Kec Laguboti Berbenah Diri Melalui 4
Pilar Pembangunan
Laguboti, Bonpas
Kec Laguboti terletak di hamparan
luas pinggiran danau Toba memiliki luas sekitar 7390 Ha dan potensi lahannya
terbagi pada tiga bagian besar yakni lahan pertanian sawah seluas 2010 Ha. Dan
lahan kering 2800 Ha termasuk kawasan hutan dan selebihnya merupakan permukiman
penduduk.
Kec Laguboti terdiri dari 21 desa
yang berbatsan dengan kec Balige disebelah barat kec Sigumpar di sebelah Timur
dan selatan terdapat kawasan Danau Toba disebelah utara adalah kec Borbor dan
silaen.
Demikian dijelaskan oleh MF
Hutajulu SSos Camat Laguboti pada saat dijumpai Bonpas dikantornya yang
beralamat di jalan jend Ayani No 5 Kec Laguboti Kab Tobasa pada Jumat (4/9)
Berbicara mengenai program pembangunan
yang akan dilaksanakan guna meningkatkan pembangunan di kec Laguboti Pak FM
Hutajulu SSos mengatakan adalah sesuai dengan pilar pembangunan yang
dicanangkan oleh Bupati Tobasa Drs Monang Sitorus SH, MBA dengan visi dan m,isi
menuju Toba Mas 2010 yaitu empat pilar utama pembangunan Kab Tobasa yakni
bidang pertanian, pendidikan, kesehatan dan pariwisata, ujar Pak MF Hutajulu
Danrawil mengelolah lahan
penanaman ubi racun seluas 1 Ha di desa Haunatas II nantinya hasil ubi racun
ini sudah ada yang akan menampung yaitu PT Hutahayan yang direncanakan akan
membangun pabrik tapioca ujar Pak Hutajulu dan hal ini dilakukan oleh Muspika
Kec Laguboti adalah sebagai contoh serta menjadi motivasi kepada masyarakat
agar masyarakat turut melakukan penanaman ubi racun ini.
Apalagi cara penanamannya tidak
berapa sulit cukup dengan jarak 1 X 1 m. dan direncanaan dari pihak PT
Hutahayan akan membri bantuan kepada masyarakat yang turut melakukan penanaman
ubi racun dengan memberikan bibit ubi racun serta pupuk. Dan pengembaliannya
nanti setelah panen dengan tanpa bunga ujar Pak Hutajulu, masyarakat untuk
lebih muda mengelolah lahannya telah disediakan traktor besar yang telah
diberikan Dinas Pertanian ke pemerintahan kecamatan Laguboti sebanyak 2 unit
dan pada saat ini telah berhasil mengelolah lahan warga sebanyak 300 Ha.
Selain penanaman ubi racun
dibidang lainnya pun diupayakan seperti dibidang peternakan pemerintahan akan
membuat ranch (kandang) ternak supaya jangan berkeliaran dan nantinya akan
dilakukan penanaman rumput gajah untuk makanan ternak kerbau yang sudah
dikandangkan dan tidak boleh lagi dibuat berkeliaran karena dapat menganggu
tanaman para warga. Begitu juga dibidang perikanan keramba jarring apung yang
ada di pingiran pantai Danau Toba.
Pada bidang pendidikan Pak
Hutajulu menceritakan bahwa pada saat ini telah dilakukan pengembangan sekolah
SMP neg 1 dan SMA ne 1 Laguboti untuk menuju SSI dan telah mendapat dukungan
dari para anak rantau yang berasal dari Kec Laguboti yang bergabung dalam
sebuah wadah yang diberi nama Ikatan Masyarakat Laguboti.
Pada bidang kesehatan pihak
pemerintah kec melalui puskesmas telah mendata orang miskin dan berhasil
mensosialisasikan Jamkesmas dan Akses Tobamas dan pesertanya telah mencapai 10
ribu jiwa dan yang sudah memiliki kartu mencapai 7031 jiwa dan begitu juga
Puskesmas Laguboti direncanakan akan dikembangkan supaya dapat menerima pasien
untuk rawat inap.
Desa Lumban Binaga setiap
minggunya ramai dikunjungi oleh para wisatawan dan jalan menuju lokasi wisata
sudah baik disamping itu direncanakan akan dibangun wisata rohani karena
terdapat disana sekolah HKBP Bibel Prow, dan aliran kepercayaan di desa tanah
tinggi yaitu kepercayaan Parmalim sampai saat ini masih memiliki banyak umatnya
dan pada hari tertentu melakukan acara ritual.
Demikian pula pengembangan sarana
umum seperti pajak Laguboti pada hari pecan pengunjung sudah semakin padat dan
direncanakan untuk membangun pajak Laguboti menjadi bangunan bertingkat dan
penataan jalan pun akan dilakukan seperti halnya jalan simpang 4 Laguboti pada
saat hari pecan sering mengalami kemacetan arus lalu lintas naun untuk
melalkukan pelebaran jalan masih menghadapi kendala karena jalan tersebut masih
jalan lintas Sumatra. (HN)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar