengan suara gemetar. Tanpa ia duga, lelaki yang disampingnya menusukkan pisau ditangannya ke paha Togu.
"Aduh....."ujar Togu kesakitan ia meluncurkan taxinya.
"Tidak usah sampai Siantar, lewat Tebing kita habiskan saja dia"ujar gadis yang pertama kali masuk itu. Kemudian ia mulai mengeluarkan semua isi kantong Togu. Ia melihat foto Marsillam dan Putri Ayu. "Manis juga anakmu ini...sayang..mereka tidak dapat bertemu lagi dengan kau"ujar gadis itu sambil merobek foto kedua anak itu dan melemparkan sobekannya ke muka Togu.
Namun sebuah cara ia temukan. "Kalau Tuhan menghendaki aku hidup, pasti aku hidup"ujar Togu yang mulai gemetaran.
Dipersimpangan Beo Tebing Tinggi dua orang polisi Sabhara merasa curiga, melihat sebuah taxi melaju kencang tanpa lampu. Kedua polisi itu langsung tanggap, pasti ada suatu dalam taxi itu. Mereka mengejar dan tanpa lampu juga. Togu melihat dua polisi telah mengejar taksinya, ia kembali menyalakan lampu yang sengaja dia matikan. Polisi itu pun semakin mengerti, bahwa sopir taxi meberi tanda agar dapat ditelusuri.
"Matikan lampumu !" teriak lelaki yang duduk di sebelahnya sambil menusukkan lagi pisau ditangannya.
"Aduh...!"ujar Togu sambil mengerem tiba-tiba takxinya dan dengan sigap membuka pintu kemudian keluar dari dalam.
"Jangan bergerak !!" teriak kedua polisi itu dan mengancungkan pistol ke arah penumpang taksi. Tidak lama kemudian sebuah mobil patroli yang sudah dihubungi polisi tadi, tiba dengan enam orang personel.
Togu yang luka dipaha, tidak dapat lagi mengemudikan taksinya. Polisi mengambil alih kemudi.
Setelah mendengar keterangan Togu ketiga penjahat itu diborgol dan dibawa ke Polres Tebing Tinggi. Togu kemudian diantar ke rumahnya dengan mobilan dan boneka yang masih utuh.
"Untung aku beli, hingga doa Putri terkabul"ujar Togu sambil mencium gadis kecilnya.

Palito

 
Nirimpu soban hape do bulu, nirippu dongan hape musu

SMAN 2 Siborongborong


SMA Neg 2 Siborongborong Masih Menghadapi Kendala, Mohon Perhatian
Siborongborong, Bonpas
SMA Neg 2 Siborongborong yang baru 2 bulan dipimpin Kepala Sekolah Drs UP Lumban Gaol sekarang dalam perubahan baik disiplin maupun untuk meningkatkan kualitas pendidikan termasuk berupaya memperbaiki keadaan sekolah itu karena saat ini ada sejumlah kendala yang dihadapi.
 Drs UP Lumban Gaol menjelaskan bahwa SMA Neg 2 Siborongborong saat ini memupnyai murid sebanyak 509 orang, guru honor 10 orang, disming guru PNS dan jumlah pegawai 3 orang.
Jumlah kelas 11, 3 lokal, kelas 12, 5 lokal. Dengan situasi yang demikian kepala sekolah merangkul seluruh guru pengajar untuk menyatukan visi untuk  melaksanakan pendidikan berkualitas sehingga keluaran sekolah ini tidak kalah bersaing dengan SMA-SMA lainnya.
Dikatakan bahwa SMA 2 Siborongborong saat ini mempunyai beberapa kendala anatara lain sarana dan prasarana jalan menuju SMA tersebut rusak parah sepanjang  500M, dikatakan bahwa status jalan tersebut masih dikontrak dari masyarakat dan kontraknya akan berakhir pada bulan September 2009, kemudian listrik yang dipakai setiap hari mempergunakan genset.
Sejumlah orang tua murid yang ditemui Bonpas di Siborongborong berharap, agar Pemkab Taput melalui Dinas Pendidikan dapat memberikan perhatian serius terhadap sejuah permasalahan yang dihadapi, terutama pembasan jalan, pengadaan arus listrik sehingga  perhatian guru dapat terfokus pda proses belajar mengajar untuk meningkatkan kualitas pendidikan (MS)

Berita Laguboti


Kec Laguboti Berbenah Diri Melalui 4 Pilar Pembangunan
Laguboti, Bonpas
Kec Laguboti terletak di hamparan luas pinggiran danau Toba memiliki luas sekitar 7390 Ha dan potensi lahannya terbagi pada tiga bagian besar yakni lahan pertanian sawah seluas 2010 Ha. Dan lahan kering 2800 Ha termasuk kawasan hutan dan selebihnya merupakan permukiman penduduk.
Kec Laguboti terdiri dari 21 desa yang berbatsan dengan kec Balige disebelah barat kec Sigumpar di sebelah Timur dan selatan terdapat kawasan Danau Toba disebelah utara adalah kec Borbor dan silaen.
Demikian dijelaskan oleh MF Hutajulu SSos Camat Laguboti pada saat dijumpai Bonpas dikantornya yang beralamat di jalan jend Ayani No 5 Kec Laguboti Kab Tobasa pada Jumat (4/9)
Berbicara mengenai program pembangunan yang akan dilaksanakan guna meningkatkan pembangunan di kec Laguboti Pak FM Hutajulu SSos mengatakan adalah sesuai dengan pilar pembangunan yang dicanangkan oleh Bupati Tobasa Drs Monang Sitorus SH, MBA dengan visi dan m,isi menuju Toba Mas 2010 yaitu empat pilar utama pembangunan Kab Tobasa yakni bidang pertanian, pendidikan, kesehatan dan pariwisata, ujar Pak MF Hutajulu
Danrawil mengelolah lahan penanaman ubi racun seluas 1 Ha di desa Haunatas II nantinya hasil ubi racun ini sudah ada yang akan menampung yaitu PT Hutahayan yang direncanakan akan membangun pabrik tapioca ujar Pak Hutajulu dan hal ini dilakukan oleh Muspika Kec Laguboti adalah sebagai contoh serta menjadi motivasi kepada masyarakat agar masyarakat turut melakukan penanaman ubi racun ini.
Apalagi cara penanamannya tidak berapa sulit cukup dengan jarak 1 X 1 m. dan direncanaan dari pihak PT Hutahayan akan membri bantuan kepada masyarakat yang turut melakukan penanaman ubi racun dengan memberikan bibit ubi racun serta pupuk. Dan pengembaliannya nanti setelah panen dengan tanpa bunga ujar Pak Hutajulu, masyarakat untuk lebih muda mengelolah lahannya telah disediakan traktor besar yang telah diberikan Dinas Pertanian ke pemerintahan kecamatan Laguboti sebanyak 2 unit dan pada saat ini telah berhasil mengelolah lahan warga sebanyak 300 Ha.
Selain penanaman ubi racun dibidang lainnya pun diupayakan seperti dibidang peternakan pemerintahan akan membuat ranch (kandang) ternak supaya jangan berkeliaran dan nantinya akan dilakukan penanaman rumput gajah untuk makanan ternak kerbau yang sudah dikandangkan dan tidak boleh lagi dibuat berkeliaran karena dapat menganggu tanaman para warga. Begitu juga dibidang perikanan keramba jarring apung yang ada di pingiran pantai Danau Toba.
Pada bidang pendidikan Pak Hutajulu menceritakan bahwa pada saat ini telah dilakukan pengembangan sekolah SMP neg 1 dan SMA ne 1 Laguboti untuk menuju SSI dan telah mendapat dukungan dari para anak rantau yang berasal dari Kec Laguboti yang bergabung dalam sebuah wadah yang diberi nama Ikatan Masyarakat Laguboti.
Pada bidang kesehatan pihak pemerintah kec melalui puskesmas telah mendata orang miskin dan berhasil mensosialisasikan Jamkesmas dan Akses Tobamas dan pesertanya telah mencapai 10 ribu jiwa dan yang sudah memiliki kartu mencapai 7031 jiwa dan begitu juga Puskesmas Laguboti direncanakan akan dikembangkan supaya dapat menerima pasien untuk rawat inap.
Desa Lumban Binaga setiap minggunya ramai dikunjungi oleh para wisatawan dan jalan menuju lokasi wisata sudah baik disamping itu direncanakan akan dibangun wisata rohani karena terdapat disana sekolah HKBP Bibel Prow, dan aliran kepercayaan di desa tanah tinggi yaitu kepercayaan Parmalim sampai saat ini masih memiliki banyak umatnya dan pada hari tertentu melakukan acara ritual.
Demikian pula pengembangan sarana umum seperti pajak Laguboti pada hari pecan pengunjung sudah semakin padat dan direncanakan untuk membangun pajak Laguboti menjadi bangunan bertingkat dan penataan jalan pun akan dilakukan seperti halnya jalan simpang 4 Laguboti pada saat hari pecan sering mengalami kemacetan arus lalu lintas naun untuk melalkukan pelebaran jalan masih menghadapi kendala karena jalan tersebut masih jalan lintas Sumatra. (HN)

Sijabir


SI JABIR 412
Oppung : Hebat kali tetangga kita itu bah…! Masya Kudanya makan Raja pada hal begitu banyak para pengawalnya.
Jabir : Nampak kalilah Oppung ini sudah mulai bau tanah, itu saja tidak mengerti maksudnya. Maksudnya disitu adalah permainan catur Oppung…….!
Oppung : Pussikalayangmu ! Memang yang ada di Otakmu hanya percaturan saja, kalah sekarang, ulang lagi besok. Tak ada henti hentinya.
Jabir : Bah, apa rupanya keberatanmu sehingga percaturanku menjadi Oppung campuri ? Sedangkan Pilkadapun dapat diulang apalagi main catur.
Oppung : Pembissaraamu memang selalu marambalangan, masya percaturan di Lapo kau hubung hubungkan dengan percaturan Politik ? Nampak kali kau ini par Politik na sega sega.
Jabir : Aku tidak perduli. Menang atau kalah, yang penting Hepeng na ma. Dan aku tidak condong kesana atau kemari.
Oppung : Hah…hah…hah itulah yang disebut dalam bahasa batak tulen Baor baor sogos alias tidak memiliki pendirian dan si tompang na monang.
Jabir : Itukan salah satu bagian dari monsak humaliang bogas yang Oppung ajarkan sama aku selama ini. Kalau tidak, aku mana bisa hidup seperti sekarang ini.
Oppung : Betul juga ya ! Buktinya abangmu sihahaan itu bisa kau usulkan menjadi sekretaris, walaupun aku tau bahwa selama pilkada dia adalah pendukung yang lain.
Jabir : Makanya Oppung ! Tapi terkadang jadi taroktokku yang menjadi lawanku. Soalnya orang lain yang menabur, sementara jadi kita yang menuai hasilnya. Tapi omong omong darimana Oppung tau bahwa abangku sihahaan itu bukan mendukung yang menang ?
Oppung : Bah…..! Tua tua begini naluri kewartawananku kan masih menebar kemana mana. Bahkan sewaktu itupun dengan terang terangan dia berani menawarkan sama teman teman sekerjanya sepuluh juta rupiah, asalkan mau memilih calon yang di unggulkan.
Jabir : Sudahlah Oppung, nanti ketahuan belangku bisa rusak semuanya bisa bisa akupun di non aktipkan.
Oppung : Makanya jangan massam massam. Setelah abangmu sihahaan itu jadi duduk di kursi empuk, bilang sama dia Jangan lupa kacang akan kulitnya. Nati bisa Ku kuliti dia. Tak tau dia, aku ini guru monsak dari Pusuk Buhit…..he…he…he….

Rabu, 09 September 2009

Berita


Hati-hati, Penipuan Melalui Handphone Kembali Marak
- Modus Operandi Dengan Kasus Kecelakaan Lalulintas
Tarutung,Bonpas
Penipuan melalui handphon (telepon genggam) aklhir-akhir mulai kambuh dengan modus operandi yang hampir bersamaan. Namun yang terakhir ini dilakukan para penipu yang jelas-jelas berbahasa Batak.
Hari Sabtu, (5/9) seseorang Mr. X menelpon Arianto (nama samaran) dengan menggunakan nomor 081376467691 dan mengaku sebagai tulang Arianto yang tinggal di Siborongborong. Mr. X mengaku telah mengalami kecelakaan lalu lintas dan menabrak seorang anak dengan menyebutkan marga. Ia mengatakan sudah di tahan di Polres Taput dan sempat dimassakan.
Mr. X yang sangat pintar itu mengatakan, keluarga korban minta ganti rugi Rp. 8 juta. Namun berkat penengahan pihak Satlantas Polres Taput, tuntutan ganti rugi untuk perdamaian itu hanya Rp. 3 juta dengan syarat jangan dikasitahu pada pihak keluarga korban bahwa Mr. X penduduk Tapanuli Utara. Oleh sebab itu, Mr. X mengaku meminjam telepon polisi yang memeriksanya agar menghubungi keluarganya Arianto.
Dengan suara yang diatur seakan-akan ketakutan, Mr. X meminta Arianto mengisi pulsa ke nomor 081376467691.
Arianto terus kalang kabut mendengar tulangnya kecelakaan. Ia lantas memberitahu kepada ibunya dan  menghubungi ayah dan memberikan nomor 081376467691. Namun sang ayah tidak langsung merespons nomor itu. Karena nomor Tulang Arianto yang ada di Siborongborong ada pada HP-nya. Ketika ditelepon, nomor itu tidak nyambung-nyambung. Kemudian menghubungi abang Tulang Arianto. Dari abangnya diketahui bahwa sang tulang yang disebutkan mengalami kecelakaan itu ada bersamanya dan sedang berbincang-bincang.
Sang ayah bersama rekan-rekannya mengecek ke UGD RSU Tarutung ternyata tidak anak yang mengalami kecelakaan dengan marga yang disebutkan Mr. X. Kecurigaan semakin kuat, lalu sang ayah pergi ke Unit Lakalantas Polres Taput menanyakan apakah ada laka lantas pagi hari itu. Di jawab pihak Polres Taput tidak ada sama sekali.
Pada proses penyelidikan itu, Mr. X terus menghubungi nomor hp sang ayah agar dengan segera mengisi pulsa ke nomor Mr. X sebanyak Rp. 1 juta rupiah. “Wah banyak kali itu Lae, lima ratus ribu aja. Kalau perlu uang kontan aja dan bisa diambil sekarang”ujar sang ayah. Namun Mr. X mengatakan, ia tidak boleh keluar dari tahanan polisi dan pihak polisipun sedang sibuk semua.
Karena upaya penipuannya ketahuan, Mr. X mulai memaki-maki dan akhirnya “mangkelai” dengan sangat keras dan semua percakapan berlangsung dalam bahsa Batak.
Guru jadi korban
Penipuan sejenis juga pernah menimpa seorang guru di Tapanuli Utara yang menimbulkan kerugian Rp. 5 juta rupiah. Modusnya hampir sama. Saat itu, penipu mengatakan anak sang guru yang mahasiswa di Medan kecelakaan lalu lintas di Medan. “Kirim hamu majolo hepeng asa boi masi ubat. Kirim hamu ma sampulu juta tu rekeningku. Dongan ni anak muna do au”ujar Penipu yang berhasil mendapatkan nama anak sang guru dari percakapan yang berlangsung cepat.
Karena uang sejumlah yang dimita penipu itu tidak ada, akhirnya sang ayah mengirimkan Rp. 5 juta. Namun setelah sang guru mengirimkan uang, mereka mulai sadar dan menghubungi beberapa keluarga di Medan untuk mengecek kebenaran kecelakaan yang menimpa anaknya yang kebetulan tidak memiliki HP. Setelah dicek ke tempat kost, ternyata anak itu sehat-sehat saja.
Modus Operandi Sudah Diketahui POLDASU
Petugas di Unit Lakalantas Polres Taput yang mendengarkan percakapan dengan Mr. X melalui HP dengan menggunakan pengeras suara mengatakan, bahwa penipuan seperti itu sekarang ini mulai marak dan sudah ada yang menjadi korban. Dikatakan, beberapa waktu lalu, pihak Poldasu sudah melakukan penyidikan dan ternyata pelakunya dari salah seorang napi di Lembaga Pemasyarakatan. “Pokoknya pemilik HP harus hati-hatilah”ujar pak polisi yang ikut geram karena menyalah gunakan satuannya.
Peristiwa upaya penipuan itu pun langsung disampaikan ayah Arianto kepada salah seorang kerabatnya di Puslabor Mabes Polri. Dikatakan penipuan seperti itu  dapat diungkap dengan mudah, mengingat system pendistribusian nomor hp pra-bayar kepada counter pengecer tercatat pada distributor.(R.04)

Cermin 1


Gambo
Amani Ogol kewalahan menghadapi istrinya yang sejak pagi uring-uringan. Ia tidak menyangka, kalau wanita yang sangat dicintainya itu mampu mengeluarkan kata-kata kasar untuk menyakiti hatinya.
"Sudah sepuluh tahun kita berumah tangga. Telepisi pun tak ada di rumah ini! Suami macam apa kau !"teriak Nai Ogol sambil melemparkan  "sonduk-dasar"  sejenis sendok yang digunakan pada saat memasak nasi. "Trak !!" sendok itu pun patah.
"Bah...Nai Ogol ! Sudah capek si Ogol membuat sendok itu, kau patahkan lagi"ujar Amani Ogol lembut.
"Biar !!! Sendok kampungan aja kau hitung-hitung! Dasar suami tidak tahu cari uang ! Suami jelek!Siroa balang!"ujar Nai Ogol dan mengambil kantongan sirih (hajut-hajut) dan memakannya. "Ceraikan saja aku, sekarang juga. Panggil semua teman semargamu, saya tidak perduli!"lanjutnya. Karena begitu emosinya, sekitar hidung dan mulutnya memerah akibat ludah merah yang memercik saat mengomel.
"Begini...Nai Ogol......maklumilah......dulu keadaan kita sekarang ini. Mudah-mudahan dalam waktu yang tidak terlalu lama, nasib kita berubah menjadi baik"jawab Amani Ogol dengan hati-hati mendekati istrinya. Ia takut tiba-tiba istrinya yang sedang berang itu menyemburkan cairan merah dari mulutnya.
"Keluar...! Jangan sampai ...." teriak Nai Ogol dan berupaya menjangkau kayu bakar yang disusun di "salean" (tempat kayu yang sengaja dibuat diatas tungku agar kering).Namun sebelum Nai Ogol berhasil mengambil kayu,  Amani Ogol langsung berlari  terbirit-birit keluar rumah. Dengan gontai Amani Ogol berjalan ke sebuah lapo tuak.
"Tuak amang boru!" Ia memesan segelas tuak. Pandangannya tertuju ke arah kepala desa dan  Tungko Tokoh Pemuda di desa itu,  sedang berdebat soal uang.
"Masak aku cuma capeknya saja!"ujar salah seorang dengan suara keras kepada kawannya.
"Ini kan proyek desa kita ini, berarti kita bekerja untuk orang banyak! Kita sudah melakukan  bakti sosial!"jawab lelaki
"Betul itu Amang Kades, tetapi jangan lupa ungkapan Molo mangula, ingkon pistik do gambo tu iba. Artinya, kita sudah bekerja dengan begitu banyak uang....... sudah wajarlah kita dapat sedikit uang lelah, kalau tidak dapat komisi"jawab Tungko dengan nada marah.
"Itulah kau.......tidak dapat memahami keadaanku. Tetapi...nih ! ala kadarnya saja. Tetapi hubungan kerja kita putus. Saya akan cari orang untuk menggantikan kau!"ujar Kepala desa dan menyerahkan sejumlah uang kepada Tungko.
Amani Ogol mendengar dengan seksama percakapan kedua orang itu. Ia pura-pura tidak memperhatikan mereka, namun jantungnya berdebar melihat sejumlah uang yang diterima Tungko. Tidak berapa lama, Tungko beranjak dari tempat duduknya dan meninggalkan kepala desa.
"Uhuk !Uhuk !" Amani Ogol batuk-batuk kecil untuk menarik perhatian kepala desa yang masih mengikuti Tungko dengan pandangannya.
"Bah...Amani Ogol....! Mendekatlah kemari, bawa tuakmu kesini"ujar Kepala Desa.
"Disini saja aku, Hampung"jawab AmaniOgol pura-pura.
"Alah......kesini sajalah....jangan takut! Nanti aku yang bayar tuakmu"lanjut kepala desa. Akhirnya Amani Ogol mendekat ke tempat duduk kepala desa.
"Serius kali kulihat Hampung"ujar Amani Ogol dengan senyum dikulum. Ia berharap perbincangan sekitar proyek yang disebut-sebut kepada Tungko itu dapat disampaikan kepadanya.
"Itulah si Tungko ini, baru bekerja lima hari, sudahmenuntut uang. Bagaimana dia bisa dipercaya"jawab kepala desa.
"Bah...soal apa itu?"lanjut Amani Ogol serta mereguk tuak dari gelasnya.
"Desa kita ini mendapat bantuan perbaikan  MCK dari pemerintah. Seseorang datang kepada saya dan menyerahkan sejumlah uang untuk membangunnya. Belum apa-apa, Tungko sudah beberapa kali meminta uang. Jadi aku mau mencari penggantinya."ujar kepala Desa.
"Bagaimana kalau saya Hampung? Kebetulan saya sudah terlalu capek martombak" ujar Amani Ogol serius.
"Sulit pekerjaan ini, bagaimana kau sanggup melaksanakannya"jawab Kepala Desa, walaupun dalam hatinya ingin memanfaatkan Amani Ogol, yang menurutnya bisa diatur.
"Kenapa Hampung ragu pada kemampuanku? Semua pekerjaan bisa saya lakukan"lanjutnya.
Dengan berbagai cara, akhirnya Amani Ogol diterima menjadi pelaksasana proyek MCK yang ditangani kepala desa. Berita gembira itu pun disampaikan kepada istrinya.
"Proyek MCK ? bah.....kecil kali kau dianggap kepala desa itu! Jangan terima itu ! Nanti kau bisa dipermainkan kepala desa!" debat istrinya kasar.
"Eh...Nai Ogol ! Sepantasnya kau berterima kasih, karena aku dapat pekerjaan"jawab Amani Ogol dengan lembut.
"Berterima kasih sama siapa? Apa kau kira upahmu darisitu bisa membeli telepisi? Kecillah itu!"jawab istrinya tidak mau mengalah.
Seminggu kemudian, Amani Ogol menyerahkan sejumlah uang sebagai upahnya.
"Ambil itu !!! Aku tidak mau terima ! Kau satu minggu bekerja siang malam, tetapi gajimu cuma sebesar itu. Ambil !!!!"teriak istrinya marah. Amani Ogol serba salah, ia mau ambil takut dilempar dengan "sonduk dasar" yang sedang dipegang istrinya.
Tiga hari kemudian, Amani Ogol disuruh Kepala Desa untuk membeli sepuluh sak semen.
"Minta bon pembeliannya, biar bisa dipertanggung jawabkan pada proyek MCK!"perintah kepala desa saat menyerahkan uang.
Amani Ogol bertanya-tanya dalam hatinya, untuk apa semen itu, sementara proyek MCK yang dikelola mereka sudah selesai, walaupun kondisinya amat memprihatinkan bahkan tidak layak dipakai.
 "Saya rasa uang ini ibarat gambo na pistik" ujarnya dalam hati. "Bah...cuma dia kebagian gambo" ia terusr bersungut-sungut. "Banyak kali sepuluh sak. Kalau saya beli tujuh sak, saya rasa Hampung tidak akan marah. Uang tiga sak itu bisa saya setor kepada istriku"ujarnya dalam hati.
Dengan perasaan yang agak bimbang, Amani Ogol menurunkan tujuh zak semen dari gerobak padati yang disewanya dari kota Kecamatan.
"Bah....kenapa tujuh zak kau beli Amani Ogol...aku perlu sepuluh zak!" ujar Kepala Desa dengan nada tinggi.
"Saya lihat si Tungko yang bekerja tiga hari dapat uang banyak, ibarat gambo na pistik. Saya sudah bekerja sama Hampung lebih tiga minggu, berarti gambonya tidak hanya pistik, saya sudah margambo-gambo. Berarti saya sudah harus menerima lebih banyak!"jawab Amani Ogol enteng. "Saya rasa....bapa Hampung tidak akan rugi, karena semen ini bagian dari MCK yang sudah rampung itu, ibarat pistik-pistik ni gambo"
"Bah...bah....mati aku! Kalau si Tungko bilang ia kena pistik-pistik, kau margulu-gulu gambo. Uang pembelian semen itu bukan hasil korupsi, Amani Ogol....! Tetapi uang dame-dame!"teriak kepala Hampung.
"Itulah...harus ada pistik sama aku gambonya"ujar Amani Ogol sambil berlalu. (Yulis.K)

Puisi


PUISI
            Dimanakah Engkau
Bila terbayang wajahmu sendu gemula
Meraih segala suka dan duka
Terus mencari entah dimana kau berada
Kalau  mentari mulai berubah
Kenangan cinta pun menyiksa
Wajahmu menari dipelupuk mata
Hatiku resah cari dimana cintaku bnerada
Dulu kita bercanda bersama..
Dulu kita bernyanyi bersama
Saling berbagi rasa
Tapi, mengapa engka secepat itu menghilang?
Bersatu arah
Kuberlayar diawan tuk mencarimu
Adakah dibelahan benuaku?
Mengapa rembulan membisu?
Hatiku kelu
Ku tersenduh diatas kayangan
Hanya sebatas baying semu temani aku
Jika hati ini mampu berkata
Jika bibir ini dapat terucap untuk satu kata
Yang bisa ku ucapkan
“love more than anyting”
Oleh: Qadarsih Ayu Andira Lumbantoruan
SMA Neg 2 Siborongborong
            Akan Kuraih Cita-citaku
Kumulai dari masa kecilku
Belajar giat sepanjang hidupku
Kulalui segala penderitaanku
Yang kuingin harus kutunggu
Walau hujan diselimuti kabut
Akan ku tahan dan terus menyahut
Biarpun sulit mengejar cita-citaku
Akan ku tunggu sampai dapat
Tak pernah kala ku sambut mentari
Terbit dari ufuk Timur tuk menyinari
Tak pernah henti aku mencari
Cita-cita yang kuraih selama ini
Walaupun bintang tinggi dilangit
Akan kupetik walau berakit
Biarpun hidup begitu sakit
Aal terkabul impian hati
Kutak pernah lupa tuk meminta
Kepada Tuhan yang kucinta
Semoga apa yang kupinta
Dapat terwujud kelak
Oleh: Mariono Lumbantoruan
SMA HKBP Butar
            Remember
Work once more work
Because it’s make use fell irritation
Do for everyting so that we can make diligence very good
When you can’t get your idea on once
Way get in another way
Son..
Daughter….
Let’s we look for job together now
Don’t so sad
Stand your that best
Don’t you wait tomorrow day to work
But you are doing now what you can doing
Remember that this day you donot begin to do it
Tomorrow too not course you will be work it
I hope .. don’t as it
My god …. What we do in work
It is sure importen for our daily live
By: Qadarsih Ayu Andira Lumbantoruan
SMA Neg 2 Siborongborong
KATA MUTIARA

Foto

 
Mobil Masuk Jurang di Humbang Hasundutan 

Foto Buka Puasa

 
Warga masyarakat dan tokoh agama yang mengikuti acaraBuka Puasa Bersama dengan Unsur Pimpinan Kabupaten Tapanuli Utara
 
Suasana berbuka puasa bersama di Luat Pahae 

Berita


Bupati Bersama Uspida Taput Buka Puasa Bersama Dengan Kaum Muslim Luat Pahae
Sarulla, Bonpas
Bupati Tapanuli Utara bersama Uspida dan Tim Safari Ramadhan Kabupaten Tapanuli Utara Berbuka Puasa Bersama dengan Kaum Muslim Luat Pahae, yang dilaksanakan di Mesjid Al-Munawar  Pasar Sarulla Jumat (4/9).
Protokol Muhammad Panggabean dalam sambutanya Jemaah Al-Munawar Pasar Sarulla mengucapkan terimakasih kepada Uspida dan Tim Safari Ramadhan Kabupaten Tapanuli Utara dan seluruh undangan yang hadir untuk mengikuti acara buka puasa bersama di mesjid Al-Munawar Pasar Sarulla.
Ahmad Marzuki Sihombing mewakili masyarakat Muslim Pahae Jae menyampaikan rasa senang dan bangga karena untuk pertama kalinya acara berbuka puasa bersama antara pemerintah dan masryarakat Pahae Jae dilaksanakan di Mesdid Al-Munawar Pasar Sarulla, dan berharap acara seperti ini terus dilaksanakan diwaktu yang akan datang sehingga kerukunan antar umat beragama di Luat Pahae tetap baik. Pada kesempatan itu Ahmad Sihombing juga menyampaikan melalui kotak infag panitia pembangunan Mesjid Al-Munawar Pasar Sarulla memperoleh dana berkisar Rp.60 Juta Rupiah untuk pembangunan Mesjid yang ditaksir memakan biaya hingga Rp.1,2 Milliar dengan demikian Jemaah Al-Munawar Pasar Sarulla berharap supaya pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara dapat membantu pembangunan Mesjid yang berada di Pusat Kota Sarulla sebagai ibu kota Kecamatan Pahae Jae.
Camat Pahae Jae Maju Tampubolon,SE bersama Camat Simangumban Oloan Hutabalian,SPd dan Camat Purbatua Saut Manalu,SPd menyambut kedatangan Bupati dan Rombongan Uspida Kab. Tapanuli Utara, turut hadir dr.HM.Butarbutar Kepala UPTD Kesehatan Pahae Jae, Kapolsek Pahae Jae AKP Alberson Situmeang, Lurah Pasar Sarulla R.Lumbantobing, beserta ibu-ibu PKK Kec. Pahae Jae
Dalam sambutan Bupati Tapanuli Utara yang dibacakan Asisten II Pemkab Taput Drs.M.Marpaung menyampaikan terimakasih yang tidak terhingga atas partisipasi warga Muslim Luat Pahae yang berhasil menentukan pimpinan di Kabupaten Tapanuli Utara, Bupati Taput Torang Lumbantobing juga berharap biarlah yang sudah lewat itu berlalu dan marilah kita jalin kebersamaan dan mari kita dukung upaya Pemerintah Kab.Tapanuli Utara agar kita nantinya kita bisa bergandengan tangan antara pemerintah dengan masyarakat.
Bupati juga berpesan kepada kaum Muslim di Luat Pahae yang melaksanakan ibadah puasa agar benar-benar mengambil hikmah yang terkandung didalam ibadah puasa, sehingga puasa dapat membina kita untuk meningkatkan disiplin, dan jadilah teladan bagi sesama umat yang ada dilingkungan kita artinya kalau kita melaksakanan puasa jadilah kita menjadi orang yang punya perasaan terhadap orang lain, sebagai contoh Bupati menyampaikan tidak ada satupun pembangunan dinegara ini yang berhasil kalau tidak dibina dengan kebersamaan oleh karena itu marilah kita bina persatuan dan kesatuan dalam rangka membangun bonapasogit kita tercinta, turut hadir dalam rombongan Uspida Tapanuli Utara antara lain Kasdim 0210 Mayor INF Rijal Aswan, Kadis Kesehatan Jumaga Nainggolan,SKM, MSi dan AM.Aritonang dari Depag (Suwardy Pasaribu)
 Teks foto :  Acara berbuka puasa bersama antara Uspida kab.Tapanuli Utara bersama kaum Muslin Luat Pahae. (Foto Suwardy P)
Bupati Humbanghas Tinjau Gotong Royong  di Desa Aek
 
Tuit Sitaratuit, Tuit Pangalahona. Ise natuit,Mago Ibotona

Cerpen

Jeritan Tengah Malam
Oleh Yulis.k

Masyarakat disekitar sebuah desa arah Sibolga, sudah tiga malam ini tidak dapat tidur nyenyak. Hampir setiap tengah malam kendaraan berat datang ke daerah itu dan berhenti disekitar jembatan sungai besar. Setelah berhenti sesaat, kendaraan itu berlalu dan terdengar jeritan-jeritan yang memilukan.
Sore hari itu sekitarpukul 18.30, Marbohal melintas dari atas jembatan. Entah karena apa, ia merasa merinding dan tiba-tiba kedinginan. Ia memandang sekelilig jembatan itu, perasaannya tidak enak. Karet yang baru di dalam bakul yang baru diambilnya dari kebun, terasa semakin berat.
"Santibi, da ompung !" ujarnya karena merasa ketakutan. Ia menduga, roh-roh halus menghadangnya. Tiba-tiba ia semakin takut, tanpa sengaja ia melihat cairan merah yang seperti gumpalan darah. Ia mempercepat jalannya setengah berlari, tengkuknya terasa berat, seakan-akan ada yang membebaninya. Bayangan-bayangan aneh muncul dibenaknya dan dikait-kaitkannya dengan deru kendaraan bermotor yang setiap tengah malam berhenti dijembtan itu.
Setibanya di rumah, Marbohal meletakkan barang-barang yang dibawanya dari kebun. Badannya merasa penat, kelelahan, keringat dingin mengucur dari keningnya.
"Kenapa kau, pak ?" tanya istrinya curiga. Ia melihat suaminya pucat dan ketakutan.
"Aku ketemu hantu di jembatan Aek Risan"ujarnya.
"Yang bena, Pak !?"tanya istrinya ingin tahu.
Dengan tergesa-gesa ia mengambil teh hangat dan diberikan kepada suaminya. "Minum dulu lah, barangkali karena Bapak terlalu lelah, hingga timbul prangsangka buruk" lanjut istrinya dan membantu suminya membuka kemeja basah yang kenakan sejak dari kebun.
"Masak dulu air, aku mau mandi air panas"ujar Marbohal.
Usai mandi, lelaki setengah baya itu duduk di ruang tamu. Segelas kopi hangat disuguhkn istrinya. Ia masih penasaran dengan rasa takut yang tiba-tiba datang itu. Selama ini ia terbiasa pulang malam namun perasaannya biasa-biasa saja.
Tidak lama kemudian, Marjuang putra sulungnya yang bekerja sebagai guru di salah satu SD di daerah itu, datang. Marbohal merasa senang dan rasa takutnya hilang sama sekali.
"Saya merasa curiga, pasti ada sesuatu yang terjadi di jembatan itu"ujar Marbohal kepada anaknya, setelah menceritakan kejadian.
"Masyarakat desa kita ini pun semakin curiga mendengar adanya kendaran tiap malam berhenti di jembatan itu"ujar Marjuang kepada ayahnya. "Kalau Bapak setuju, kita intip dulu malam ini, siapa tahu ada sesuatu yang tidak beres di kampung kita ini"lanjutnya.
"Berbahaya itu....siapa tahu yang datang itu berniat merampok atau orang-orang yang berniat jahat kepada kita"jawab Marjuang. Ia membayangkan cairan merah di jembatan, yang diduganya gumpalan darah.
"Jangan takut ayah....nanti kita sembunyi di semak-semak. Jangan dulu kita beritahu kepada masyarakat kampung ini" ujar Marjuang.
"Tidak usah pergi ! Kalian masih perlu untuk saya dan keluarga!"ujar istri Marbohal dengan tegas. Ia takut terjadi apa-apa kepada suami dan anaknya. "Pendengaran kita saja itu sebagai seperti deru kendaraan. Itu semua suara setan!"lanjutnya.
Ayah dan anak itu saling memandang. Mereka juga merasa ragu, apakah suara-suara bising itu suara kendaraan bermotor atau suara setan.
"Tetapi aku yakin, suara itu bersumber dari kendaraan bermotor. Kita perlu menyelidikinya"ujar Marjuang dengan pasti. "Kalau Bapak tidak berani, nanti saya dengan Togap pergi kesana"tambahnya.
"Kalau begitu, panggilah Togap"ujar Marbohal.
Menjelang tengah malam, Marjuang dan Togap mengendap-endap diantara semak-semak. Mereka bertekad membuka tabir suara kendaraan yang hampir setiap malam terdengar di desa itu.
"Kita bersembunyi disini saja" ujar Marjuang setelah menemukan tempat yang cocok untuk bersembunyi. "Heh, kenapa kau?" ujarnya, karena celana Togap basah.
"Aku ketakutan....."ujarnya dengan perlahan. Togap tidak mampu menahan rasa takutnya, tanpa sengaja, celananya basah kuyub karena kencing.
"Parbiar ! Sude begu mabiar do tu jolma !"ujar Marjuang meyakinkan Togap. "Dengar ...."ujar Marjuang. Sayub sayu mereka mendengar deru kendaraan bermotor. Deru kendaraan itu datng dari dua arah. Satu dari arah Sibolga dan satu dari arah Tarutung.
Semakin dekat dan semakin dekat.
"Hah....?" Suara-suara itu berhenti di atas jembatan. Tetapi tidak ada ada wujud kendaraan. Marjuang yang tadinya sangat berani, tiba-tiba merasa takut yang amat dalam. Badannya gemetar dan celananya basah kuyub.
"Sudah kubilang.......hantu" ujar Togap gemetaran. Mereka semakin takut karena suasana dijembatan kendengaran riuh, timbul suara-suara aneh.
"Turun !" suara bentakan yang begitu keras.
"Tolooooooong, Ampuuuuuun!" teriakan itu begitu keras dan memilukan, suara perempuan. Marjuang dan Togap saling berpegangan, mereka tidak melihat satu benda pun di atas jembatan.
"Ha ? Siapa itu ?" ujar Togap sambil menujuk ke ujung jembatan. Marjuang menoleh ke arah yang ditunjuk, namun ia tidak melihat apa pun. "Ada yang datang dari bawah jembatan. Mereka membawa tandu"ujar Togap lagi. Marjuang semakin ketakutan, karena tidak ada yang dilihatnya. "Bah......ternyata dijembatan itu ada tiga mayat" ujar Togap lagi. Marjuang menampar pipi temannya itu, karena dianggap mengigau.
Namun Togap semakin banyak berbicara."Mereka sudah menandu mayat-mayat itu"lanjut Togap tanpa perduli pada tamparan Marjuang. Akhirnya Marjuang yang semakin takut itu, tak mampu menahan rasa takutnya. Ia jatuh pingsan.
Togap semakin jelas melihat kegiatan-kegiatan di atas jembatan itu. Ia tidak memperdulikan lagi Marjuang yang sudah tergelatak disampingnya. Dalam pandangannya, ia melihat dua buah truk berwarna gelap berlawanan arah berhenti di atas jembatan. Banyak lelaki berlompatan dari dalam truk dan kemudian beberapa orang lelaki perempuan yang tangannya diikat ke belakang di dorong dan jatuh terjerembab di atas aspal.
"Jangan dibunuh kami....kami tidakbersalah..."ujar salah seorang dari antara yang diikat tangannya itu.
"Diam !!! Penghianat bangsa !"teriak orang-orang yang turun dari kendaraan truk itu. Dengan tiba-tiba salah seorang dari antara mereka, menghunus sebuah parang dari balik bajunya dan mengayunkan ke arah salah seorang yang terikat tangannya itu.
"Jangaaaaaaannn!" Togap berteriak kuat-kuat, kemudian pemandangan aneh itu hilang. Marjuang yang tadinya tergeletak tak sadarkan diri, terbangun mendengar teriakan Togap.
"Heh....Togap !" ujar Marjuang. Togap tertawa kuat-kuat, matanya melotot dan air liurnya berjatuhan.
"Mereka membunuh.....mereka membantai !"ujar Togap. Matanya berputar-putar dan tiba-tiba bangkit dan berlari meninggalkan marjuang. Marjuang terpaksa berlari mengikuti Togap yang berlari begitu kencang.
"Togap.....! Tunggu ....!" teriak Marjuang, ia khawatir kalau Togap celaka.
"Mereka membunuh.....mereka membantai ....! Jangaaaaaaan!"Teriak Togap dan terus berlari. "Aku mau mencegahnya....!" Togap turun dari bukit tempat mereka bersemunyi dan berlari sangat cepat ke arah jembatan.
"Togap...! Jangan lari ke sana !"teriak Marjuang. Tetapi Togap terus berlari ke arah jembatan.
"Jangan bunuh merekaaaaaaa!"teriak Togap begitu sampai di atas jembatan. Marjuang sangat ketakutan, karena Togap naik keatas teralis jembatan.
"Jangaaaaaaaan!" teriak Marjuang. Namun terlambat, Togap telah melompat dn terjun ke dasar sungai.
Marjuang merasa takut sekali, ia tidak mampu menerima kejadian itu. Bayangan Togap dan saat-saat ia menyebutkan melihat sesuatu di jembatan membuat Marjuang kehilangan akal sehat. Ia memandang ke dasar sungai. Banyak orang di sana, ada yang manangis, ada yang bernyanyi. Dan beberapa orang menoleh kepadanya.
"Bah...Togap ada disana bersama mereka ...."ujar Marjuang dalam hati.
"Saya sudah disini, lompatlah....!" perasaannya, Togap memanggil Marjuang. Lelaki itu merasa yakin ada sesuatu di dasar sungai. Ia melihat Togap berjalan meninggalkan tempat itu.
"Tunggu.....!!"teriak Marjuang dan melompot dari tempat dimana Togap melompat kedasar sungai.
Esok paginya, jenasah Toga dan Marjuang ditemukan masyarakat dengan kondisi mengenaskan. Sejak saat itu, jeritan-jeritan yang memilukan sering terdengar di jembatan itu. (***)

BONA PASOGIT


Bupati Taput Torang Lumbantobing Pada Ramah Tamah KPU :
Pemilu Merupakan Proses Pembelajaran Politik
Tarutung Bonpas
Walaupun Pelaksanaan Pemilu di Daerah Kita Tapanuli Utara (Taput), terutama Pilkada Taput rasanya pahit tetapi buah dan hasilnya akan manis dimasa yang akan datang. Proses Pemilu yang sudah kita laksanakan adalah pembelajaran politik di masyarakat, terutama di kawasan Taput. Demikian Bupati Taput Torang Lumbantobing dalam acara ramah tamah penyelenggaraan Pemilu Kabuapten Tapanuli Utara Tahun 2008-2009, Senin 7/9 di Aula KPU Kab. Taput Jl. SM Simanjuntak no. 2 Tarutung.
Begitu dahsyat tekanan yang dilontarkan masyarakat kepada KPU dan Panwas Taput dalam pelaksanaan Pemilu, baik dalam Pilgubsu, Pilkada Taput, Pileg dan yang terakhir Pilpres. Namun KPU dan Panwas tetap kokoh dalam menjalankan aturan dan Undang-Undang yang berlaku dan tidak berpihak kepada siapapun. Ucapan terimakasih terlontar dan mengajak memberikan aplus kepada KPU, Panwas, PPK beserta jajarannya oleh Bupati Taput.
Dari lubuk hati yang dalam, Torang Lumbantobing yang akrab disebut Toluto mengatakan tidak pernah memberikan sesuatu apapun kepada KPU dan anggotanya. Namanuan boni do, Na manapu gogoma (siapa yang menanam itu yang Menuai). Masyarakat Taput mengerti dan paham, siapa yang dipilih, tanpa mengubar janji atau iming-iming, masyarakat sudah memahami percaturan politik terutama dalam Pilkada Taput. Bupati mengungkapkan “Hidup dan Mati Saya, tetap berada di Bumi Taput”. Sebagai gambaran pertanggangujawan moril terhadappelaksanaan tugas yang diembankan oleh masyarakat.
Tahapan-tahapan yang berat ini, sudah kita jalani. Ada yang dapat kita petik untuk masa yang akan datang, bahwa cara pandang masyarakat dalam proses pembelajaran politik sudah lebih dewasa. Seraya Toluto menyarankan kepada seluruh Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), sebagai motivator pembangunan agar dapat mensosialisasikan proses pembelajaran demokrasi di kecamatan masing-masing.
“Jadilah pemersatu bagi segenap lapisan masyarakat terutama kita yang berada disini. Jangan digoda oleh janji-janji sehingga proses pendewasaan demokrasi semakin terpatri di Bumu Bona pasogit”ujar Bupati.
Sebelumnya, Ketua KPU Taput Lamtagon Manalu, S.Si dalam laporannya mengatakan selama lehih kurang 8 bulan kita telah melaksanakan 4 kali Pemilu. Dukungan yang baik telah kita bina kepada Uspida Taput dan segenap lapisan masyarakat dalam menyukseskan proses Pemilu. Harapan kita bersama agar terlaksananya Pemilu yang demokratis, untuk itu kami dari KPU beserta jajarannya mengucapkan terima kasih.
Berbagai ancaman, tantangan,hambatan dan gangguan yang kami terima di KPU, tetapi dapat diselesaikan , baik secara kekeluargaan maupun aturan yang berlaku dan itulah proses pembelajaran demokrasi dengan harapan Bonapasogit yang demokratis, sebut Lamtagon. Tinggi Ilmu, Tinggi Iman dan Tinggilah Pengabdian kita sebut Ketua KPU mengakhiri sambutan disaksikan anggota KPU lainnya Lambas JJ Matondang, Janpiter Lumbantoruan,SH, Aritonang dan Harianja.
Turut memberikan Sambutan Wakapolres Taput Kompol RK. Aritonang, Kasdim 0210 Taput Mayor Infantry Nazri Ikhwan, Ketua Pengadilan Tarutung, Gerhat Pasdaribu, SH, Panwas Pilkada Taput Borisman Panggabean, Panwas Pemilu Legislatif dan Pilpres Sardion Situmeang, Mewakili PPK Tomson Purba.
Pada acara tersebut disampaikan Cenderamata/piagam kepada Bupati, WaKapolres, Damdim 0210 Taput dan Ketua Pengadilan Negeri Tarutung serta piagam kepada Tim Seleksi KPU Taput Drs Poltak Tambunan dan Pastridawaty R.L Simamora, S.Kep,NS oleh KPU Taput yang disaksikan Sekretaris KPU Drs Janter Sinaga beserta seluruh Staffnya. (RS)