Kamis, 10 September 2009

Berita Laguboti


Kec Laguboti Berbenah Diri Melalui 4 Pilar Pembangunan
Laguboti, Bonpas
Kec Laguboti terletak di hamparan luas pinggiran danau Toba memiliki luas sekitar 7390 Ha dan potensi lahannya terbagi pada tiga bagian besar yakni lahan pertanian sawah seluas 2010 Ha. Dan lahan kering 2800 Ha termasuk kawasan hutan dan selebihnya merupakan permukiman penduduk.
Kec Laguboti terdiri dari 21 desa yang berbatsan dengan kec Balige disebelah barat kec Sigumpar di sebelah Timur dan selatan terdapat kawasan Danau Toba disebelah utara adalah kec Borbor dan silaen.
Demikian dijelaskan oleh MF Hutajulu SSos Camat Laguboti pada saat dijumpai Bonpas dikantornya yang beralamat di jalan jend Ayani No 5 Kec Laguboti Kab Tobasa pada Jumat (4/9)
Berbicara mengenai program pembangunan yang akan dilaksanakan guna meningkatkan pembangunan di kec Laguboti Pak FM Hutajulu SSos mengatakan adalah sesuai dengan pilar pembangunan yang dicanangkan oleh Bupati Tobasa Drs Monang Sitorus SH, MBA dengan visi dan m,isi menuju Toba Mas 2010 yaitu empat pilar utama pembangunan Kab Tobasa yakni bidang pertanian, pendidikan, kesehatan dan pariwisata, ujar Pak MF Hutajulu
Danrawil mengelolah lahan penanaman ubi racun seluas 1 Ha di desa Haunatas II nantinya hasil ubi racun ini sudah ada yang akan menampung yaitu PT Hutahayan yang direncanakan akan membangun pabrik tapioca ujar Pak Hutajulu dan hal ini dilakukan oleh Muspika Kec Laguboti adalah sebagai contoh serta menjadi motivasi kepada masyarakat agar masyarakat turut melakukan penanaman ubi racun ini.
Apalagi cara penanamannya tidak berapa sulit cukup dengan jarak 1 X 1 m. dan direncanaan dari pihak PT Hutahayan akan membri bantuan kepada masyarakat yang turut melakukan penanaman ubi racun dengan memberikan bibit ubi racun serta pupuk. Dan pengembaliannya nanti setelah panen dengan tanpa bunga ujar Pak Hutajulu, masyarakat untuk lebih muda mengelolah lahannya telah disediakan traktor besar yang telah diberikan Dinas Pertanian ke pemerintahan kecamatan Laguboti sebanyak 2 unit dan pada saat ini telah berhasil mengelolah lahan warga sebanyak 300 Ha.
Selain penanaman ubi racun dibidang lainnya pun diupayakan seperti dibidang peternakan pemerintahan akan membuat ranch (kandang) ternak supaya jangan berkeliaran dan nantinya akan dilakukan penanaman rumput gajah untuk makanan ternak kerbau yang sudah dikandangkan dan tidak boleh lagi dibuat berkeliaran karena dapat menganggu tanaman para warga. Begitu juga dibidang perikanan keramba jarring apung yang ada di pingiran pantai Danau Toba.
Pada bidang pendidikan Pak Hutajulu menceritakan bahwa pada saat ini telah dilakukan pengembangan sekolah SMP neg 1 dan SMA ne 1 Laguboti untuk menuju SSI dan telah mendapat dukungan dari para anak rantau yang berasal dari Kec Laguboti yang bergabung dalam sebuah wadah yang diberi nama Ikatan Masyarakat Laguboti.
Pada bidang kesehatan pihak pemerintah kec melalui puskesmas telah mendata orang miskin dan berhasil mensosialisasikan Jamkesmas dan Akses Tobamas dan pesertanya telah mencapai 10 ribu jiwa dan yang sudah memiliki kartu mencapai 7031 jiwa dan begitu juga Puskesmas Laguboti direncanakan akan dikembangkan supaya dapat menerima pasien untuk rawat inap.
Desa Lumban Binaga setiap minggunya ramai dikunjungi oleh para wisatawan dan jalan menuju lokasi wisata sudah baik disamping itu direncanakan akan dibangun wisata rohani karena terdapat disana sekolah HKBP Bibel Prow, dan aliran kepercayaan di desa tanah tinggi yaitu kepercayaan Parmalim sampai saat ini masih memiliki banyak umatnya dan pada hari tertentu melakukan acara ritual.
Demikian pula pengembangan sarana umum seperti pajak Laguboti pada hari pecan pengunjung sudah semakin padat dan direncanakan untuk membangun pajak Laguboti menjadi bangunan bertingkat dan penataan jalan pun akan dilakukan seperti halnya jalan simpang 4 Laguboti pada saat hari pecan sering mengalami kemacetan arus lalu lintas naun untuk melalkukan pelebaran jalan masih menghadapi kendala karena jalan tersebut masih jalan lintas Sumatra. (HN)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar