7 Pintu Rumah Terbakar,
Kebersamaan Mayarakat Cegah Meluasnya Kebakaran di Komplek Mesjid Tarutung
- Regu Pemadam Kebakaran Perlu Dilengkapi Keterampilan dan Ember
Kebakaran terjadi di komplek Mesjid Tarutung, tepatnya di Jalan Cornelius Lumbantobing lorong III, Minggu malam (6/9) sekira pukul 20.00 WIB menghanguskan sedikitnya 7 unit rumah milik Horas Lumbantobing, Oppung Riko br Hutapea, dan Oppung Mundo Lumbantobing yang terletak di lorong 3 kompleks masjid, Tarutung.
Masyarakat di sekitar lokasi kejadian sangat panik karena kobaran api secara tiba-tiba menjulang tinggi di udara. Komplek mesjid Tarutung tergolong kawasan pemukiman sangat padat penduduk dengan susunan rumah yang berlapis-lapis.
Kekhawatiran api akan menjalar ke rumah-rumah lainnya muncul setelah mobil pemadam kebakaran yang datang dalam waktu yang relative cepat, namun mengalami kesulitan menyedot air dari Sungai Sigeaon yang hanya 20 meter dari TKP. Warga pun dengan spontanitas yang tinggi langsung menggunakan ember yang diperoleh dari rumah penduduk sekitar dan menyiram kobaran api. Warga setempatpun ramai-ramai menyelamatkan barang-barang berharga dari rumah masing-masing.
Ke-empat rumah yang terbakar juga berdekatan dengan rumah-rumah warga lainnya. Beruntung kobaran api dapat dipadamkan warga dengan menyiramkan air menggunakan alat seadanya. Kebersamaan warga membawa memberikan hasil yang maksimal sehingga rumah yang terbakar tidak begitu banyak.
Sumber api belum diketahui secara pasti, namun tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Hanya saja warga sangat menyesalkan tidak segeranya bantuan pemadam kebakaran diturunkan untuk memadamkan api.
Sebagaimana diketahui, lokasi kebakaran dengan poll pemadam kebakaran di Tarutung tidak begitu jauh, hanya sekira sejauh 500 meter. Pemadam kebakaran baru tiba di lokasi kejadian setelah api berhasil dipadamkan warga.
Kebakaran di komplek Mesjid Tarutung itu mendapat respons dari kabupaten tetangga dan mengirimkan mobil pemadam kebakaran, diantaranya dari Tobasa, Humbang Hasundutan dan Tapanuli Tengah. 1 unit mobil pemadam kebakaran dari Siborongborong akhirnya tiba di lokasi kebakaran. Karena api sudah mengecil dan mulai padam, petugas hanya menyemprot puing-puing bangunan yang masih terlihat bara api.
Selain mengahanguskan bangunan rumah, api juga melalap barang-barang milik warga. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Sedangkan penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak Polres Tapanuli Utara. "Kita masih melakukan penyidikan di lokasi dan mengumpulkan keterangan dari warga," ujar Kasat Reskrim Polres Taput, AKP Effendi Munthe kepada wartawan.
Sejumlah warga masyarakat yang ikut membantu pemadaman api pada kebakaran itu menghimbau kepada Pemkab Tapanuli Utara untuk meningkatkan keterampilan para personil pemadam kebakaran dan mempersiapkan ember hingga ratusan agar bila Mobil Pemadam Kebakaran tidak dapat efektif, masdayarakat yang berada di TKp dapat berpatisipasi dalam jumlah besar. “Air cukup banyak di Aek Sigeaon, namun karena ember tidak ada, masyarakat hanya menggunakan alat seadanya”ujar salah seorang warga yang secara estapet mengambil air dari salah satu kolam ikan tidak jauh dari TKP. (R.04).
-

Tidak ada komentar:
Posting Komentar